Menu

Mode Gelap
Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

PERISTIWA

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

badge-check


 Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda” Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Penolakan terhadap penggunaan judul film Malahayati: Pasukan 1000 Janda terus bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat Aceh. Kali ini, penolakan disampaikan oleh Zulfan Diara Gayo, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah, yang menilai judul tersebut melukai perasaan masyarakat Aceh, khususnya keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya.

Menurut Zulfan, Laksamana Malahayati merupakan sosok pejuang perempuan yang memiliki hubungan historis dengan keturunan Meurah Johan. Karena itu, penggunaan frasa “Pasukan 1000 Janda” dinilai tidak mencerminkan kebesaran sosok Malahayati, bahkan berpotensi merendahkan martabat perjuangannya.

“Judul film itu membuat hati kami terluka sebagai keturunan Meurah Johan dari Gayo Raya. Malahayati adalah pejuang perempuan yang kami hormati, sehingga penyematan judul tersebut sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Zulfa juga mempertanyakan dasar historis penggunaan istilah “1000 janda” dalam judul film tersebut.

“Pertanyaan besar kami, mengapa harus menggunakan judul 1000 Janda? Apakah ada bukti autentik yang menyatakan bahwa Malahayati memiliki pasukan seribu janda? Jika tidak ada dasar sejarah yang kuat, mengapa istilah itu justru dijadikan identitas utama film?” katanya.

Ia menilai judul tersebut telah mencederai jati diri seorang pejuang besar yang selama ini dikenang karena keberanian, kepemimpinan, dan strategi militernya, bukan karena status para pengikutnya

“Kenapa harus mencederai jati diri pejuang kami yang hebat? Apa maksud mencaplok nama pejuang perempuan yang begitu besar dengan konotasi ‘1000 janda’? Di dalam darah Malahayati mengalir darah keturunan Meurah Johan, yang juga merupakan bagian dari sejarah kami di Gayo Raya,” tegasnya.

Meski demikian, Zulfan menegaskan dirinya mendukung upaya mengangkat kisah Laksamana Malahayati ke layar lebar sebagai bagian dari edukasi sejarah dan pelestarian budaya. Namun, ia berharap para sineas mempertimbangkan kembali judul film tersebut agar lebih mencerminkan kehormatan, nilai sejarah, dan martabat Laksamana Malahayati sebagai pahlawan nasional.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

9 Bulan Tak Digaji, 60 Honorer Damkar Gayo Lues Pertanyakan Kejelasan Pemda

18 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Haji Fikri Soroti Kesiapan Mitigasi Bencana di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar Diminta Perkuat Ketahanan Wilayah

18 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Trending di RAGAM