Menu

Mode Gelap
Evakuasi Ibu Hamil di Tengah Bencana, Bayi Lahir Selamat di RSUD Datu Beru Takengon KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 158.959 Kursi Selama Libur Panjang Isra Miraj Sambut Libur Panjang Isra’ Mi’raj, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan KAI Siapkan 649.780 Tempat Duduk pada Libur Panjang Isra Mikraj, Mobilitas Liburan Kian Lancar Perlindungan Konsumen Penerbangan Butuh Revolusi Regulasi Kementerian-KP Bongkar Impor 99 Ton Ikan Ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok

KABIN

AirNav Optimalkan INMC, Siap Layani Kenaikan Penerbangan di Libur Nataru

badge-check


					Dirut Airnav Indonesia Perbesar

Dirut Airnav Indonesia

Wartatrans.com, BANDUNG, – AirNav Indonesia memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pada periode kali ini, arus pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 76.972 pergerakan penerbangan selama 18 hari layanan khusus, atau naik sekitar 3,5% dibanding Nataru tahun sebelumnya.

”Puncak arus libur Nataru tahun ini diperkirakan terjadi 19–20 Desember 2025. Kemudian puncak arus balik diprediksi pada 3–4 Januari 2026. Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan pesawat,” jelas Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno dalam konferensi pers Kesiapan AirNav Indonesia Menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandung, Rabu (12/11/2025).

Avirianto menyampaikan, menghadapi masa angkutan libur Nataru kali ini, AirNav telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya dengan mengoptimalisasikan peran Indonesia Network Management Center (INMC) untuk mengintegrasikan pengawasan dan koordinasi layanan di seluruh wilayah kerja AirNav Indonesia selama 24 jam penuh.

”Selain itu, tentunya kami juga memastikan kesiapan personel, peralatan, dan prosedur operasi, serta penguatan koordinasi pengaturan lalu lintas udara secara internal dengan semua kantor cabang. Termasuk koordinasi operasional secara terpadu lintas-stakeholder,” ungkapnya.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro memaparkan, INMC adalah pusat orkestrasi alur lalu lintas udara nasional yang dikelola perusahaan.

”Melalui monitoring secara real-time, kami dapat menyesuaikan rute, kapasitas, dan urutan keberangkatan secara cepat ketika terjadi lonjakan atau perubahan kondisi lapangan,” ujar Setio.

Ditambahkannnya, beberapa langkah operasional yang disiapkan antara lain, menyesuaikan kapasitas ruang udara (Airspace Capacity Setting), pengurutan (sequencing) keberangkatan dan kedatangan, koordinasi slot dan jam operasional bandara, serta penggunaan jalur udara alternatif (re-routing).

“Tujuan akhirnya sederhana, yaitu penumpang dapat berangkat dan tiba dengan lebih lancar. Efisiensi dicapai, keselamatan tetap nomor satu,” tegasnya.

Pada kesempata yang sama, Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia, Capt. Nurcahyo Utomo menegaskan bahwa yang menjadi prioritas dari seluruh upaya yang dilakukan AirNav untuk mengawal pelaksanaan angkutan penerbangan adalah dengan tetap menjaga standar keselamatan.

“Setiap perubahan operasional tetap melalui safety risk assessment. Kecepatan boleh meningkat, tapi keselamatan tidak bisa dikompromikan,” tegas Capt. Nurcahyo.

Dipaparkannya, AirNav juga meningkatkan pengawasan terhadap faktor risiko seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara dan layang-layang liar, serta satwa liar di sekitar bandara.

Selain itu, keamanan siber diperkuat melalui Security Operation Center (SOC) dan CSIRT yang siaga selama 24 jam setiap harinya, termasuk berbagi informasi ancaman dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

“AirNav memastikan seluruh layanan navigasi di 302 unit pelayanan dari Sabang hingga Merauke berada dalam kondisi siaga penuh untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat. Intinya, ruang udara dijaga, sistem dijaga, dan manusia di dalamnya juga dijaga,” pungkasnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perlindungan Konsumen Penerbangan Butuh Revolusi Regulasi

13 Januari 2026 - 20:35 WIB

Penerbangan Perdana Subsidi Perintis 2026 Korwil Gorontalo Dimulai

13 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pelita Air Bersama Poslog Indonesia Bantu Percepatan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

13 Januari 2026 - 18:46 WIB

Cuaca Buruk di Bandara Soekarno-Hatta, AirNav Alihkan Pendaratan Sejumlah Penerbangan

12 Januari 2026 - 17:20 WIB

Operasional Bandara Juanda Tetap Terkendali Usai Puting Beliung

9 Januari 2026 - 16:59 WIB

Trending di BANDARA