Menu ✖

Mode Gelap
WALHI Ungkap 372 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla 2026, Sebanyak 52 Berafiliasi dengan Malaysia dan Singapura Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi  Asap Karhutla Mulai Berdampak pada Penerbangan di Wilayah Timur Indonesia Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II Gala Indonesia Bercerita, Gerakan Kebudayaan untuk Melahirkan Agen Peradaban Baru Eskalator Stasiun Duri Kembali Beroperasi, KAI Commuter Minta Pengguna Tak Berjalan

EKOBIS

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

badge-check


 Tananahu, Maluku Tengah Perbesar

Tananahu, Maluku Tengah

Wartatrans.com, MALUKU TENGAH – Menyikapi ketegangan yang terjadi di Tananahu, Maluku Tengah, Senin (22/6/2026), PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 8 bersama Pemerintah Negeri dan Otoritas Adat Tananahu sepakat bergerak bersama untuk meredam situasi.

Selanjutnya mengedepankan ruang dialog yang jernih demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Sebagai komitmen terhadap keterbukaan informasi yang berimbang, PTPN I bersama tokoh masyarakat setempat mengimbau semua pihak untuk mendudukkan perkara secara jernih dan objektif,” tutur Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN I (Persero) Regional 8, Hamsah, Kamis (25/6/2026).

Perusahaan menjelaskan bahwa kehadiran tim PTPN I di lokasi tersebut merupakan bagian dari agenda operasional rutin di atas wilayah kerja perusahaan yang sah secara hukum, sekaligus bagian dari upaya mendukung program strategis nasional.

Namun, akibat situasi lapangan yang berkembang sangat dinamis, terjadi perbedaan pandangan yang memicu benturan fisik hingga mengakibatkan adanya korban luka, termasuk dari pihak internal PTPN I yang saat ini telah mendapatkan perawatan medis.

Benturan fisik di lapangan sempat pecah ketika tim operasional perusahaan melakukan aktivitas berkala di atas area kerja yang sah secara hukum.

“Aktivitas tersebut merupakan bagian dari langkah awal program strategis nasional berupa hilirisasi komoditas kelapa dalam dan pala,” katanya.

Adanya perbedaan pandangan dalam tata kelola lahan ini memicu kesalahpahaman yang berujung pada kerugian materiil serta jatuhnya korban luka.

Dia menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Menurutnya, benturan fisik telah merusak sejumlah fasilitas kerja perusahaan serta rumah dinas karyawan pimpinan di Unit Kebun Awaya.

“Kami sangat menyayangkan dinamika ini berujung pada kekerasan. Salah satu rekan kami, Asisten Kepala Kebun Awaya, Sdr. Chisberth F. Belseran, mengalami luka di kening dan saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sahulau,” ujar Hamsah.

Penanganan penertiban sosial sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib, seraya menegaskan pintu komunikasi tetap terbuka lebar.

Merespons situasi tersebut, Camat Teluk Elpaputih, Agnes Jeane Manuhutu meminta warga di wilayahnya mulai dari Negeri Liang, Sahulau, Tananahu, hingga Waraka untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang simpang siur.

“Kita harus melihat ke depan. Kehadiran proyek hilirisasi di wilayah kita ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga peluang usaha baru. Kita butuh kemajuan ekonomi ini agar daerah kita tidak tertinggal,” ujar Agnes.

“Aspirasi seharusnya disampaikan lewat musyawarah adat yang damai, bukan aksi emosional yang merugikan semua pihak. Benturan fisik ini harus menjadi yang terakhir. Kita hormati proses hukum yang kini berjalan di kepolisian.”

Hamsah mengungkapkan komitmen perusahaan, untuk selalu mengedepankan pendekatan humanis, ruang dialog, dan kerja sama erat dengan pemerintah daerah, tokoh adat, serta aparat penegak hukum demi terciptanya solusi yang adil, aman, dan damai bagi semua pihak. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi 

14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Kunjungi Aceh, Kepala BGN Sudaryono Tinjau MBG di Aceh Besar, Soroti Gizi dan Ketepatan Sasaran

14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Kabut Asap Kepung Papua Barat, 193 Titik Panas Terdeteksi, Ratusan Warga Terserang ISPA

14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Kebakaran Hutan Meluas, Prabowo Turun Tangan: Kerahkan 60 Ribu Personel dan Siapkan 70 Ribu Polisi Hutan

14 Oktober 2026 - 07:10 WIB

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

30 Hektare Lahan Meikarta Disiapkan untuk Rumah Subsidi

12 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Trending di EKOBIS