Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

ANJUNGAN

Menhub Dudy Tekankan 4 Faktor Penting Keberhasilan Angleb

badge-check


 Rakor Angkutan Lebaran 2026 Perbesar

Rakor Angkutan Lebaran 2026

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2/2026) malam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang memimpin rakor lintas sektor ini, menekankan empat faktor penting penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran (angleb) 2026.

Keempat faktor itu antara lain keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan.

“Aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah antisipatif dan mitigatif guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan,” ujar Menhub.

Dia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap hal detail dalam setiap tahapan persiapan.

“Walaupun merupakan tradisi tahunan kita, mungkin Bapak dan Ibu sudah bertahun-tahun menyelenggarakan angkutan Lebaran. Namun saya berharap bahwa hal-hal yang kecil juga harus menjadi perhatian dan kita tidak remeh terhadap hal-hal yang kecil,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan.

Koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angleb.

“Sinergi dan kolaborasi sebagaimana yang saya saksikan pada malam hari ini dan Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” ulasnya.

Dikatakannya, sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Menhub telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, KemenkoPMK, KemenPANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri.

Dilakukan juga koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, penggunaan masjid sebagai rest area, penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan di daerah seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, serta lokasi wisata.

Adapun faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan.

“Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” imbuhnya.

Menhub berharap, keempat faktor penting tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak.

“Harapan kita bersama, jika keempat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan kita bersama yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan dan berpesan bahwa pada saat pelaksaan angleb, perlu dilakukan antisipasi lokasi kemacetan yang terjadi di jalur arteri seperti pasar tumpah.

Setidaknya, lokasi yang perlu diantisipasi terdapat pada empat lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, enam lokasi di Yogyakarta, serta sembilan lokasi di Jawa Timur.

Begitu juga dengan daerah lain yang berpotensi mengalami kemacetan karena pasar tumpah.

“Adapun antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman,” ucap Menhub.

Hal yang perlu diantisipasi juga adalah peningkatan arus di daerah wisata. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan signifikan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur.

Peningkatan pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran.

“Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Hadir juga perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan Ketua Asosiasi, serta para Direktur Utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Trending di ANJUNGAN