Menu

Mode Gelap
20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026 Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

RAGAM

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

badge-check


 Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – lagi lagi sungai burlah meluap,sebuah eskalator yang sedang bekerja memperbaiki jembatan darurat nyaris terbawa arus.

Empat desa di Kecamatan Ketol kembali terisolir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tingginya curah hujan membuat aliran sungai di kawasan Berawang kembali meluap dan berarus deras. Akibatnya, akses jalan penghubung antara Berawang dan Burlah rusak parah dan tidak bisa dilalui.

Bahkan, satu unit alat berat jenis ekskavator yang tengah melakukan perbaikan jalan nyaris hanyut terseret derasnya arus sungai.

Seorang warga mengungkapkan kondisi mencekam yang dialaminya saat hendak pulang.

“Saya dari Bintang Pepara, mau pulang ke huntara jalan tengah, terperangkap di sana, tidak bisa lewat. Akhirnya nyebrang pakai tali, kereta ditinggal di Burlah,” ujarnya.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Warga kesulitan keluar masuk desa, termasuk untuk keperluan penting seperti berobat, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.

Jika hujan kembali turun, kondisi jalan semakin parah dan bahkan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua sekalipun.

Selain itu, distribusi bahan pokok ikut terganggu sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di wilayah terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat, mengingat kondisi ini kerap terjadi dan sangat merugikan masyarakat.

Saat ini, warga hanya bisa mengandalkan jalur alternatif yang berisiko tinggi, bahkan harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan tali.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN