Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Mangga Persahabatan di Kairo Risiko Kenaikan Harga Avtur, Tekan Kinerja Maskapai H+3 Lebaran, Mobilitas Penumpang KA di Daop 7 Madiun Masih Tinggi di Tengah Arus Balik Menhub Dudy: Hingga H+3 Lebaran, Kenaikan Jumlah Penumpang Angkutan Umum 11,11% Arus Balik Libur Lebaran Ramai Lancar, 327 Ribu Penumpang Kembali ke Jawa dari Sumatera Apel Gabungan dan Halal Bihalal Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berlangsung Khidmat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Kamtibmas

KABIN

Risiko Kenaikan Harga Avtur, Tekan Kinerja Maskapai

badge-check


 Pesawat udara di Bandara (dok) Perbesar

Pesawat udara di Bandara (dok)

Wartatrans.com, JAKARTA – Potensi kenaikan harga avtur pasca-periode Lebaran diperkirakan akan kembali menekan kinerja industri penerbangan nasional?

Ketidakpastian harga energi global, terutama dampak dinamika geopolitik di Timur Tengah, menjadi faktor utama mendorong volatilitas biaya operasional maskapai.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, maskapai perlu meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan efisiensi operasional yang adaptif dan berkelanjutan.

“Upaya efisiensi semata tidak akan cukup tanpa dukungan kebijakan yang responsif dari regulator,” tutur Gatot, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, industri saat ini tengah berada dalam fase rentan, di mana sebagian maskapai masih mencatatkan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun 2025.

Kondisi tersebut berpotensi memicu efek domino bila tekanan biaya khususnya dari avtur tidak diantisipasi secara komprehensif.

“Efisiensi operasional memang menjadi keharusan, namun dukungan regulator juga sangat krusial agar industri tetap memiliki ruang untuk bertahan dan tumbuh. Tanpa itu, risiko tekanan lanjutan terhadap kinerja maskapai akan semakin besar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, agar maskapai tidak terlena dengan adanya penyesuaian harga avtur domestik selama periode Lebaran.

Mulai 1 April 2026, harga bahan bakar avtur ini diproyeksikan kembali meningkat mengikuti tren global.

Gatot menilai, diperlukan sinergi antara pelaku industri dan regulator, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis maskapai dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.

“Tanpa langkah antisipatif yang terkoordinasi, kenaikan harga avtur dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas industri penerbangan nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penerbangan Arus Balik Libur Lebaran Terus Meningkat, InJourney Airports dan Maskapai Siapkan Extra Flight

25 Maret 2026 - 18:53 WIB

Kemenhub Pertimbangkan Penyesuaian Fuel Surcharge dan Tarif Batas Atas Penerbangan

25 Maret 2026 - 18:25 WIB

INACA Nilai Angkutan Penerbangan Mudik Lebaran Sukses dan Minta Penyesuaian Fuel Surcharge

25 Maret 2026 - 14:47 WIB

Arus Balik Libur Lebaran, Penumpang Citilink Hari ini Tembus 45.000

24 Maret 2026 - 17:15 WIB

Kemenhub Imbau Operator Utamakan Keselamatan di Arus Balik Lebaran 2026

24 Maret 2026 - 11:11 WIB

Mantap! Penumpang Angkutan Umum Hari H Lebaran Capai 873 Ribu

22 Maret 2026 - 21:21 WIB

Kemenhub Ajak Masyarakat Pantau Pergerakan Angleb Real Time melalui Nusantara Hub

22 Maret 2026 - 13:31 WIB

Hingga H-1 Lebaran, 10 Juta Orang Telah Mudik dengan Angkutan Umum

21 Maret 2026 - 18:23 WIB

Kemenhub: Puncak Arus Mudik Terjadi pada H-3 Lebaran

20 Maret 2026 - 17:32 WIB

Yes, Puncak Arus Mudik Berjalan Lancar di 37 Bandara InJourney Airports, Jumlah Penumpang Sentuh 570.959

19 Maret 2026 - 18:58 WIB

Trending di BANDARA