Menu

Mode Gelap
Raih 1 Juta Penonton Bola, Watchalong AFF 2026 Buka Model Baru Bisnis Siaran Olahraga KAI Terapkan Standar ISO 27001 untuk Lindungi Data Jutaan Pelanggan Digital KAI Angkut 374.098 Ton Komoditas Perkebunan hingga Juli 2026, Tumbuh 18 Persen Yogyakarta–YIA Cuma Rp50.000, Naik DAMRI Makin Hemat Sepanjang Agustus Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

JALUR

Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027

badge-check


 Kendaraan ODOL mengaspal di jalan raya Perbesar

Kendaraan ODOL mengaspal di jalan raya

Wartatrans.com, JAKARTA – Gerakan penanganan kendaraan kelebihan muatan dan kelebihan dimensi atau ODOL, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan lakukan dari hulu ke hilir.

“Intuk mewujudkan Zero ODOL 2027, permasalahan angkutan lebih dimensi dan lebih muatan tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan perlu ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” tegas
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

“Banyak yang melihat masalah ODOL hanya sebagai pelanggaran lalu lintas di jalan, tetapi kita harus melihat ini sebagai persoalan keselamatan yang perlu ditangani dari hulu ke hilir karena ada ekosistem angkutan logistik di dalamnya. Diperlukan komitmen dari seluruh pihak baik dari kementerian dan lembaga, operator angkutan logistik, hingga masyarakat untuk merealisasikan Zero Over Dimension Over Load 2027.”

Menurutnya, penanganan kendaraan ODOL yang menyeluruh ini didasarkan dari rencana aksi yang telah disusun oleh pemerintah.

Saat ini semua stakeholder yang terlibat tengah memproses langkah-langkah untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada dalam ekosistem angkutan logistik, agar masalah truk lebih dimensi dan muatan dapat ditangani secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

“Sebenarnya kita sudah punya roadmap atau rencana aksi tidak hanya dari sisi pengawasan dan penegakan hukum tapi semua yang terlibat dalam ekosistem ini, mulai dari kesejahteraan para pengemudi sedang disusun oleh kementerian terkait. Masalah regulasi sedang berproses di DPR dan sedang diperbaiki untuk disesuaikan dengan kebutuhan ekosistem angkutan logistik saat ini, seperti pemerintah akan memberikan insentif dan disinsentif bagi pelaku usaha yang mematuhi dan yang melanggar,” ungkap Aan.

Sementara itu di sisi pengawasan, dia menilai, pemerintah juga perlu terlibat sejak awal untuk melakukan pengawasan yang lebih sistematis hingga nantinya bisa menerapkan penegakan hukum yang lebih konsisten.

Pengawasan harus dimulai dari titik pemuatan barang, lalu diperkuat dengan deteksi digital di jalan, integrasi data, dan penegakan hukum sehingga semua pihak yang terlibat dalam proses distribusi logistik juga terawasi dan patuh dengan ketentuan yang ada.

“Penanganannya harus menyeluruh dari hulu ke hilir sehingga pendekatannya bukan sekadar menindak tetapi menata ekosistemnya. Dengan roadmap dan sistem yang sedang kami bangun, nantinya tanggung jawab tidak hanya dibebankan ke pengemudi, tapi juga operator atau pemilik barang juga dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” ujar Aan.

Oleh karena itu, dengan adanya rencana aksi yang menyeluruh serta kolaborasi semua kementerian, lembaga, hingga stakeholder yang terlibat dalam ekosistem angkutan logistik, dia optimistis target Zero Over Dimension Over Load 2027 dapat direalisasikan.

“Komitmen dari seluruh kementerian/lembaga, operator atau pemilik barang, dan seluruh lapisan masyarakat ini penting sebagai titik awal semangat merealisasikan Zero ODOL. Mudah-mudahan dengan roadmap yang kita buat dan komitmen yang sama dari seluruh stakeholder, saya optimis pada 2027 Zero ODOL dapat tercapai,” pungkas dia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Yogyakarta–YIA Cuma Rp50.000, Naik DAMRI Makin Hemat Sepanjang Agustus

4 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Dirjen Intram: RUU Sistranas Perkuat Integrasi Transportasi Penumpang dan Lognas

4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

FIFGROUP Perluas Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat FABL ke Panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026

4 Agustus 2026 - 12:32 WIB

DAMRI Raih Transportasi Indonesia Awards 2026, Bukti Komitmen Perkuat Konektivitas Nasional

3 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Musi V Terbit, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

2 Agustus 2026 - 22:46 WIB

DAMRI Siapkan Layanan ke Kalianda, Perkuat Konektivitas Lampung Selatan

2 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan Lewat Pintu Tol Bypass Mulai Hari Ini

30 Juli 2026 - 08:29 WIB

KAI Pangkas Konsumsi Energi 15,39 Persen pada 2025, Efisiensi Meningkat di Tengah Lonjakan Layanan

29 Juli 2026 - 10:05 WIB

Perkuat Keselamatan, Grab, Kemenhub, dan AISI Gelar Pelatihan bagi 1.052 Mitra Pengemudi di 5 Kota

28 Juli 2026 - 17:10 WIB

Pemerintah dan Grab Sepakati Kebijakan Baru Settlement Transaksi Pengemudi

28 Juli 2026 - 14:49 WIB

Trending di JALUR