Wartatrans.com, ACEH UTARA — Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) di wilayah Selmak, Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih bertahan hidup di bawah terpal bantuan dari donasi masyarakat. Kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan sejak bencana alam hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Terpal berwarna biru yang mereka gunakan sebagai tempat berteduh merupakan bantuan darurat yang diterima di awal masa bencana. Selain itu, sebagian warga juga memanfaatkan puing-puing sisa bangunan yang berhasil diselamatkan dari lumpur sebagai penopang tempat tinggal sementara mereka.

Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Pertanyaan mengenai sampai kapan para warga harus bertahan dalam kondisi serba terbatas ini terus mengemuka, terutama di tengah minimnya solusi hunian tetap bagi para korban.
Sejumlah warga mengaku dihadapkan pada pilihan sulit antara menerima bantuan sewa rumah sebesar Rp600.000 per bulan atau tetap bertahan di lokasi terdampak. Namun, pilihan tersebut dinilai tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan mereka.
“Kalau harus menyewa rumah, di mana lokasinya? Bagaimana dengan pekerjaan dan kebutuhan makan sehari-hari? Lalu, jika ada bantuan datang ke kampung, bagaimana mereka bisa mengambilnya?” ungkap salah satu warga.
Permasalahan jarak antara lokasi hunian sewa dengan kampung asal serta keterbatasan akses transportasi menjadi pertimbangan utama warga untuk tetap tinggal di lokasi terdampak. Selain itu, ketergantungan terhadap bantuan logistik dari donatur juga membuat mereka kesulitan jika harus berpindah tempat.
Situasi ini menyoroti pentingnya penanganan yang lebih komprehensif terhadap korban bencana, tidak hanya dalam bentuk bantuan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang berupa hunian layak dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah maupun pihak terkait agar kondisi mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menginginkan kepastian tempat tinggal yang layak, serta dukungan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal pasca bencana.*** (Jasa)

























