Menu ✖

Mode Gelap
Makna Sumpah Pemuda Ditegaskan di Lingkungan Pemprov Jawa Tengah Kemenhub Beri Stimulus Harga Tiket Pesawat Turun pada Periode Nataru Kualitas Udara Fakfak Diprakirakan Tidak Sehat pada 31 Oktober 2026 ​Pelatihan Sastra dan Musikalisasi Puisi Kembali Bergairah, Sanggar Matahari Gelar Workshop Apresiasi Sastra di Rumah Puisi Taufiq Ismail Wamenhub Buka Munas IX APBMI, Capt. H. Juswandi Kristanto Kembali Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031 Musda I APPSI Aceh Tengah Resmi Bentuk Kepengurusan Periode 2026–2031, Ali Munawardiko. SE, Terpilih Secara Aklamasi

PERISTIWA

Banjir Rendam Sekitar 100 Rumah di Gang Mawar Bekasi, Warga Minta Pembangunan Tanggul Dipercepat

badge-check


 Warga berpatroli menggunakan perahu karet di kawasan banjir, yang mencapai ketinggian dua meter lebih di Gang Mawar, Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (20/2/2026). Perbesar

Warga berpatroli menggunakan perahu karet di kawasan banjir, yang mencapai ketinggian dua meter lebih di Gang Mawar, Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (20/2/2026).

Wartatrans.com, BEKASI – Banjir kembali merendam permukiman warga di kawasan Gang Mawar, Jalan Kartini, Kota Bekasi sejak Jumat (20/2/2026) siang.

Sekitar 100-an rumah dilaporkan terdampak akibat luapan air kiriman dari hulu Sungai Cileungsi, Bogor.

Ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, membuat sebagian warga terpaksa bertahan secara mandiri di lantai dua rumah, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat.

Genangan air terlihat menutup hampir seluruh bagian rumah, hanya menyisakan atap dan lantai atas sebagai tempat berlindung. Aktivitas warga lumpuh, sementara perabotan rumah tangga banyak yang terendam.

Salah seorang warga, Gandi, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 10.30 WIB setelah melimpas dari tanggul. “Ini sekitar 100 rumah kurang lebih yang terdampak. Air naik sekitar setengah sebelas,” ujarnya.

Menurut Gandi, banjir di wilayah tersebut sudah terjadi berulang kali sepanjang Februari. Ia menyebut peristiwa kali ini merupakan banjir keempat dalam sebulan terakhir, bahkan banjir pekan sebelumnya disebut lebih besar dari yang terjadi saat ini. “Di bulan ini sudah keempat kalinya. Minggu kemarin juga sama, bahkan lebih besar,” katanya.

Ia menjelaskan banjir umumnya terjadi akibat kiriman air dari wilayah hulu di Bogor. Bahkan, meski tidak turun hujan di lokasi, kawasan tersebut tetap bisa tergenang jika debit air dari hulu meningkat. “Kalau hujan lokal aman, tapi kalau ada kiriman dari Cileungsi meskipun di sini tidak hujan tetap bisa banjir,” jelasnya.

Gandi mengungkapkan warga sudah terbiasa menghadapi banjir, termasuk proses evakuasi. Namun, menurutnya tantangan terbesar justru terjadi setelah banjir surut karena lumpur yang cukup tebal. “Yang repot itu pasca banjirnya karena lumpurnya lumayan tebal,” ujarnya.

Meski banjir terjadi saat bulan puasa, ia menyebut warga tetap berusaha bertahan. “Alhamdulillah masih bisa bertahan bagi yang bisa,” katanya.

Terkait bantuan, Gandi mengaku hingga saat ini belum ada bantuan yang masuk ke wilayahnya. Ia berharap pemerintah segera mempercepat pembangunan tanggul agar banjir tidak terus berulang. “Harapannya tanggul disegerakan supaya banjir seperti ini tidak masuk lagi. Ini sebulan sudah empat kali,” katanya.

Gandi juga menyatakan warga pada prinsipnya bersedia direlokasi jika ada solusi yang jelas dan ganti rugi yang sesuai. “Kalau relokasi dengan senang hati, daripada banjir terus. Kalau ganti ruginya sesuai dan tidak merugikan, ya oke,” ujarnya.

Ia mengaku sudah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2000 atau sekitar 25 tahun, meski merasa jenuh dengan banjir yang terus berulang. “Bosen, tapi mau gimana lagi, kita sudah tinggal di sini,” katanya.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KPA Desak Pembebasan Empat Petani Aceh Timur yang Ditangkap Aparat

26 Oktober 2026 - 22:31 WIB

KAI Services Gandeng UMKM Lokal di Sarkemfest 2026 Yogyakarta

26 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya!

25 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi 2 Pelaut Wafat Saat Bertugas

25 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim

25 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pedagang Kecil Fakfak Menanti Kepastian Nasib

25 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Polri, BNN, dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara di Aceh dan Sumut

24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada

24 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Dugaan Jaringan Narkotika Internasional di Pidie, Aparat Diminta Buka Hasil Penyelidikan

23 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Seluruh Pihak yang Telah Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi

23 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Trending di ANJUNGAN