Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan Garuda Indonesia Kembali Terbangi Rute Bandung–Bali

PERISTIWA

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Penolakan terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda terus bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat Aceh. Kali ini, penolakan disampaikan oleh Zulfan Diara Gayo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah, yang menilai judul tersebut melukai perasaan masyarakat Aceh, khususnya keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya.

Menurut Zulfan, Laksamana Malahayati merupakan sosok pejuang perempuan yang memiliki hubungan historis dengan keturunan Meurah Johan. Karena itu, penggunaan frasa “Pasukan 1000 Janda” dinilai tidak mencerminkan kebesaran sosok Malahayati, bahkan berpotensi merendahkan martabat perjuangannya.

“Judul film itu membuat hati kami terluka sebagai keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya. Malahayati adalah pejuang perempuan yang kami hormati, sehingga penyematan judul tersebut sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Zulfa juga mempertanyakan dasar historis penggunaan istilah “1000 janda” dalam judul film tersebut.

“Pertanyaan besar kami, mengapa harus menggunakan judul 1000 Janda? Apakah ada bukti autentik yang menyatakan bahwa Malahayati memiliki pasukan seribu janda? Jika tidak ada dasar sejarah yang kuat, mengapa istilah itu justru dijadikan identitas utama film?” katanya.

Ia menilai judul tersebut telah mencederai jati diri seorang pejuang besar yang selama ini dikenang karena keberanian, kepemimpinan, dan strategi militernya, bukan karena status para pengikutnya

“Kenapa harus mencederai jati diri pejuang kami yang hebat? Apa maksud mencaplok nama pejuang perempuan yang begitu besar dengan konotasi ‘1000 janda’? Di dalam darah Malahayati mengalir darah keturunan Meurah Johan, yang juga merupakan bagian dari sejarah kami di Gayo Raya,” tegasnya.

Meski demikian, Zulfan menegaskan dirinya mendukung upaya mengangkat kisah Laksamana Malahayati ke layar lebar sebagai bagian dari edukasi sejarah dan pelestarian budaya. Namun, ia berharap para sineas mempertimbangkan kembali judul film tersebut agar lebih mencerminkan kehormatan, nilai sejarah, dan martabat Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi

7 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Satgas PPA Aceh Tengah Perkuat Koordinasi Strategis dengan Pemkab

7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

6 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani

6 Agustus 2026 - 21:33 WIB

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta

6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Terima 114 Unit Huntara dari Mercy Malaysia untuk Korban Banjir

6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Trending di RAGAM