Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/02) dini hari.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui stasiun televisi pemerintah Iran. Saluran berita IRINN menayangkan foto-foto Khamenei dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai latar serta pita hitam di pojok kiri atas layar sebagai simbol duka.

Penyiar televisi membacakan pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) yang mengonfirmasi kematian Khamenei. Dalam pernyataan itu, SNSC menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menyebabkan wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut.
SNSC menyatakan Khamenei wafat di kantornya saat sedang menjalankan tugas. Dalam keterangan resminya, ia disebut sebagai “martir” dan kematiannya dinilai sebagai awal dari “kebangkitan dalam perjuangan melawan para penindas.”
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa putri Khamenei, seorang menantu, serta seorang cucunya turut tewas dalam serangan tersebut. Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut salah satu menantu perempuan Khamenei juga menjadi korban.
Selain itu, kantor berita resmi IRNA melaporkan Panglima IRGC Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani turut tewas dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait tuduhan tersebut. (Fhm)






























