Menu

Mode Gelap
Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027 KAI Wisata Hadirkan “Scenic Chill April Thrill”, Tawarkan Perjalanan Premium Mulai Rp300 Ribu Operasi Gaktibplin dan Tes Urine di Polsek Sunda Kelapa Seluruh Personel Negatif Narkoba Indonesia AirAsia Sesuaikan Jadwal, Janji Layanan Tetap Terjaga 12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

RAGAM

12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana

badge-check


 12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA — Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) di wilayah Selmak, Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih bertahan hidup di bawah terpal bantuan dari donasi masyarakat. Kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan sejak bencana alam hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Terpal berwarna biru yang mereka gunakan sebagai tempat berteduh merupakan bantuan darurat yang diterima di awal masa bencana. Selain itu, sebagian warga juga memanfaatkan puing-puing sisa bangunan yang berhasil diselamatkan dari lumpur sebagai penopang tempat tinggal sementara mereka.

Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Pertanyaan mengenai sampai kapan para warga harus bertahan dalam kondisi serba terbatas ini terus mengemuka, terutama di tengah minimnya solusi hunian tetap bagi para korban.

Sejumlah warga mengaku dihadapkan pada pilihan sulit antara menerima bantuan sewa rumah sebesar Rp600.000 per bulan atau tetap bertahan di lokasi terdampak. Namun, pilihan tersebut dinilai tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan mereka.

“Kalau harus menyewa rumah, di mana lokasinya? Bagaimana dengan pekerjaan dan kebutuhan makan sehari-hari? Lalu, jika ada bantuan datang ke kampung, bagaimana mereka bisa mengambilnya?” ungkap salah satu warga.

Permasalahan jarak antara lokasi hunian sewa dengan kampung asal serta keterbatasan akses transportasi menjadi pertimbangan utama warga untuk tetap tinggal di lokasi terdampak. Selain itu, ketergantungan terhadap bantuan logistik dari donatur juga membuat mereka kesulitan jika harus berpindah tempat.

Situasi ini menyoroti pentingnya penanganan yang lebih komprehensif terhadap korban bencana, tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang berupa hunian layak dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait agar kondisi mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menginginkan kepastian tempat tinggal yang layak, serta dukungan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal pasca bencana.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

7 April 2026 - 15:18 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Gelar Sosialisasi Prosedur Kapal Penumpang

7 April 2026 - 14:02 WIB

DLH Aceh Barat Terapkan Sanksi Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Meulaboh

7 April 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Dhani Meyakini Faktor Rejeki Penentu Seorang Bisa Menjadi Penyanyi Populer

7 April 2026 - 05:09 WIB

Istana Di Tengah Hutan Borneo

6 April 2026 - 09:05 WIB

Atas Intervensi Presiden Prabowo, Makam Serka Anumerta M. Nur Ichwan Digeser dari TPU ke TMP

5 April 2026 - 16:19 WIB

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

5 April 2026 - 08:15 WIB

Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ? 

4 April 2026 - 23:21 WIB

Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru

4 April 2026 - 21:02 WIB

Trending di RAGAM