Menu ✖

Mode Gelap
WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Mujiburrohman Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

RAGAM

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

badge-check


 Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – lagi lagi sungai burlah meluap,sebuah eskalator yang sedang bekerja memperbaiki jembatan darurat nyaris terbawa arus.

Empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tingginya curah hujan membuat aliran sungai di kawasan Berawang kembali meluap dan berarus deras. Akibatnya, akses jalan penghubung antara Berawang dan Burlah rusak parah dan tidak bisa dilalui.

Bahkan, satu unit alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan perbaikan jalan nyaris hanyut terseret derasnya arus sungai.

Seorang warga mengungkapkan kondisi mencekam yang dialaminya saat hendak pulang.

“Saya dari Bintang Pepara, mau pulang ke huntara jalan tengah, terperangkap di sana, tidak bisa lewat. Akhirnya nyebrang pakai tali, kereta ditinggal di Burlah,” ujarnya.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga kesulitan keluar masuk desa, termasuk untuk keperluan penting seperti berobat, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.

Jika hujan kembali turun, kondisi jalan semakin parah dan bahkan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua sekalipun.

Selain itu, distribusi bahan pokok ikut terganggu sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di wilayah terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat, mengingat kondisi ini kerap terjadi dan sangat merugikan masyarakat.

Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan jalur alternatif yang berisiko tinggi, bahkan harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan tali.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dewan PKS Potong Gaji untuk Bantu Korban Karhutla, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dukung Instruksi Presiden PKS

22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Ibu Sina dan Seni Menghadapi Ketidakpastian Hidup 

22 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Wabup Bandung Dorong Serikat Pekerja dan Buruh Tingkatkan Negosiasi Soal Ketenagakerjaan 

22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Resolusi Jihad Warnai Hari Santri TH 2026 Tingkat Kecamatan Caringin Garut 

22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kemarau Masih Melanda Kabupaten Bogor, H. Fikri Hudi Oktiarwan Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan, Lahan, dan Permukiman

22 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo

21 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan

21 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Trending di RAGAM