Wartatrans.com, SEMARANG — Malam pergantian tahun 2025 ke 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih meninggalkan kenyamanan Istana Negara demi merayakan Tahun Baru bersama ratusan pengungsi korban banjir dan longsor di Posko Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Presiden tiba di lokasi.jam 23.30 WIB (Rabu, 31/12/2025). Presiden didampingi Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Tanpa sekat protokoler yang kaku, mereka duduk di antara warga, menyalami satu per satu, dan mendengarkan curhatan mereka layaknya seorang bapak mendengarkan anaknya.

Tepat pukul 23.55, tanpa pesta pora dan nyala kembang api, Presiden mengajak warga menyanyikan lagu Tanah Airku dan Rayuan Pulau Kelapa. Momen ini mengubah sedih menjadi rasa cinta tanah air.
Setelah itu Presiden memimpin doa agar tahun baru membawa kekuatan. “Kita harus kuat dan tegar,” pesannya. Terlalu larut dalam suasana haru, Presiden sempat salah ucap karena menyebut “Selamat Tahun Baru 2021”, namun hal itu tak mengurangi esensi doanya untuk tahun 2026.
Di hadapan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal, Prabowo menegaskan posisinya bukan sebagai penguasa, melainkan pelayan. “Percayalah bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa Presidenmu tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita akan bersama,” tegasnya. Dirinya menjamin perhatian pemerintah tak akan surut meski berita di TV nanti sepi. Beliau memerintahkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menko Infrastruktur AHY untuk piket bergantian memantau lokasi bencana.
Menjalankan perintah Presiden,
Menko AHY setiap hari memantau dan mengawal langsung progres penanganan korban bencana. Contohnya di Posko Kecamatan Karangbaru, Desa Kampung Dalam, Aceh Tamiang, Minggu lalu AHY memastikan pendistribusian logistik bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak berjalan lancar dan menjangkau 8 kecamatan dengan 34 desa yang terdampak paling parah.
Selain itu Menko termuda di Kabinet Merah Putih ini juga melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dasar yaitu jalan yang putus, jembatan yang hancur, hingga hunian warga yang rusak. Termasuk memberikan akses air bersih, obat-obatan, dan sembako terus mengalir bagi masyarakat. Atensi ini ditujukan tidak hanya ke korban bencana di Aceh saja tetapi juga di Sumatera.
“Presiden Prabowo Subianto dan kami rutin meninjau langsung progres pemulihan pascabencana, terkini adalah Jembatan Bailey Sungai Garoga di Tapanuli Selatan yang merupakan penghubung vital bagi aktivitas dan mobilitas warga. Pendampingan apalagi saat malam tahun baru ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh Indonesia, bahwa di tahun 2026, negara benar-benar hadir di tengah rakyatnya baik dalam suka apalagi duka,” demikian AHY.*** (Slamet Widodo)
























