Menu ✖

Mode Gelap
Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026 Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina BRSN DPP PKS Kunjungi Tiga Provinsi di Pulau Jawa, Perkuat Konsolidasi dan Program Join PKS Denny Sambangi PKS, Putusan MK dan MA Jadi Sorotan Baru dalam Desakan Pemakzulan Gibran

PERISTIWA

Warga Lingkar Tambang Desak PT CPM Angkat Kaki Dari Bumi Tadulako 

badge-check


 Warga Lingkar Tambang Desak PT CPM Angkat Kaki Dari Bumi Tadulako  Perbesar

Wartatrans.com, PALU —  Masyarakat lingkar tambang Poboya kembali menggeruduk PT Citra Palu Minerals (PT CPM) di Kelurahan Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Sebelum menuju kantor PT CPM, massa aksi berkumpul di jalan utama. Aksi ini dilakukan untuk menagih janji PT CPM yang sebelumnya telah disepakati terkait penciutan lahan di lokasi kontrak karya PT CPM.

Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan “Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Poboya Mendesak PT CPM Segera Angkat Kaki dari Bumi Tadulako”.

“Penciutan Lahan Konsesi CPM Harga Mati bagi Masyarakat Tambang Poboya” serta

“Usir CPM! Kami Sudah Bosan dengan Janji Manis & Pepesan Kosong”.

“Perjuangan Penciutan Lahan Akan Terus Kami Lakukan Meski Nyawa Taruhannya”.

“Tambang Poboya Tanah Ulayat Kami, Keadilan Harga Mati”.

“Kami Akan Terus Melawan, Lebih Baik Mati Daripada Tertindas”.

Ratusan masyarakat lingkar tambang ini mengenakan siga berwarna merah. Setiba di depan kantor PT CPM, aparat kepolisian dan TNI serta security telah berjaga di gerbang depan.

Pantauan di lapangan, nyaris terjadi keributan antara warga dan pihak keamanan PT CPM. Massa aksi sempat berupaya menjebol gerbang Kantor PT CPM, namun korlap berhasil menenangkan massa yang sempat memanas.

Koordinator aksi, Amir Sidik mengatakan bahwa demo kali ini membawa tiga tuntutan utama, terutama penciutan wilayah kontrak karya (KK) milik CPM untuk dikelola masyarakat.

Massa juga meminta pihak CPM mencabut laporan polisi (LP) yang mereka layangkan mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal di area konsesi

“Tuntutan pertama masyarakat yaitu mengenai penciutan lahan. Kemudian (perusahaan) mencabut LP perihal masyarakat yang diduga melakukan aktivitas tambang ilegal,” ungkap Amir.

Terakhir, sambung Amir, masyarakat meminta CPM memberikan ruang kepada para penambang untuk tetap beraktivitas.

Ia mengatakan, warga penambang sebelumnya didera kecemasan ketika ingin bekerja karena mengetahui kedatangan aparat TNI-Polri.

“Masyarakar awalnya resah. Alhamdulillah sudah ada jawaban dari perusahaan tentang kesepakatan joint operation (JO). Skema ini menjadi kemudahan agar warga terlibat dalam pengelolaan tambang,” ujar Amir.***  (AGS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan 

30 Oktober 2026 - 12:36 WIB

IDSurvey Tegaskan Peran Strategis Pemastian Mutu untuk Daya Saing Industri Nasional

30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Trending di NASIONAL