Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

JALUR

Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen

badge-check


 Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Pemerintah dalam hal ini sinergi Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum akan memberlakukan diskon tarif tol. Tidak tanggung – tanggung, potongan harganya sebesar 30 persen dan berlaku di seluruh ruas jalan tol nasional.

Hal ini diumumkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja di Semarang (1/3/2026). “Sama seperti tahun lalu, kebijaksanaan ini berlaku di seluruh ruas jalan tol. Yang membedakan adalah prosentase diskon. Kalau tahun 2025 adalah 20 persen maka tahun ini 30 persen. Ini berlaku selama H – 9 Idul Fitri,” kata Pak Dod sapaan akrabnya.

Dody berharap diskon tarif tol dapat mendorong masyarakat untuk berangkat mudik lebih awal. Langkah ini diyakini bisa menekan kemacetan lalu lintas.

Di acara sama, Jasa Marga menjelaskan prakiraan gelombang arus mudik. Dikatakan minimal sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek melalui jalan tol pada mudik tahun 2026.

Kendaraan akan terpencar menuju tiga arah utama yaitu timur (tol Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Bogor dan Ciawi).

Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut titik paling padat biasanya Trans Jawa. Sebab dari 3,6 juta kendaraan, separuhnyanya akan bergerak di tol itu. Sedangkan 2,8 persen menuju barat dan selebihnya 20,7 persen ke selatan.

Menghadapi kondisi demikian, Jasa Marga sudah menyiapkan langkah antisipasi. Cara pertama dengan rekayasa lalu lintas. Sedangkan langkah kedua dengan digitalisasi layanan transaksi tol.

“Pengendara yang melintas di gate bisa tetap melaju dengan kecepatan 20 km/jam tanpa harus berhenti membayar tol. Ini karena transaksi dilakukan dengan memakai teknologi stiker Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan aplikasi. Mudik Lebaran lalu ada 97 gate nirhenti sedang tahun ini ada penambahan di 700 pintu tol,” demikian penjelasan Rivan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ditjen Hubdat Ramp Check 55 Bus di Rest Area Bogor

16 Mei 2026 - 13:49 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Kemenhub Uji Coba Terbatas ETLE Kendaraan ODOL

13 Mei 2026 - 09:59 WIB

Benarkah Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan?

12 Mei 2026 - 05:29 WIB

Budaya Ngopi vs Budaya Keselamatan Berkendara:  Transformasi Gaya Hidup Lewat Rekayasa Sosial

11 Mei 2026 - 18:49 WIB

Bus Harus Masuk Terminal, Melanggar? Kemenhub akan Sanksi Tegas!

11 Mei 2026 - 18:32 WIB

Kecelakaan Bus ALS dan Truk di Muratara, Dirjen Aan: Bus tidak Berizin Sejak 2020

8 Mei 2026 - 11:14 WIB

Kemenhub Susun Quick Win Penanganan Kendaraan ODOL

7 Mei 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan

6 Mei 2026 - 21:10 WIB

DAMRI Hadirkan Layanan Angkutan Pemadu Moda di Nabire, Permudah Akses Masyarakat ke Bandar Udara Douw Aturure

5 Mei 2026 - 17:10 WIB

Trending di BANDARA