Wartatrans.com, BATAM – AirAsia Malaysia (kod penerbangan AK) akan memacu sektor perdagangan dan perjalanan di Wilayah Kepulauan Riau dengan penerbangan setiap hari dari Kuala Lumpur ke Batam mulai 13 Maret 2026.
Rute baru ini memberikan kemudahan perjalanan dan meningkatkan konektivitas antara Kuala Lumpur dan Batam, yang berkembang pesat sebagai pusat bisnis dan destinasi wisata.

“Ini sekaligus memperkuat keterhubungan antar destinasi utama di Malaysia dan Indonesia,” tutur Dato’ Kapten Fareh Mazputra, General Manager AirAsia Malaysia dalam keterangannya ditulis Kamis (26/2/2026).
Malaysia merupakan pasar terbesar bagi Batam, dengan kontribusi lebih dari 25 persen terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari – Agustus 2025.
Kehadiran layanan harian ini diharapkan dapat semakin mendorong perjalanan lintas negara serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Batam.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kedatangan penumpang internasional di Bandara Internasional Hang Nadim mencapai hampir 140.000, meningkat 64 persen dibandingkan tahun 2024.
“Dengan peluncuran rute ini, AirAsia memperkirakan akan terjadi peningkatan signifikan arus penumpang, dengan proyeksi lebih dari 22.000 penumpang terbang dari dan menuju Batam dalam tiga bulan pertama operasional,” katanya.
Layanan baru ini menjadi tonggak penting lainnya bagi AirAsia dengan memperluas jaringan menjadi 20 rute, sekaligus memperkuat perannya sebagai penghubung utama antara Malaysia dan Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, AirAsia telah mengangkut hampir tiga juta penumpang antara kedua negara, yang mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan konektivitas kawasan dan mempererat hubungan bilateral.
“Pembukaan layanan penerbangan harian Kuala Lumpur–Batam merupakan langkah strategis kami dalam memperkuat konektivitas antara Malaysia dan Indonesia. Indonesia adalah salah satu pasar utama AirAsia, dan ekspansi ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung perdagangan, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan,” beber dia.
Batam memiliki peran penting sebagai gerbang bisnis dan investasi sekaligus destinasi wisata yang kaya akan budaya dan atraksi.
Dengan Malaysia sebagai pasar sumber terbesar Batam, pihaknya optimistis rute ini akan mendorong peningkatan perjalanan dua arah dan membuka peluang yang lebih luas bagi kedua negara.
“Kami akan terus menghadirkan tarif terjangkau dan konektivitas yang nyaman untuk mendekatkan masyarakat serta perekonomian Malaysia dan Indonesia,” ucap dia. (omy)
































