Wartatrans.com, BEKASI – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk ekspedisi dan sejumlah sepeda motor terjadi di Jalan Cut Meutia, tepatnya di Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal diketahui merupakan pengemudi ojek online berinisial S (42) yang mengalami luka berat di bagian kepala. Korban dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi, sementara para korban luka mendapatkan penanganan medis.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, membenarkan adanya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Berdasarkan data awal, satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.
“Betul, info awal sementara ada satu korban meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka,” kata Gefri saat dikonfirmasi, Senin.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara, truk mengalami gangguan pada sistem pengereman.
“Dugaan sementara terkait kendaraannya tidak siap beroperasi, rem blong. Mohon waktu ya, kami sedang mengumpulkan saksi-saksi dan CCTV,” ujar Gefri.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Triana, mengatakan kecelakaan melibatkan satu unit mobil boks dan lima sepeda motor.
“Kendaraan yang terlibat satu mobil boks dan lima roda dua,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Bayu Kusuma (24), truk melaju dari arah Jakarta menuju Bekasi dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di persimpangan, lampu lalu lintas sudah menunjukkan lampu merah, namun truk tetap melaju hingga menghantam deretan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu hijau.
“Yang meninggal satu orang, ojol,” kata Bayu di lokasi kejadian.
Setelah menabrak kendaraan yang berhenti di lampu merah, truk disebut masih terus melaju dan kembali menabrak pengendara dari arah Tol Bekasi Timur menuju SMP Negeri 2 Kota Bekasi.
Sedikitnya lima sepeda motor mengalami kerusakan akibat benturan tersebut.
Bayu menduga truk mengalami rem blong karena sejak sebelum memasuki persimpangan kendaraan sudah melaju cukup kencang.
“Mobilnya sempat oleng ke kiri, dan di sebelah kiri banyak motor yang lagi berhenti,” tuturnya.
Di sisi lain, petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Hardi Sanusi, mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Menurutnya, kecelakaan terjadi saat kendaraan melintas di persimpangan ketika lampu lalu lintas sedang berganti.
“Mobil truknya kencang. Kebetulan posisinya nanggung, mau merah. Tapi ada yang enggak sabar jalan. Nah, yang dari SMP 2 kencang, langsung tabrak,” kata Hardi.
Hardi juga belum dapat memastikan dugaan rem blong. Menurut pengamatannya, truk masih sempat melakukan pengereman sebelum tabrakan terjadi.
“Kalau rem blong, enggak mungkin ngerem,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah kendaraan yang terlibat karena fokus melakukan evakuasi korban dan mengurai kemacetan di lokasi.
Sopir truk kini telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.(fahmi)































