Menu ✖

Mode Gelap
Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik Layanan BMKG Jangkau 620 Bandara dan 677 Pelabuhan Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8% Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya! Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi Didukung Titiek Soeharto, KKP Perkuat Pemberdayaan Usaha Perikanan Desa di HUT ke-27

Uncategorized

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Kapan Idul Fitri 2026, Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat 

badge-check


 Muhammadiyah Sudah Tetapkan Kapan Idul Fitri 2026, Pemerintah Masih Menunggu Sidang Isbat  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Jelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah Indonesia belum menentukan secara resmi kapan Hari Raya Idul Fitri 2026. Seperti tradisi sebelumnya, penetapan dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat dijadwalkan pada 19 Maret 2026 jam 16.00 WIB. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Sidang isbat dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah berlaku selama ini. Pemerintah menggunakan metode gabungan antara hisab dan rukyat.

Metode hisab merupakan perhitungan astronomi yang digunakan untuk memprediksi posisi bulan dan matahari. Sementara itu, rukyat adalah proses pengamatan langsung hilal atau bulan sabit muda yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Untuk menentukan kapan Hari Raya Lebaran tahun ini, beberapa lembaga dilibatkan yang antara lain adalah Kementerian Agama, Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Perwakilan planetarium dan observatorium, serta Organisasi kemasyarakatan Islam.

Dengan keterlibatan berbagai lembaga, keputusan diharapkan menjadi pedoman yang sah dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Selain itu agar keputusan yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat.

“Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman umat Islam di Indonesia,” ujar Rokhmad.

Di sisi lain, organisasi Islam Muhammadiyah sudah menetapkan kapan Idul Fitri yaitu pada Jumat tanggal 20 Maret 2026. Keputusan ini merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Penetapan yang menggunakan perhitungan astronomi menjadikan tanggal hari raya dapat diketahui lebih awal. Metode tersebut memungkinkan warga Muhammadiyah untuk merencanakan berbagai kegiatan ibadah dan persiapan Lebaran jauh sebelum Ramadan berakhir. Ini termasuk pengadaan shalat Ied pada pagi hari dan shalat Jumat siang harinya di 1 Syawal 1447 H besok.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya!

25 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi

25 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Bidik Pengurangan Emisi Maritim, IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK

25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

RAW Merealisasi Bakti ke Masyarakat Semarang

25 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lurah Mampang Depok Darmawansyah Mengajak Warga Dukung Program Pemkot Depok

25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pedagang Kecil Fakfak Menanti Kepastian Nasib

25 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia, Dorong Produk Lokal Mendunia

25 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Keanoniman dan Sumber Anonim dalam Bermedsos, Disanalah Kredibilitas Dipertaruhkan

25 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK 

24 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Trending di Uncategorized