Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

RAGAM

Refleksi Hari Pers 2026, Tantangan Berat Industri Media Massa ke Depan

badge-check


 Bedah buku dalam rangkaian Hari Pers Nasional Perbesar

Bedah buku dalam rangkaian Hari Pers Nasional

Wartatrans.com, JAKARTA – Refleksi Hari Pers Nasional 2026, banyak catatan yang kurang baik dari rapor industri pers di tanah air.

Ya, di sepanjang 2025, badai PHK wartawan di sejumlah perusahaan media arus utama menjadi isu sentral dari wajah pers saat ini.

Kondisi pers sedang tidak baik-baik saja. Pers kian rapuh sebagai pilar demokrasi. Dari sektor industri, pers kian morat marit laju kas perusahaannya.

Mantan sekjen PWI yang juga pendiri Forum Wartawan Kebangsaan Hendry Ch Bangun mengatakan, pers berada di tahun vivere pericoloso, nafasnya sudah di leher, butuh terobosan agar pers kembali pilar utama demokrasi.

Wajah pers saat ini dan nasib pers ke depan, menjadi topik utama dalam acara Refleksi Hari Pers 2026 yang digelar Forum Wartawan Kebangsaan, di Gedung Evident Institute, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Dalam acara itu, sejumlah wartawan senior berkumpul dan berdiskusi bagaimana mengembalikan pers sebagai pilar demokrasi yang kuat dengan dukungan sektor bisnis media massa yang stabil.

Menjawab tantangan itu, acara Refleksi Hari Pers 2026 meluncurkan buku Connecting Media Massa, Transformasi TV berita di era mediamorfosis, karya Taufan Hariyadi, praktisi media massa, produser senior tvOne yang juga akademisi.

Dalam bukunya, dia menyebut, TV berita arus utama akan menjadi lembaga validasi dari sebuah peristiwa. Konsekuensinya, TV berita akan menjadi second screen bagi publik.

Taufan melihat kondisi pers hari ini dari tiga perspektif, yaitu fungsinya, teknologi, dan bisnisnya.

“Kondisi media massa terutama tv berita berada pada kondisi bahaya. Fungsi persnya sudah tidak setajam dulu. Siapa yang nonton tv berita sekarang?. Dari sisi teknologi, tv berita sudah kalah dengan digital platform global. Tv berita sifatnya stickiness, platform global sifatnya spreadable. Size bisnis tv berita juga terus mengecil.”

Menurut taufan, sudah saatnya tv berita konvensional menjadikan platform global menjadi ekosistem media massanya. Bukan sekedar etalase distribusi produk jurnalistik konvensionalnya, sekadar memotong-motong konten tv konvensional lalu diunggah di platform global.

“Newsroom tv berita kedepan harus menjadi newskestra room. Ruang redaksi yang menghasilkan harmoni berita, bukan hanya konten dan kemasan, tetapi juga deliverynya hingga ke tangan audiens. If it is doesn’t spread, it’s dead,” ungkap Taufan.

Sejumlah ide dan gagasan, Taufan paparkan dalam bukunya Connecting Media Massa. Termasuk  bagaimana tv berita harus mengolah multikonten untuk multiplatform. Tv berita sudah harus bermain di arena pertandingan medium platform global, demi menjaga keseimbangan informasi hasil produksi netizen sekaligus memberikan informasi yang baik bagi publik.

Kordinator FWK menyatakan, kondisi kehidupan pers saat ini memang memprihatinkan secara umum, semua platform sebagaimana juga yang terjadi di televisi sebagaimana ditulis di buku Taufan.

Oleh karena itu masyarakat pers harus terus berusaha mencari jalan keluar agar fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi dapat terus dilakukan. Yakin menyuarakan aspirasi masyarakat, bersikap kritis terhadap penyelenggara negara, menjaga kemerdekaan pers untuk kemajuan bangsa dan negara.

Dalam kaitan itu pula kerja sama dengan Evident Institute menjadi penting, dengan riset-riset tentang kehidupan pers, dan mencari terobosan untuk menghadapi tantangan pers yang semakin besar. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Trending di RAGAM