Menu

Mode Gelap
Hadapi Nyepi, Kemenhub Atur Penutupan Sementara Penyeberangan ke Bali Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Peduli Anak Yatim di Momen Ramadhan Roda Kematian Militerisme: Kemanusiaan yang Tergerus Peradaban Keras – Refleksi Lukisan Munadi Cecep (Tangerang) Terhenti di Top 21 Aksi 2026 Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik

SENI BUDAYA

Rhoma Irama Disambut Upacara Adat Gayo dalam Acara Pray for Aceh–Sumatra di Taman Mini Square

badge-check


 Rhoma Irama Disambut Upacara Adat Gayo dalam Acara Pray for Aceh–Sumatra di Taman Mini Square Perbesar

Wartatrans. com, JAKARTA – Raja Dangdut Indonesia, H. Rhoma Irama, disambut dengan upacara adat Gayo Aceh saat menghadiri kegiatan Pray for Aceh–Sumatra yang digelar di Taman Mini Square, Jakarta Timur, Sabtu–Minggu (20–21 Desember 2025).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) bekerja sama dengan manajemen Taman Mini Square, sebagai bentuk doa bersama sekaligus penggalangan bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya kawasan Gayo.

Rhoma Irama hadir memberikan tausiyah, doa bersama, serta dukungan moril kepada masyarakat terdampak bencana. Dalam kesempatan itu, Bang Haji juga secara spontan menyumbangkan donasi sebesar Rp5 juta. Panitia kemudian mengedarkan kotak donasi kepada para pengunjung mal yang hadir.

Selain Rhoma Irama, acara ini turut dimeriahkan oleh sejumlah artis dangdut, di antaranya Caca Handika, serta artis dari ajang KDI dan Dangdut Academy, yang membawakan lagu-lagu populer mereka.

Dalam prosesi penyambutan, Rhoma Irama dikenai busana bermotif Gayo, dikalungi syal khas Gayo, serta menjalani prosesi Tepung Tawar, sebuah upacara adat Gayo sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan.

Ketua Umum LESBUGA, Aris Idaman, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatra merupakan musibah besar yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari seluruh elemen bangsa.

“Hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang belum tersentuh bantuan karena kondisi medan yang sulit dijangkau,” jelas Aris.

Hal senada disampaikan Ketua Musara Gayo, Almujaini Abdul Karim, yang menyebutkan bahwa luasnya dampak bencana serta rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan menjadi kendala utama distribusi bantuan.

“Kami sudah mengirimkan bantuan, namun tidak bisa menjangkau daerah tujuan. Satu-satunya cara yang memungkinkan adalah melalui bantuan udara,” ujarnya.

Sejumlah tokoh Gayo turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Alwien Desry, Hasan Daling, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam tausiyahnya, Rhoma Irama menyinggung kemungkinan penyebab bencana, antara lain akibat praktik ilegal logging dan deforestasi. Ia menegaskan bahwa musibah merupakan ujian dari Allah SWT bagi manusia.

“Bagi orang-orang yang terdampak, musibah ini adalah ujian berupa kelaparan, kekurangan jiwa, dan kekurangan harta,” tegas Rhoma Irama.

Ia juga mengutip firman Allah SWT tentang kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, yang ketika ditimpa musibah mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

“Semua yang kita miliki hanyalah titipan. Semuanya pinjaman, bukan milik kita. Semua milik Allah,” ujarnya.

Rhoma meyakini bahwa bencana yang menimpa Aceh dan Sumatra merupakan cobaan. Ia berharap bagi mereka yang wafat diberikan amal syahid, sementara bagi yang terdampak dan mampu bersabar akan diganti dengan kebaikan serta dihapuskan dosa-dosanya.

“Tidak ada peristiwa yang benar-benar merugikan orang beriman, karena pada hakikatnya Allah sangat mencintai orang-orang yang beriman,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rhoma Irama juga menyumbangkan satu buah lagu sebagai bentuk empati dan dukungan, yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh panitia dan artis yang hadir.

Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus LESBUGA atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kehadiran H. Rhoma Irama pada puncak acara 21 Desember 2025 menjadi bentuk empati nyata atas musibah yang melanda Aceh dan Sumatra,” kata Alwien.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Peduli Anak Yatim di Momen Ramadhan

2 Maret 2026 - 20:32 WIB

Roda Kematian Militerisme: Kemanusiaan yang Tergerus Peradaban Keras – Refleksi Lukisan Munadi

2 Maret 2026 - 19:16 WIB

Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik

2 Maret 2026 - 16:55 WIB

Konsisten Taat Pajak, SPJM Kembali dapat Apresiasi dari DJP Sulselbartra

2 Maret 2026 - 10:28 WIB

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia

2 Maret 2026 - 09:55 WIB

Ada Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah

1 Maret 2026 - 15:10 WIB

Teheran Resmi Konfirmasi Kematian Ali Khamenei, 40 Hari Masa Berkabung Nasional

1 Maret 2026 - 15:05 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Getty Images)

Menag ‘Kepeleset’ Bicara dan Minta Maaf: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

1 Maret 2026 - 09:32 WIB

IPC TPK Perkuat Kemandirian Generasi Muda Pesisir Lewat Sertifikasi Kompetensi Digital

28 Februari 2026 - 05:23 WIB

Angkutan Lebaran 2026: Perkuat Layanan dan Koordinasi, Pelindo Regional 4 Siap Optimalkan Operasional Pelabuhan

27 Februari 2026 - 18:42 WIB

Trending di ANJUNGAN