Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak luas terhadap penduduk dan infrastruktur.
Berdasarkan laporan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Badan Tropis Senyar, tercatat sebanyak 101 orang meninggal dunia dan 18 orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Data sementara yang diperbarui pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 18.00 WIB mencatat, bencana ini berdampak pada 12 kecamatan dan 209 kampung di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Selain korban jiwa, ribuan warga turut terdampak dan harus mengungsi.
Sebanyak 1.666 kepala keluarga atau 7.206 jiwa tercatat mengungsi di 72 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah wilayah. Sementara itu, 73.444 kepala keluarga atau 289.161 jiwa lainnya terdampak namun tidak mengungsi.
Dampak kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan permukiman warga. Tercatat 37.888 unit rumah terdampak dengan rincian rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, hingga terendam banjir. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada 723 kilometer jalan, 31 unit jembatan, serta 192 fasilitas layanan kesehatan.
Sektor ekonomi masyarakat turut terdampak signifikan. Lahan sawah seluas 7.529 hektare, kebun 713 hektare, serta perkebunan 430,5 hektare dilaporkan terdampak. Di sektor peternakan, sebanyak 137.094 ekor ternak turut terkena dampak bencana.
Kerusakan juga dilaporkan pada bangunan ruko dan kios, perkantoran, pasar, sarana pendidikan, serta 724 sarana ibadah dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama unsur terkait masih terus melakukan penanganan darurat, pendataan lanjutan, serta penyaluran bantuan bagi para korban. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Aceh Tamiang.(****)









