Menu ✖

Mode Gelap
Musda I APPSI Aceh Tengah Resmi Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2031, Ali Munawardiko. SE, Terpilih Secara Aklamasi MBG Gerakkan Ekonomi Lokal, Lebih 1 Juta Tenaga Kerja Terserap KAI Luncurkan Lima Inovasi Lewat Reactivation Campaign #AyoNaikKereta Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi 3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru TPK Koja Dukung Generasi Emas melalui Program TJSL di SMA Negeri 8 Yogyakarta

JALUR

Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen

badge-check


 Menteri PU Dody Hanggodo Berlakukan Diskon Tarif Tol Sebesar 30 Persen Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Pemerintah dalam hal ini sinergi Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum akan memberlakukan diskon tarif tol. Tidak tanggung – tanggung, potongan harganya sebesar 30 persen dan berlaku di seluruh ruas jalan tol nasional.

Hal ini diumumkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja di Semarang (1/3/2026). “Sama seperti tahun lalu, kebijaksanaan ini berlaku di seluruh ruas jalan tol. Yang membedakan adalah prosentase diskon. Kalau tahun 2025 adalah 20 persen maka tahun ini 30 persen. Ini berlaku selama H – 9 Idul Fitri,” kata Pak Dod sapaan akrabnya.

Dody berharap diskon tarif tol dapat mendorong masyarakat untuk berangkat mudik lebih awal. Langkah ini diyakini bisa menekan kemacetan lalu lintas.

Di acara sama, Jasa Marga menjelaskan prakiraan gelombang arus mudik. Dikatakan minimal sebanyak 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek melalui jalan tol pada mudik tahun 2026.

Kendaraan akan terpencar menuju tiga arah utama yaitu timur (tol Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Bogor dan Ciawi).

Dirut Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut titik paling padat biasanya Trans Jawa. Sebab dari 3,6 juta kendaraan, separuhnyanya akan bergerak di tol itu. Sedangkan 2,8 persen menuju barat dan selebihnya 20,7 persen ke selatan.

Menghadapi kondisi demikian, Jasa Marga sudah menyiapkan langkah antisipasi. Cara pertama dengan rekayasa lalu lintas. Sedangkan langkah kedua dengan digitalisasi layanan transaksi tol.

“Pengendara yang melintas di gate bisa tetap melaju dengan kecepatan 20 km/jam tanpa harus berhenti membayar tol. Ini karena transaksi dilakukan dengan memakai teknologi stiker Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan aplikasi. Mudik Lebaran lalu ada 97 gate nirhenti sedang tahun ini ada penambahan di 700 pintu tol,” demikian penjelasan Rivan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru

28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon

28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan

28 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Begini Langkah Strategi Ditjen Hubdat Hadapi Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Pemerintah Usulkan Penerapan WFA di Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik

26 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8%

26 Oktober 2026 - 07:11 WIB

CSR Bank BJB Biayai 3 Halte Transjakarta di Jatiasih

23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan

23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Trending di JALUR