Menu

Mode Gelap
Kisah Nyata Kami di Tempat untuk Menjadi Generasi yang Lebih Waras di Negri yang Penuh Drama Mobilitas Meningkat, KAI Perluas Akses Usaha bagi UMK di Area Stasiun Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP Nonpetikemas di Teluk Bayur Perkuat Kinerja Bongkar Muat IPCC Melesat di Awal 2026, Kinerja Operasi Naik 7,35% Meski Tekanan Global Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Deklarasi Damai Jelang Hari Buruh   KMP Ferrindo 5 Lepas Kandas, Siap Kembali Berlayar Distribusi Logistik Jawa-Kalimantan

BANDARA

Menhub Dudy: Keselamatan Penerbangan Prioritas Strategis Pemerintah

badge-check


 Menhub Dudy beri apresiasi stakeholder Perbesar

Menhub Dudy beri apresiasi stakeholder

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penerbangan adalah prioritas strategis pemerintah, bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga merupakan mandat negara.

Hal tersebut disampaikan Menhub Dudy dalam CEO Safety Meeting 2026, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Menhub menyampaikan, dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, berdaya saing, dengan konektivitas nasional yang kuat, logistik yang efisien, serta pelayanan publik yang andal dan berkualitas.

“Sektor transportasi, termasuk penerbangan di dalamnya, memegang peranan sentral untuk mewujudkan agenda tersebut,” tutur Menhub.

Dia menekankan, tanpa keselamatan maka tidak akan ada konektivitas, pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan publik. Artinya, keselamatan adalah fondasi pembangunan nasional. Jika keselamatan terganggu, maka distribusi logistik, pariwisata, investasi akan ikut terganggu serta reputasi Indonesia di mata dunia turut terdampak.

“Karena itu, keselamatan penerbangan adalah bagian dari strategi besar pembangunan bangsa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama industri penerbangan nasional,” kata Menhub.

Sistem keselamatan juga menjadi salah satu wujud reputasi negara dalam keselamatan transportasi. Industri penerbangan adalah simbol teknologi, profesionalisme, dan standar keselamatan tinggi.

Karena itu, keselamatan penerbangan tidak boleh dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sebagai isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa.

“Keselamatan bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus berpijak pada prinsip bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Menhub.

Penegasan ini menjadi bagian dari langkah penguatan sistem keselamatan penerbangan sekaligus persiapan menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang.

Menhub mengingatkan, dalam waktu dekat akan terjadi peningkatan pergerakan penumpang dan frekuensi penerbangan saat musim puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dia meminta maskapai tidak menurunkan standar keselamatan. Pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor harus dipastikan memenuhi standar.

“Saat Lebaran nanti, tekanan operasional akan meningkat. Di titik inilah disiplin keselamatan diuji, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan dalam menghadapi peak season. Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama,” tegasnya.

Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menambahkan, pimpinan tertinggi maskapai memegang tanggung jawab langsung terhadap efektivitas sistem keselamatan di organisasinya. Ia menekankan pentingnya budaya pelaporan yang terbuka serta pengelolaan risiko berbasis data untuk mencegah potensi insiden selama periode angkutan Lebaran.

“Keselamatan bukan hanya tugas regulator atau safety manager. Keselamatan adalah tanggung jawab langsung pimpinan tertinggi perusahaan. Setiap keputusan bisnis dan operasional harus dilandasi pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.

Dalam forum tersebut, regulator juga memaparkan kinerja keselamatan nasional serta langkah pengawasan yang akan diperkuat menjelang periode puncak Lebaran. Evaluasi berbasis indikator Effective Implementation (EI) ICAO dan target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026 menjadi acuan peningkatan standar operasional.

Penguatan komitmen ini diharapkan memberikan jaminan bahwa peningkatan mobilitas udara, termasuk selama Lebaran, tetap berlangsung aman dan andal.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas tertinggi dalam setiap fase operasional penerbangan nasional.

Turut hadir dalam acara ini para Pejabat Tinggi Madya Kementerian Perhubungan dan para Direktur Utama, serta Pimpinan Badan Usaha Pemegang Air Operator Certificate (AOC). (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keberangkatan Jemaah Haji Dimulai, OTP Penerbangan Garuda Indonesia 100% pada Kloter 1 di 5 Embarkasi

22 April 2026 - 21:11 WIB

Menhub Dudy, Menhaj, dan Menteri Imigras Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter Pertama 2026

22 April 2026 - 19:46 WIB

Kemenhub Dorong Kolaborasi Regional Keselamatan Penerbangan

21 April 2026 - 20:08 WIB

Bandara Soekarno-Hatta dan Kertajati Siap Layani Keberangkatan Jemaah Haji 2026

21 April 2026 - 17:27 WIB

Mantap! Garuda dan Citilink jadi Maskapai Favorit Gen Z dan Milenial di Mudik Lebaran 2026 

21 April 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Sistem Keselamatan, AirNav-ICAO Teken Kerja Sama Strategis

20 April 2026 - 12:54 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani 35.285 Jemaah Haji dari Terminal 2F

20 April 2026 - 10:42 WIB

Menhub Dudy Tinjau Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Pastikan Siap Layani Jemaah Haji 2026

20 April 2026 - 05:44 WIB

Keberangkatan Jemaah Haji ke Tanah Suci Mulai 22 April, InJourney Airports Pastikan Kesiapan 19 Bandara

18 April 2026 - 14:37 WIB

Helikopter Jatuh di Sanggau Kalimantan Barat, Delapan Orang Tewas

17 April 2026 - 11:24 WIB

Trending di KABIN