Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

PERISTIWA

Banjir Rendam Sekitar 100 Rumah di Gang Mawar Bekasi, Warga Minta Pembangunan Tanggul Dipercepat

badge-check


 Warga berpatroli menggunakan perahu karet di kawasan banjir, yang mencapai ketinggian dua meter lebih di Gang Mawar, Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (20/2/2026). Perbesar

Warga berpatroli menggunakan perahu karet di kawasan banjir, yang mencapai ketinggian dua meter lebih di Gang Mawar, Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (20/2/2026).

Wartatrans.com, BEKASI – Banjir kembali merendam permukiman warga di kawasan Gang Mawar, Jalan Kartini, Kota Bekasi sejak Jumat (20/2/2026) siang.

Sekitar 100-an rumah dilaporkan terdampak akibat luapan air kiriman dari hulu Sungai Cileungsi, Bogor.

Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, membuat sebagian warga terpaksa bertahan secara mandiri di lantai dua rumah, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat.

Genangan air terlihat menutup hampir seluruh bagian rumah, hanya menyisakan atap dan lantai atas sebagai tempat berlindung. Aktivitas warga lumpuh, sementara perabotan rumah tangga banyak yang terendam.

Salah seorang warga, Gandi, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 10.30 WIB setelah melimpas dari tanggul. “Ini sekitar 100 rumah kurang lebih yang terdampak. Air naik sekitar setengah sebelas,” ujarnya.

Menurut Gandi, banjir di wilayah tersebut sudah terjadi berulang kali sepanjang Februari. Ia menyebut peristiwa kali ini merupakan banjir keempat dalam sebulan terakhir, bahkan banjir pekan sebelumnya disebut lebih besar dari yang terjadi saat ini. “Di bulan ini sudah keempat kalinya. Minggu kemarin juga sama, bahkan lebih besar,” katanya.

Ia menjelaskan banjir umumnya terjadi akibat kiriman air dari wilayah hulu di Bogor. Bahkan, meski tidak turun hujan di lokasi, kawasan tersebut tetap bisa tergenang jika debit air dari hulu meningkat. “Kalau hujan lokal aman, tapi kalau ada kiriman dari Cileungsi meskipun di sini tidak hujan tetap bisa banjir,” jelasnya.

Gandi mengungkapkan warga sudah terbiasa menghadapi banjir, termasuk proses evakuasi. Namun, menurutnya tantangan terbesar justru terjadi setelah banjir surut karena lumpur yang cukup tebal. “Yang repot itu pasca banjirnya karena lumpurnya lumayan tebal,” ujarnya.

Meski banjir terjadi saat bulan puasa, ia menyebut warga tetap berusaha bertahan. “Alhamdulillah masih bisa bertahan bagi yang bisa,” katanya.

Terkait bantuan, Gandi mengaku hingga saat ini belum ada bantuan yang masuk ke wilayahnya. Ia berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan tanggul agar banjir tidak terus berulang. “Harapannya tanggul disegerakan supaya banjir seperti ini tidak masuk lagi. Ini sebulan sudah empat kali,” katanya.

Gandi juga menyatakan warga pada prinsipnya bersedia direlokasi jika ada solusi yang jelas dan ganti rugi yang sesuai. “Kalau relokasi dengan senang hati, daripada banjir terus. Kalau ganti ruginya sesuai dan tidak merugikan, ya oke,” ujarnya.

Ia mengaku sudah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2000 atau sekitar 25 tahun, meski merasa jenuh dengan banjir yang terus berulang. “Bosen, tapi mau gimana lagi, kita sudah tinggal di sini,” katanya.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Wow, Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

20 Juni 2026 - 05:47 WIB

Halimah Munawir Raih Penghargaan Kategori Inovator pada HUT PT Majmu Musti Sundaya

15 Juni 2026 - 17:46 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Trending di PERISTIWA