Menu

Mode Gelap
Bandara Soekarno-Hatta Prioritaskan Pelayanan Bagi Penumpang Terdampak Penutupan Abu Gunung Anak Krakatau Berdampak Tanding Sepak Bola, Klub Ubah Rute Pulang Persija dan Persebaya Catatan Halimah Munawir: Narosan – Ketika Tradisi Menjadi Jalan Menuju Keluarga Pasca Pelantikan, Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor Siap Bergerak Sesuai Panduan Haji Fikri Imbau Warga Kabupaten Bogor Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau Ahmad Heryawan: Pembangunan Jawa Barat Harus Berkeadilan, Berbudaya, Terhubung dan Berkelanjutan 

PERON

Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pelanggan Jaga Kesehatan dan Patuhi Arahan Petugas

badge-check


 Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pelanggan Jaga Kesehatan dan Patuhi Arahan Petugas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menyikapi potensi penyebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi kualitas udara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan saat melakukan perjalanan maupun beraktivitas di lingkungan stasiun.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, pelanggan perlu melakukan langkah perlindungan diri, khususnya apabila berada di area terbuka.

“Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan masker, terutama masker berstandar N95 atau KF94, serta menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan dan mata. Pelanggan juga sebaiknya mengurangi aktivitas di area terbuka dan selalu mengikuti arahan petugas,” ujar Franoto.

Selain perlindungan terhadap diri, pelanggan juga diimbau memperhatikan kebersihan barang bawaan. Makanan dan minuman sebaiknya selalu disimpan dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat untuk mencegah terkontaminasi debu atau abu vulkanik.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan pelanggan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik:

1. Gunakan masker dengan perlindungan yang baik, seperti N95 atau KF94, terutama saat berada di area terbuka.
2. Gunakan kacamata pelindung apabila terdapat paparan abu atau debu di lingkungan sekitar.
3. Kurangi aktivitas di ruang terbuka dan pilih area yang terlindung selama berada di stasiun.
4. Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan, khususnya setelah berada di area yang terpapar abu.
5. Simpan makanan dan minuman dalam kondisi tertutup rapat untuk menjaga kebersihannya.
6. Jaga kebersihan diri dan barang bawaan, terutama setelah melakukan perjalanan.
7. Segera laporkan kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan bantuan.

Selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan menggunakan kereta api, pelanggan diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta mematuhi seluruh arahan petugas KAI. Informasi terkait kondisi perjalanan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi KAI.

Apabila mengalami keluhan seperti sesak atau kesulitan bernapas, batuk, pusing, iritasi mata, maupun iritasi kulit, pelanggan diimbau segera meminta bantuan kepada petugas. KAI juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh pemeriksaan dan pertolongan awal.

“Kesehatan dan keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama kami. Apabila merasa kurang sehat, jangan memaksakan diri melakukan perjalanan. Segera sampaikan kepada petugas agar dapat memperoleh bantuan dan penanganan awal,” kata Franoto.

Dari sisi operasional, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah operasional, termasuk potensi dampak abu vulkanik terhadap prasarana maupun perjalanan kereta api. KAI juga berkoordinasi dengan pihak terkait serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan guna memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman dan pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan optimal.

KAI mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG serta informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI.

“Yang tidak kalah penting, kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi. Dengan kewaspadaan, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta informasi yang benar, perjalanan dapat tetap berlangsung dengan aman dan nyaman,” tutup Franoto.

(fahmi)

Baca Lainnya

Abu Vulkanik GAK Terpantau di Sejumlah Stasiun, Operasional Commuter Line Tetap Normal

6 September 2026 - 16:00 WIB

Dampak Aktivitas Anak Krakatau, KAI Tambah Perjalanan KA Arah Jakarta

6 September 2026 - 14:45 WIB

KAI Pastikan Operasional Kereta Api Tetap Aman di Tengah Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 14:35 WIB

KAI Daop 1 Pantau Jalur Kereta di Tengah Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau: Perjalanan Aman

6 September 2026 - 08:35 WIB

KAI Group Layani 351 Juta Pelanggan, 90 Persen di Antaranya Gunakan Layanan PSO dan Perintis

6 September 2026 - 05:14 WIB

21.911 Wisman Naik Kereta di Sumatra hingga Agustus 2026, Medan Jadi yang Terbanyak

5 September 2026 - 18:16 WIB

KAI Perkuat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru, Siapkan Travelator dan Fasilitas Akses

5 September 2026 - 17:12 WIB

498.232 Turis Mancanegara Naik Kereta Api hingga Agustus 2026, Yogyakarta Jadi Favorit

5 September 2026 - 12:13 WIB

Hari Pelanggan Nasional, KAI Services Turun Langsung Sapa Pengguna di 11 Regional

5 September 2026 - 04:25 WIB

KAI Services Bawa Pengalaman Kereta ke Tengah KAI Expo 2026, Hadirkan Produk dan Layanannya!

4 September 2026 - 23:10 WIB

Trending di PERON