Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

PERON

Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap jadi Hunian Vertikal TOD Masyarakat Berpenghasilan Rendah

badge-check


 Sinergi KAI, Kementerian PKP, dan Danantara Berlanjut ke Bandung: Kawasan Kiaracondong Bakal Disulap jadi Hunian Vertikal TOD Masyarakat Berpenghasilan Rendah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau lahan KAI di dekat Balai Yasa Jembatan Kiaracondong, Bandung, Senin (6/4/2026).

Peninjauan ini merupakan langkah awal untuk memetakan sejumlah aset KAI di Bandung yang direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian vertikal terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun perencanaan melalui tim gabungan yang melibatkan Kementerian PKP, KAI, Danantara, dan Pemerintah Kota Bandung. Tim ini bertugas mengkaji aspek teknis dan tata ruang sebelum langkah pembangunan dimulai.

“Kami bekerja untuk kepentingan rakyat. Melalui perencanaan yang matang, lahan-lahan ini nantinya akan disiapkan untuk hunian MBR agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Pada 25 April nanti, tim akan memaparkan konsep dasarnya, termasuk bagaimana fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah akan diintegrasikan dalam kawasan tersebut,” ujar Maruarar Sirait.

Ia juga menyebutkan adanya dukungan awal dari sektor swasta. “Sudah ada komitmen awal untuk pembangunan seribu unit rumah melalui skema tanggung jawab sosial. Lokasi penempatannya akan dikaji bersama KAI agar selaras dengan pengembangan aset mereka,” tambahnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan di sekitar stasiun diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil. Dengan konsep TOD, penghuni nantinya akan memiliki akses langsung ke moda transportasi kereta api yang murah dan cepat.

“Sejumlah lahan KAI di Bandung ini memang diproyeksikan akan dikembangkan menjadi hunian vertikal. Fokus utama kami adalah memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika warga tinggal di area TOD seperti Kiaracondong, mereka akan jauh lebih efisien dalam pengeluaran transportasi karena akses kereta api berada tepat di lingkungan tempat tinggal,” jelas Bobby.

Bobby menambahkan, dalam rencana pengembangannya, kawasan ini juga akan mengakomodasi ruang publik dan area bisnis mikro untuk mendukung ekonomi warga. Langkah inventarisasi ini merupakan bagian dari optimalisasi aset negara yang tetap mengedepankan keselamatan operasional kereta api sekaligus upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Peninjauan di sekitar Balai Yasa Jembatan Kiaracondong ini menjadi dasar dalam penyusunan langkah penataan kawasan yang lebih terarah, tertib, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Cegah Gangguan Perjalanan, KAI Daop 1 Rawat Rel, Wesel, Jembatan hingga LAA

29 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di PERON