Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

TNI-POLRI

WNI di Garda Nasional AS: Jalan Sunyi Syifa di Tengah Mobilitas Global

badge-check


 WNI di Garda Nasional AS: Jalan Sunyi Syifa di Tengah Mobilitas Global Perbesar

Wartatrans.com, LUAR NEGERI —Keputusan Syifa bergabung dengan Army National Guard Amerika Serikat membuka percakapan yang lebih luas tentang identitas, kewarganegaraan, dan peluang di era mobilitas global. Di tengah dunia yang kian terbuka, pilihan seorang warga negara Indonesia menempuh jalur militer asing tak lagi semata soal profesi, melainkan juga soal posisi warga migran dalam sistem negara lain.

Syifa, yang masih berstatus warga negara Indonesia, kini tengah menjalani pendidikan militer sebagai bagian dari Garda Nasional Amerika Serikat. Proses pelatihan itu dijadwalkan rampung pada Januari 2026. Ibunya, Safitri, menyebut keputusan tersebut lahir dari peluang hukum yang tersedia bagi pemegang izin tinggal tetap atau Permanent Resident di Amerika Serikat.

Garda Nasional sendiri merupakan bagian dari komponen cadangan militer Amerika Serikat yang berada di bawah kendali negara bagian, namun dapat dimobilisasi ke tingkat nasional jika situasi darurat menuntut. Dalam praktiknya, Garda Nasional kerap dikerahkan untuk penanganan bencana alam, krisis sosial, hingga operasi militer tertentu.

Keluarga Syifa menetap di negara bagian Maryland sejak pertengahan 2023 setelah memperoleh Green Card. Status inilah yang memungkinkan Syifa mendaftar sebagai prajurit, meski belum berstatus warga negara AS. Dalam aturan militer Amerika, kewarganegaraan bukan syarat mutlak, selama pendaftar memiliki izin tinggal tetap yang sah.

Langkah Syifa menandai realitas baru migrasi global: negara tujuan bukan hanya menyediakan ruang kerja sipil, tetapi juga membuka akses ke sektor-sektor strategis, termasuk pertahanan. Di Amerika Serikat, Garda Nasional menjadi salah satu jalur integrasi sosial dan ekonomi bagi pendatang tetap.

Sebagai prajurit pemula dengan pangkat Enlisted, Syifa mengikuti pola dinas khas Garda Nasional: latihan rutin sekitar dua hari setiap bulan dan pelatihan tahunan selama dua pekan. Seluruh waktu pelatihan tersebut tetap dihitung sebagai jam kerja yang digaji.

Berdasarkan data per 20 Januari 2026, rata-rata pendapatan tahunan anggota Garda Nasional berada di kisaran 35 ribu dolar AS. Namun angka itu lebih mencerminkan pendapatan dasar. Seiring kenaikan pangkat, masa bakti, dan pendidikan militer, penghasilan dapat meningkat signifikan.

Selain gaji, skema militer Amerika menawarkan berbagai insentif: tunjangan perumahan bagi prajurit berkeluarga, perlakuan pajak khusus, hingga bayaran penuh setiap kali status dinas berubah menjadi active duty. Bagi banyak imigran tetap, fasilitas ini menjadi daya tarik yang sulit diabaikan.

Safitri dan keluarganya kini tinggal di Kensington, Maryland, kawasan pinggiran Washington DC. Dari lingkungan suburban itulah Syifa menjalani babak baru kehidupannya—sebagai prajurit cadangan negeri orang, dengan identitas kewarganegaraan yang masih melekat pada Indonesia.

Fenomena seperti Syifa menantang cara lama memandang loyalitas dan profesi militer. Di era globalisasi, batas negara kian cair, sementara pilihan hidup warganya semakin lintas teritori. Pertanyaannya bukan lagi siapa membela siapa, melainkan bagaimana negara-negara menyikapi warganya yang berkiprah di ruang global yang semakin kompleks.*** (Rana/BS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM