Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

PERON

Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pelanggan Jaga Kesehatan dan Patuhi Arahan Petugas

badge-check


 Antisipasi Paparan Abu Vulkanik, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pelanggan Jaga Kesehatan dan Patuhi Arahan Petugas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menyikapi potensi penyebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi kualitas udara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan saat melakukan perjalanan maupun beraktivitas di lingkungan stasiun.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, pelanggan perlu melakukan langkah perlindungan diri, khususnya apabila berada di area terbuka.

“Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan masker, terutama masker berstandar N95 atau KF94, serta menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan dan mata. Pelanggan juga sebaiknya mengurangi aktivitas di area terbuka dan selalu mengikuti arahan petugas,” ujar Franoto.

Selain perlindungan terhadap diri, pelanggan juga diimbau memperhatikan kebersihan barang bawaan. Makanan dan minuman sebaiknya selalu disimpan dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat untuk mencegah terkontaminasi debu atau abu vulkanik.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan pelanggan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik:

1. Gunakan masker dengan perlindungan yang baik, seperti N95 atau KF94, terutama saat berada di area terbuka.
2. Gunakan kacamata pelindung apabila terdapat paparan abu atau debu di lingkungan sekitar.
3. Kurangi aktivitas di ruang terbuka dan pilih area yang terlindung selama berada di stasiun.
4. Hindari menyentuh atau menggosok mata dengan tangan, khususnya setelah berada di area yang terpapar abu.
5. Simpan makanan dan minuman dalam kondisi tertutup rapat untuk menjaga kebersihannya.
6. Jaga kebersihan diri dan barang bawaan, terutama setelah melakukan perjalanan.
7. Segera laporkan kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan bantuan.

Selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan menggunakan kereta api, pelanggan diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta mematuhi seluruh arahan petugas KAI. Informasi terkait kondisi perjalanan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi KAI.

Apabila mengalami keluhan seperti sesak atau kesulitan bernapas, batuk, pusing, iritasi mata, maupun iritasi kulit, pelanggan diimbau segera meminta bantuan kepada petugas. KAI juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh pemeriksaan dan pertolongan awal.

“Kesehatan dan keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama kami. Apabila merasa kurang sehat, jangan memaksakan diri melakukan perjalanan. Segera sampaikan kepada petugas agar dapat memperoleh bantuan dan penanganan awal,” kata Franoto.

Dari sisi operasional, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah operasional, termasuk potensi dampak abu vulkanik terhadap prasarana maupun perjalanan kereta api. KAI juga berkoordinasi dengan pihak terkait serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan guna memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman dan pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan optimal.

KAI mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pelanggan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG serta informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI.

“Yang tidak kalah penting, kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi. Dengan kewaspadaan, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta informasi yang benar, perjalanan dapat tetap berlangsung dengan aman dan nyaman,” tutup Franoto.

(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil

24 Oktober 2026 - 10:39 WIB

KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban

22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Whoosh Dukung Sport Tourism, Permudah Pelari Bandung ke Jakarta

22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

KAI Angkut 50,75 Juta Ton Barang hingga September 2026, Angkutan Nonbatu Bara Tumbuh

22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Hemat Biaya hingga Tekan Polusi, Commuter Line Jabodetabek Layani 349 Juta Pengguna

22 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Menembus Bukit Sejak Zaman Kolonial, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua

22 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas

22 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group

21 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Trending di EKOBIS