Menu

Mode Gelap
Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026 ⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN Nusantara Power

RAGAM

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

badge-check


 Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – lagi lagi sungai burlah meluap,sebuah eskalator yang sedang bekerja memperbaiki jembatan darurat nyaris terbawa arus.

Empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tingginya curah hujan membuat aliran sungai di kawasan Berawang kembali meluap dan berarus deras. Akibatnya, akses jalan penghubung antara Berawang dan Burlah rusak parah dan tidak bisa dilalui.

Bahkan, satu unit alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan perbaikan jalan nyaris hanyut terseret derasnya arus sungai.

Seorang warga mengungkapkan kondisi mencekam yang dialaminya saat hendak pulang.

“Saya dari Bintang Pepara, mau pulang ke huntara jalan tengah, terperangkap di sana, tidak bisa lewat. Akhirnya nyebrang pakai tali, kereta ditinggal di Burlah,” ujarnya.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga kesulitan keluar masuk desa, termasuk untuk keperluan penting seperti berobat, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.

Jika hujan kembali turun, kondisi jalan semakin parah dan bahkan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua sekalipun.

Selain itu, distribusi bahan pokok ikut terganggu sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di wilayah terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat, mengingat kondisi ini kerap terjadi dan sangat merugikan masyarakat.

Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan jalur alternatif yang berisiko tinggi, bahkan harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan tali.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

27 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026

27 Agustus 2026 - 22:28 WIB

⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba

27 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ketua Fraksi PKS DPRD Depok: Depok Darurat LGBT

27 Agustus 2026 - 17:51 WIB

DDII Kota Depok Mendukung Gerakan Dakwah di Parlemen Depok

27 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  Kota Depok Lakukan Silaturahmi Dakwah ke Sekretaris Fraksi PKS dan Anggota DPRD Kota Depok

27 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Cegah Penyalahgunaan Disduk Capil Garut Musnahkan Blanko KTP-el Yang Rusak 

27 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kembali ke Kampus, Wabup Bireuen Razuardi Jadi Pemateri PKKMB Universitas Almuslim 2026

27 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Trending di ANJUNGAN