Menu

Mode Gelap
Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen Ramainya WNA Naik Whoosh Sepanjang 2026, Malaysia Jadi Penumpang Terbanyak HUT ke-23, KAI Services Tegaskan Komitmen Perkuat Layanan dan Keamanan Pangan Lewat Sertifikasi ISO 22000 Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP

JALUR

Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen

badge-check


 Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Pemerintah dalam hal ini sinergi Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum akan memberlakukan diskon tarif tol. Tidak tanggung – tanggung, potongan harganya sebesar 30 persen dan berlaku di seluruh ruas jalan tol nasional.

Hal ini diumumkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja di Semarang (1/3/2026). “Sama seperti tahun lalu, kebijaksanaan ini berlaku di seluruh ruas jalan tol. Yang membedakan adalah prosentase diskon. Kalau tahun 2025 adalah 20 persen maka tahun ini 30 persen. Ini berlaku selama H – 9 Idul Fitri,” kata Pak Dod sapaan akrabnya.

Dody berharap diskon tarif tol dapat mendorong masyarakat untuk berangkat mudik lebih awal. Langkah ini diyakini bisa menekan kemacetan lalu lintas.

Di acara sama, Jasa Marga menjelaskan prakiraan gelombang arus mudik. Dikatakan minimal sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek melalui jalan tol pada mudik tahun 2026.

Kendaraan akan terpencar menuju tiga arah utama yaitu timur (tol Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Bogor dan Ciawi).

Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut titik paling padat biasanya Trans Jawa. Sebab dari 3,6 juta kendaraan, separuhnyanya akan bergerak di tol itu. Sedangkan 2,8 persen menuju barat dan selebihnya 20,7 persen ke selatan.

Menghadapi kondisi demikian, Jasa Marga sudah menyiapkan langkah antisipasi. Cara pertama dengan rekayasa lalu lintas. Sedangkan langkah kedua dengan digitalisasi layanan transaksi tol.

“Pengendara yang melintas di gate bisa tetap melaju dengan kecepatan 20 km/jam tanpa harus berhenti membayar tol. Ini karena transaksi dilakukan dengan memakai teknologi stiker Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan aplikasi. Mudik Lebaran lalu ada 97 gate nirhenti sedang tahun ini ada penambahan di 700 pintu tol,” demikian penjelasan Rivan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Pramono Kaji Pembangunan Flyover di Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro

3 Juli 2026 - 12:56 WIB

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mengabdi di Wilayah 3TP, Mengapa Guru Butuh Transportasi Layak?

29 Juni 2026 - 07:17 WIB

Revisi Aturan Komisi Ojol, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen Dimulai 1 Juli 2026

27 Juni 2026 - 05:22 WIB

Kemenhub Luncurkan Aplikasi SUMBA untuk Dukung Target Zero ODOL 2027

26 Juni 2026 - 08:05 WIB

Pramono Siapkan Kantong Parkir Ojol, Penataan Trotoar Jakarta Masih Hadapi Tantangan

26 Juni 2026 - 07:54 WIB

PLT BPJN Aceh Cabut Pernyataan Penutupan Jalan Enang-Enang, Minta Maaf kepada Tokoh Masyarakat Gayo

26 Juni 2026 - 05:56 WIB

Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil

24 Juni 2026 - 02:14 WIB

Trending di JALUR