Menu ✖

Mode Gelap
Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri 2 Bus Hidrogen Transjakarta Siap Operasi pada 2028 KAMAKSI Mendorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Propinsi DKI Jakarta Gajah Tunggal Berencana Investasi Rp 10 Triliun Bangun Pabrik Ban EV Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident Mercedes-Benz Trucks Resmikan Dealer di Mempawah, Perkuat Layanan Purnajual Kalbar

JALUR

Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil

badge-check


 Infrastruktur JIS-Ancol Rampung, 70% Warga Jakarta Tetap Pilih Mobil Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA — Pemprov DKI Jakarta meresmikan Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol bertepatan HUT ke-499, pada Senin (22/6/2025).

Gubernur Pramono Anung menekan tombol aktivasi Stasiun KRL Jakarta International Stadium, Jembatan Penyeberangan Orang penghubung, dan akses Gerbang Ancol baru di Stasiun KRL JIS, Jakarta Utara.

Peresmian ini menutup isolasi Stadion JIS berkapasitas 82 ribu kursi yang lama disebut “megah tanpa kereta”. Kini penumpang KRL lintas Tanjung Priok turun langsung di depan stadion. Pejalan kaki menyeberang ke Ancol, lewat JPO tanpa memotong Jalan Danau Sunter Barat.

“Konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” kata Pramono saatt peresmian.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan stasiun langsung beroperasi. “Per hari ini stasiun ini sudah aktif dan dapat melayani penumpang. Waktu tempuh dari ujung ke ujung kurang lebih 15 menit, sedangkan menuju Kota sekitar 10 menit. Stasiun ini akan terus dikembangkan menjadi stasiun permanen,” ujarnya, Senin 22 Juni 2026 pukul 09.30 WIB.

Paradoks kini muncul di angka. Dishub DKI 2026 mencatat, bahwa jaringan TransJakarta-MRT-LRT-KRL-JakLingko menjangkau 93% wilayah Jabodetabek.

Tahun ini Pemprov DKI mengalokasikan subsidi transportasi Rp3,75 triliun untuk layanan transportasi publik (Public Service Obligation/PSO) TransJakarta-MRT-LRT dan integrasi JakLingko Rp0 syarat tap-in tap-out. Skema pelajar/KJP gratis TransJakarta juga berjalan.

Namun, data BPTJ & BPS menunjukkan pangsa moda transportasi umum, justtu stagnan di 30-32% sejak 2019. Sisanya 68-70% tetap memakai kendaraan pribadi.

Menurut Tom Traffic Index 2025, menempatkan Jakarta peringkat 8 kota termacet dunia. Kecepatan jam sibuk 18-22 km/jam, lebih lambat dari pesepeda di Sudirman.

TomTom Traffic Index adalah platform dan laporan tahunan yang dirilis oleh perusahaan teknologi geolokasi TomTom. Indeks ini mengukur, menganalisis, dan memeringkat tingkat kemacetan lalu lintas di ratusan kota besar di seluruh dunia, berdasarkan data kecepatan serta lokasi kendaraan secara real-time.

Tak hanya itu, persoalan “sambungan terakhir” masih nyata. Di Cakung, Cilincing, Pademangan, Kalideres, warga masih harus berjalan hingga 1-2 km, tanpa trotoar atau naik ojek pangkalan dulu ke halte/stasiun. Integrasi tarif juga belum “satu kartu-satu harga”. Usai turun dari KRL, warga masih tap lagi ke TransJakarta lalu ke JakLingko.

“Subsidi Rp3,75 triliun adalah komitmen agar warga mampu membayar moda massal. Tapi subsidi bukan sulap. Tanpa disinsentif kendaraan pribadi dan integrasi penuh, uang itu hanya memperpanjang karpet merah menuju kemacetan,” tegas _Andri Yansah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta_, di Balai Kota DKI, awal Juni lalu.

Infrastruktur ini didukung _PT Jakarta Propertindo (Jakpro)_ dan _PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk_ sebagai pembiaya JPO. Secara fisik, simpul JIS-Ancol memang sudah beres. Tapi, secara sistem, belum.

 

Tanpa perluasan MRT Timur-Barat ke wilayah kering, trotoar + akses difabel merata, serta Electronic Road Pricing, dan parkir progresif, maka stasiun JIS berisiko jadi “stasiun cantik” yang ramai hanya saat konser.

Jakarta tidak kekurangan infrastruktur menjelang 500 tahun pada 22 Juni 2027. Jakarta kekurangan keberanian kebijakan yang membuat meninggalkan motor-mobil jadi pilihan rasional.

Jika 30% tidak naik jadi 60%, maka lilin ke-500 yang ditiup bukan merayakan kota dewasa, tapi ulang tahun kemacetan yang ke-500.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

2 Bus Hidrogen Transjakarta Siap Operasi pada 2028

14 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Dihadiri Lebih Dari 157 Ribu Penonton, DAMRI Dukung Mobilitas Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

13 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat

13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini

13 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum?

13 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027

13 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun

13 Oktober 2026 - 05:34 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Aturan Transportasi Berbasis Aplikasi Masuk dalam Revisi UU LLAJ

12 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Trending di EKOBIS