Menu

Mode Gelap
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku Elektrifikasi Jalur Perkuat Layanan Urban di Rangkasbitung, Bogor, dan Cikarang Line TikTok Jadi Modus Baru Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada “Putri Duta Besar”: Thriller, Cinta, dan Luka dalam Dunia Tanpa Akar KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026, Perkuat Rantai Pasok Energi Nasional

Uncategorized

Syariat Islam di Aceh Tengah Dinilai Perlu Diperketat

badge-check


 Syariat Islam di Aceh Tengah Dinilai Perlu Diperketat Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Lapangan Musara Alun yang selama ini menjadi ruang publik dan lokasi jogging setiap pagi, kini menuai sorotan.

Sejumlah warga menilai kawasan tersebut kerap dijadikan tempat mengumbar aurat, baik oleh laki-laki yang mengenakan celana pendek maupun perempuan dengan pakaian ketat, yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai syariat Islam.

Kondisi ini memunculkan harapan agar Dinas Syariat Islam Aceh Tengah lebih aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pemahaman dan edukasi tentang tata cara berpakaian yang sesuai dengan ajaran Islam, khususnya di ruang publik.

Selain persoalan berpakaian, praktik perjudian di arena pacuan kuda juga kembali disorot.

Aktivitas tersebut disebut sudah menjadi rahasia umum dan terkesan dibiarkan, sehingga memunculkan anggapan seolah-olah perjudian menjadi sesuatu yang sah dan dibolehkan.

Seiring waktu, Aceh yang dikenal sebagai daerah bersyariat Islam dinilai perlahan mengalami degradasi nilai. Mandeknya peran pengawasan dan pembinaan dari instansi terkait disebut menjadi salah satu penyebab utama.

Kekhawatiran semakin meningkat menjelang bulan suci Ramadhan. Lapangan Musara Alun diprediksi menjadi salah satu lokasi yang kurang nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, apabila tidak ada langkah antisipatif dari pemerintah daerah.

Seorang teungku/ustaz yang ditemui menyampaikan bahwa moralitas generasi saat ini berpotensi semakin melemah jika pemerintah daerah tidak bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Menurutnya, penerapan syariat Islam yang konsisten justru bisa menjadi daya tarik wisata religi, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

“Keindahan alam Aceh Tengah adalah anugerah Allah. Sudah sepatutnya kita menjaganya dengan aturan dan syariat-Nya,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi Allah ini, agar Aceh Tengah tetap dikenal sebagai daerah yang indah secara alam dan kuat secara nilai.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama

8 April 2026 - 20:12 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

8 April 2026 - 19:57 WIB

Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik

8 April 2026 - 17:52 WIB

Pembangunan Sumur Bor ke-9 Dimulai, Fokus Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

8 April 2026 - 17:23 WIB

PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran Strategis, Dorong Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

8 April 2026 - 16:40 WIB

Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik

8 April 2026 - 16:12 WIB

Iran dan Amerika Gencatan Senjata, Pemerintah Pastikan Calon Haji Berangkat Sesuai Rencana

8 April 2026 - 14:34 WIB

Jejak Kreatif Maryoko Aiko Atmodiningrat, dari Majalah Remaja hingga Dunia Periklanan

8 April 2026 - 08:13 WIB

Sulaiman Juned Akan Bahas Keaktoran dan Puisi di Workshop UNJA

8 April 2026 - 06:47 WIB

Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’

7 April 2026 - 18:38 WIB

Trending di PERISTIWA