Menu ✖

Mode Gelap
Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik Layanan BMKG Jangkau 620 Bandara dan 677 Pelabuhan Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8% Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya! Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi Didukung Titiek Soeharto, KKP Perkuat Pemberdayaan Usaha Perikanan Desa di HUT ke-27

ANJUNGAN

Layanan BMKG Jangkau 620 Bandara dan 677 Pelabuhan

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Layanan informasi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjangkau 620 bandar udara dan 677 pelabuhan untuk mendukung keselamatan transportasi.

Tantangannya ialah memastikan peringatan diterjemahkan menjadi keputusan operasional.

Dalam audiensi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) di Jakarta, Rabu (21/10/2026), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan peran informasi meteorologi.

“Bagi BMKG, informasi cuaca bukan hanya untuk mengetahui kondisi atmosfer, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keselamatan operasional transportasi, baik udara, laut, maupun darat,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan pengamatan dan pengolahan data berlangsung selama 24 jam.

“Jika sebelumnya pelaporan data bisa memakan waktu berjam-jam, kini kami memangkasnya menjadi hitungan menit agar pengambil keputusan, seperti nakhoda dan syahbandar, bisa langsung merespons,” kata Guswanto.

Pada penerbangan, 106 lokasi stasiun meteorologi melayani 620 bandara. Sebanyak 190 titik dilengkapi Automatic Weather Observing System (AWOS), sementara 46 radar memantau atmosfer.

Layanan mencakup METAR, prakiraan TAF, dan informasi potensi awan cumulonimbus.

Di sektor maritim, layanan menjangkau 677 pelabuhan dengan dukungan Ocean Forecast System (OFS), INA-DRIFT, dan INA-WIS.

Untuk jalur darat dan kereta api, Digital Weather for Traffic (DWT) menyediakan prakiraan serta peringatan berdasarkan rute.

Dari sisi investigasi, Ketua KNKT Ahmad menyoroti keterbatasan investigator pelayaran dan pentingnya dukungan data meteorologi.

“Saat ini jumlah tenaga investigator pelayaran kami se-Indonesia sangat terbatas sehingga dukungan kolaborasi dari pemangku kepentingan, seperti BMKG, amatlah krusial bagi kami,” tutur Ahmad.

“Kami sangat bergantung pada data dan informasi dari BMKG.”

Ia juga menyampaikan arahan Menteri Perhubungan agar KNKT lebih proaktif dan preventif, serta menilai kerja sama perlu dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang lebih komprehensif.

Kasus KM Virgo Transport 8 memperlihatkan pentingnya data meteorologi dalam investigasi kecelakaan.

Pakar lingkungan laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kriyo Sambodho, menyebut angin tenggara 18–20 knot, hembusan hingga 30 knot, dan gelombang signifikan 1,9–2 meter di perairan Masalembo berpotensi memengaruhi stabilitas kapal.

BMKG mengembangkan Impact-Based Forecasting (IBF), yang menghubungkan prakiraan cuaca dengan potensi dampak dan rekomendasi tindakan hingga 10 hari ke depan, diperbarui setiap 12 jam. Informasi ini kini dapat mendukung keputusan seperti penundaan perjalanan, perubahan rute, atau pembatasan pelayaran.

Benchmark ASEAN menunjukkan beragam pendekatan. Singapura mencatat 55 penerbangan dialihkan akibat cuaca buruk pada Januari–November 2025, dibandingkan sembilan pada periode sama tahun sebelumnya. Angka tersebut bukan bukti langsung efektivitas program meteorologi.

Malaysia menyediakan prakiraan hingga tujuh hari, Filipina mengimbau kapal berlindung saat laut berbahaya, sedangkan Thailand menerbitkan prakiraan pelayaran dan informasi tinggi gelombang.

Penerapan layanan berbasis dampak membutuhkan dukungan anggaran. Pagu efektif BMKG 2026 mencapai Rp2.463.409.331.000, dengan realisasi keuangan 56,06 persen per 31 Agustus.

Pagu 2027 ditetapkan Rp2.522.814.936.000. Angka tersebut mencakup anggaran lembaga, bukan khusus keselamatan transportasi.

Efektivitas layanan ditentukan oleh pemanfaatan informasi cuaca dalam keputusan operasional.

Kolaborasi BMKG, KNKT, dan operator transportasi penting agar peringatan dini membantu mencegah kecelakaan demi keselamatan. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi 2 Pelaut Wafat Saat Bertugas

25 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jasa Raharja Jamin Biaya Perawatan Pengemudi Ojol Korban Kecelakaan Beruntun di Panglima Polim

25 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Bidik Pengurangan Emisi Maritim, IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK

25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

IPCC Catat Laba Bersih Rp177,18 Miliar hingga Kuartal III 2026, Perkuat Strategi Integrated Auto Solutions

24 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Penumpang dan Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

23 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Portlink III Disiapkan ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

23 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Pelindo Dukung Penanganan Bencana Melalui Fasilitasi Pengiriman Kontainer Pelayanan Kesehatan di NTT

23 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Perkuat Sinergi dengan Mitra, Pelindo Regional 2 Pulihkan Keuangan Negara Rp170 Miliar

23 Oktober 2026 - 18:03 WIB

AirNav Bersama Malaysia Perkuat Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan

23 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Trending di BANDARA