Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat kinerja operasional positif sepanjang tahun 2025. Selama periode Januari hingga Desember 2025, layanan kereta cepat Whoosh telah melayani sebanyak 6,2 juta penumpang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 6 juta penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa tren pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Whoosh sebagai moda transportasi cepat, aman, dan andal untuk perjalanan antarkota.

“Sepanjang 2025 kami melihat pertumbuhan volume penumpang yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Whoosh semakin diterima masyarakat,” ujar Eva, Senin (12/1/2026).
Puncak volume penumpang terjadi pada 27 Juni 2025 dengan 26.770 penumpang dalam satu hari, terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas selama libur dan tingginya penggunaan untuk keperluan bisnis dan wisata.
Secara distribusi, Stasiun Halim menjadi titik keberangkatan tersibuk dengan 3,1 juta penumpang, disusul Stasiun Padalarang (2,2 juta), Stasiun Tegalluar (750 ribu), dan Stasiun Karawang (135 ribu). Hal ini menunjukkan peran strategis stasiun-stasiun tersebut dalam mendukung konektivitas Jakarta–Bandung dan sekitarnya.
Selama 2025, KCIC juga melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk peluncuran Whoosh Official Merchandise, Frequent Whoosher Card skema baru, kebijakan reschedule 15 menit sebelum keberangkatan, penyediaan water station, layanan porter, hingga peningkatan jumlah perjalanan dari 48 menjadi 62 per hari.
“Melalui capaian dan inovasi ini, KCIC berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Eva.
(****)



