Wartatrans.com, PIDIE — Puluhan warga Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, nekat menyusuri kawasan hutan lindung Neubok Badeuk untuk mencari para pelaku tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap melanda wilayah mereka.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keputusasaan warga yang selama ini merasa kerusakan hutan di wilayah hulu terus dibiarkan, sementara dampaknya selalu dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan permukiman.

Sekitar 60 warga yang berasal dari Desa Pulo Mesjid dan Desa Neubok Badeuk memasuki kawasan pegunungan dengan tujuan menemukan alat berat jenis ekskavator serta mengungkap keberadaan mafia tambang ilegal yang diduga beroperasi secara tersembunyi di kawasan hutan lindung tersebut.
Warga menilai aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar telah merusak fungsi hutan sebagai daerah resapan air. Akibatnya, setiap kali hujan deras turun, air dari kawasan pegunungan langsung meluap ke permukiman warga dan memicu banjir bandang yang terus berulang.
“Kami sudah terlalu sering jadi korban. Hutan rusak, air langsung turun tanpa kendali,” ungkap salah seorang warga yang ikut dalam pencarian tersebut.
Masyarakat Tangse mengaku lelah menghadapi bencana yang sama dari waktu ke waktu dan berharap langkah turun langsung ke hutan ini dapat menjadi upaya terakhir untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan sekaligus mencegah banjir bandang kembali terjadi di wilayah mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan Neubok Badeuk maupun langkah penindakan yang akan dilakukan.*** (Jasa)










