Menu

Mode Gelap
Kembali ke SCTV, Fandy Christian Siap Adu Akting dengan Rizky Nazar dan Zoe Abbas Jackson di Sebening Cinta HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar: Kepentingan Rakyat Harus Di Atas Kepentingan Elite Politik Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

TNI-POLRI

WNI di Garda Nasional AS: Jalan Sunyi Syifa di Tengah Mobilitas Global

badge-check


 WNI di Garda Nasional AS: Jalan Sunyi Syifa di Tengah Mobilitas Global Perbesar

Wartatrans.com, LUAR NEGERI —Keputusan Syifa bergabung dengan Army National Guard Amerika Serikat membuka percakapan yang lebih luas tentang identitas, kewarganegaraan, dan peluang di era mobilitas global. Di tengah dunia yang kian terbuka, pilihan seorang warga negara Indonesia menempuh jalur militer asing tak lagi semata soal profesi, melainkan juga soal posisi warga migran dalam sistem negara lain.

Syifa, yang masih berstatus warga negara Indonesia, kini tengah menjalani pendidikan militer sebagai bagian dari Garda Nasional Amerika Serikat. Proses pelatihan itu dijadwalkan rampung pada Januari 2026. Ibunya, Safitri, menyebut keputusan tersebut lahir dari peluang hukum yang tersedia bagi pemegang izin tinggal tetap atau Permanent Resident di Amerika Serikat.

Garda Nasional sendiri merupakan bagian dari komponen cadangan militer Amerika Serikat yang berada di bawah kendali negara bagian, namun dapat dimobilisasi ke tingkat nasional jika situasi darurat menuntut. Dalam praktiknya, Garda Nasional kerap dikerahkan untuk penanganan bencana alam, krisis sosial, hingga operasi militer tertentu.

Keluarga Syifa menetap di negara bagian Maryland sejak pertengahan 2023 setelah memperoleh Green Card. Status inilah yang memungkinkan Syifa mendaftar sebagai prajurit, meski belum berstatus warga negara AS. Dalam aturan militer Amerika, kewarganegaraan bukan syarat mutlak, selama pendaftar memiliki izin tinggal tetap yang sah.

Langkah Syifa menandai realitas baru migrasi global: negara tujuan bukan hanya menyediakan ruang kerja sipil, tetapi juga membuka akses ke sektor-sektor strategis, termasuk pertahanan. Di Amerika Serikat, Garda Nasional menjadi salah satu jalur integrasi sosial dan ekonomi bagi pendatang tetap.

Sebagai prajurit pemula dengan pangkat Enlisted, Syifa mengikuti pola dinas khas Garda Nasional: latihan rutin sekitar dua hari setiap bulan dan pelatihan tahunan selama dua pekan. Seluruh waktu pelatihan tersebut tetap dihitung sebagai jam kerja yang digaji.

Berdasarkan data per 20 Januari 2026, rata-rata pendapatan tahunan anggota Garda Nasional berada di kisaran 35 ribu dolar AS. Namun angka itu lebih mencerminkan pendapatan dasar. Seiring kenaikan pangkat, masa bakti, dan pendidikan militer, penghasilan dapat meningkat signifikan.

Selain gaji, skema militer Amerika menawarkan berbagai insentif: tunjangan perumahan bagi prajurit berkeluarga, perlakuan pajak khusus, hingga bayaran penuh setiap kali status dinas berubah menjadi active duty. Bagi banyak imigran tetap, fasilitas ini menjadi daya tarik yang sulit diabaikan.

Safitri dan keluarganya kini tinggal di Kensington, Maryland, kawasan pinggiran Washington DC. Dari lingkungan suburban itulah Syifa menjalani babak baru kehidupannya—sebagai prajurit cadangan negeri orang, dengan identitas kewarganegaraan yang masih melekat pada Indonesia.

Fenomena seperti Syifa menantang cara lama memandang loyalitas dan profesi militer. Di era globalisasi, batas negara kian cair, sementara pilihan hidup warganya semakin lintas teritori. Pertanyaannya bukan lagi siapa membela siapa, melainkan bagaimana negara-negara menyikapi warganya yang berkiprah di ruang global yang semakin kompleks.*** (Rana/BS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Trending di RAGAM