Menu

Mode Gelap
Ayo Pesan Tiket dari Sekarang, Diskon Tarif Ferry Masih Tersedia Layanan Pelabuhan Kembali Dibuka, Gilimanuk Tetap Lancar dan Terkendali Tebar Kebaikan di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026 Momen Angkutan Lebaran 2026, Whoosh Hadirkan Diskon Tiket hingga Rp 100 Ribu Kemenhub: Puncak Arus Mudik Terjadi pada H-3 Lebaran Dirjen Hubdat Imbau Pemudik Hindari Waktu Puncak Arus Balik

RAGAM

Warga Muhammadiyah Semarang Rayakan Lebaran 20 Maret 2026 dengan Tetap Menghormati Perbedaan

badge-check


 Warga Muhammadiyah Semarang Rayakan Lebaran 20 Maret 2026 dengan Tetap Menghormati Perbedaan Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang dan puluhan ribu jamaah menjalankan Salat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini mengikuti maklumat resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Terpantau warga Semarang antusias memilih tempat salat Ied terdekat yang disediakan PDM. Contohnya warga Gayamsari di masjid Muqorobin, jalan Beruang Dalam Barat. Warga Ngaliyan – Wates di Masjid At-Taqwa serta warga Kelurahan Rejosari yang memilih lapangan Taman Lansia RW 2 sebagai tempat salat Ied.

Puluhan lokasi lainnya tersebar di berbagai kecamatan se Kota Semarang yang meliputi lapangan terbuka, halaman sekolah, hingga pelataran masjid. Pantauan Wartatrans.com, tidak hanya PDM Semarang tapi semua pengurus di Jawa Tengah menyediakan tempat salat Ied.

Panitia di setiap tingkat cabang juga menyiapkan area parkir jamaah. Pada semua kegiatan ini, pihak Muhammadiyah selalu menjalin koordinasi intensif dengan jajaran pejabat terkait dan aparat kepolisian setempat.

“Kami sudah berkoordinasi secara penuh dengan Pemangku Jabatan Terkait, Polrestabes, serta Polsek setempat. Tujuannya agar ibadah berjalan lancar dan kenyamanan masyarakat juga terjaga dengan baik,” ungkap Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi M. Ag.

Terkait terjadinya perayaan lebaran 2026 pada hari lain, dirinya menghimbau warga tetap tenang. Fachrur Rozi meminta warga Muhammadiyah selalu mengedepankan toleransi beragama dengan selalu menghormati perbedaan yang terjadi.

“Perbedaan jatuhnya 1 Syawal adalah rahmat sekaligus bukti kekayaan pemikiran umat Islam. Oleh karena itu, warga Muhammadiyah harus menjadi pelopor toleransi sosial,” ujarnya.

Selaku pimpinan, dia mempersilakan warganya merayakan Idul Fitri pada hari Jumat (30/3/2026) tetapi wajib menghormati saudara muslim lainnya yang masih menjalankan ibadah puasa. Intinya tidak berlebihan dalam merayakan hari kemenangan.

“Pada akhirnya, kerukunan warga di mana pun berada menjadi prioritas utama di atas segala perbedaan,” harap Fachrur Rozi.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tebar Kebaikan di Bulan Suci, IPCC Gelar Program Berbagi Ramadan 2026

20 Maret 2026 - 17:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Modular, Solusi Urai Kemacetan di Jalur Mudik

19 Maret 2026 - 19:14 WIB

Kinerja Kian Optimal, PT TTL Bukukan Pertumbuhan Arus Petikemas Lebih dari 8% pada Februari 2026

18 Maret 2026 - 21:56 WIB

Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadhan

18 Maret 2026 - 21:39 WIB

Keren! BKKP Hadirkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan di Tengah Ramainya Pemudik di Pelabuhan Merak

18 Maret 2026 - 18:36 WIB

WamenPANRB dan WamenHub Kunjungi KM Labobar, Pantau Puncak Arus Mudik Kapal PELNI di Pelabuhan Tanjung PriokPel

18 Maret 2026 - 16:50 WIB

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Kapan Idul Fitri 2026, Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat 

18 Maret 2026 - 03:45 WIB

Dukung Ibadah Ramadhan Warga Ring Satu, IPC TPK Gelar Karpet di Delapan Masjid Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

18 Maret 2026 - 00:28 WIB

DAMRI Dukung Mudik Nyaman Bersama 2026, Pastikan Layanan Perjalanan Aman dan Nyaman

17 Maret 2026 - 22:23 WIB

Safari Politik, Agus Lamakarate Temui Ketua Muhammadiyah dan Pimpinan Majelis Dzikir Asmaul Husna

17 Maret 2026 - 16:50 WIB

Trending di RAGAM