Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

PERISTIWA

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Penolakan terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda terus bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat Aceh. Kali ini, penolakan disampaikan oleh Zulfan Diara Gayo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah, yang menilai judul tersebut melukai perasaan masyarakat Aceh, khususnya keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya.

Menurut Zulfan, Laksamana Malahayati merupakan sosok pejuang perempuan yang memiliki hubungan historis dengan keturunan Meurah Johan. Karena itu, penggunaan frasa “Pasukan 1000 Janda” dinilai tidak mencerminkan kebesaran sosok Malahayati, bahkan berpotensi merendahkan martabat perjuangannya.

“Judul film itu membuat hati kami terluka sebagai keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya. Malahayati adalah pejuang perempuan yang kami hormati, sehingga penyematan judul tersebut sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Zulfa juga mempertanyakan dasar historis penggunaan istilah “1000 janda” dalam judul film tersebut.

“Pertanyaan besar kami, mengapa harus menggunakan judul 1000 Janda? Apakah ada bukti autentik yang menyatakan bahwa Malahayati memiliki pasukan seribu janda? Jika tidak ada dasar sejarah yang kuat, mengapa istilah itu justru dijadikan identitas utama film?” katanya.

Ia menilai judul tersebut telah mencederai jati diri seorang pejuang besar yang selama ini dikenang karena keberanian, kepemimpinan, dan strategi militernya, bukan karena status para pengikutnya

“Kenapa harus mencederai jati diri pejuang kami yang hebat? Apa maksud mencaplok nama pejuang perempuan yang begitu besar dengan konotasi ‘1000 janda’? Di dalam darah Malahayati mengalir darah keturunan Meurah Johan, yang juga merupakan bagian dari sejarah kami di Gayo Raya,” tegasnya.

Meski demikian, Zulfan menegaskan dirinya mendukung upaya mengangkat kisah Laksamana Malahayati ke layar lebar sebagai bagian dari edukasi sejarah dan pelestarian budaya. Namun, ia berharap para sineas mempertimbangkan kembali judul film tersebut agar lebih mencerminkan kehormatan, nilai sejarah, dan martabat Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

8 Oktober 2026 - 00:22 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Trending di RAGAM