Menu

Mode Gelap
Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Konektivitas Anambas, KMP Bahtera Nusantara 01 Resmi Layari Letung–Sedanau

badge-check


					Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub) Perbesar

Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub)

BT, ANAMBAS – Laut biru Anambas menjadi saksi langkah baru pemerintah dalam membuka keterisolasian antarpulau di Kepulauan Riau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Letung dan Pelabuhan Penyeberangan Sedanau, Rabu (5/11/2025).

Ini menjadi sebuah momentum penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat pesisir.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut hadir sebagai bagian dari misi besar memperkuat konektivitas dan memastikan layanan transportasi yang andal melalui pengoperasian kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 yang akan melayani kedua pelabuhan tersebut.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini amat bergantung pada transportasi laut.

“Kami berupaya menyediakan mobilitas yang adil bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga di daerah terpencil yang membutuhkan pembukaan akses untuk berkembang,” tutur Heru.

Menhub menjelaskan dampak nyata dari hadirnya Pelabuhan Penyeberangan Letung. Sebelum pelabuhan ini beroperasi, masyarakat harus singgah terlebih dahulu di Matak menggunakan kapal tradisional, sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan waktu lebih lama dan kondisi yang tidak selalu aman.

“Kini, waktu tempuh semakin singkat dan masyarakat dapat bepergian dengan lebih nyaman. Rute Tanjung Uban–Letung sejauh 283 km dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak yang berjarak 85 km dapat ditempuh sekitar lima jam. Terpenting, keselamatan masyarakat lebih terjamin berkat penggunaan kapal yang lebih modern,” ujar Menhub.

Kawasan daerah sekitar Pelabuhan Letung ini juga memiliki ragam kekayaan, mulai dari hasil laut ikan yang menyegarkan, hingga panorama wisata yang memanjakan mata seperti Air Terjun Neraja dan pantai Kusik, menunjukan besarnya potensi daerah ini dalam menunjang perekonomian lokal dan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KMP Bahtera Nusantara 01 — kapal berkapasitas 1.500 GT — dirancang untuk menjangkau lintasan panjang Tanjung Uban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete.

Kapal ini mampu mengangkut hingga 296 penumpang dan 26 unit kendaraan, menjadikannya tulang punggung mobilitas baru yang diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin menambahkan, kapal tersebut telah mulai beroperasi sejak Senin (2/11) dari Tanjung Uban menuju Pelabuhan Letung.

“Kami optimistis kehadiran KMP Bahtera Nusantara 01 akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi masyarakat Letung dan sekitarnya. Dengan akses yang lebih baik, peluang ekonomi dan pariwisata daerah pun akan semakin terbuka,” ujar Shelvy.

Selama ini, ASDP menjadi penghubung vital di wilayah Kepulauan Riau melalui sejumlah lintasan seperti Telaga Punggur–Tanjung Uban, Mengkapan, Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun, Dumai–Rupat, hingga Dabo–Kuala Tungkal.

Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terlihat jelas pada rute Telaga Punggur–Tanjung Uban yang telah melayani 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan sepanjang Januari–September 2025.

“Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan penyeberangan. Karena itu, peresmian Pelabuhan Letung dan Sedanau adalah jawaban atas harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” ucap Shelvy.

Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga timur Nusantara — menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

2 Januari 2026 - 05:51 WIB

Pelindo Berbagi Kasih di Akhir Tahun, Santuni 150 Anak Yatim Piatu di Kota Makassar

1 Januari 2026 - 18:14 WIB

Arus Balik Libur Nataru Dimulai, ASDP Siaga di Lintasan Utama

1 Januari 2026 - 18:05 WIB

Hadiah Tahun Baru 2026, Klinik Utama SMM Raih Akreditasi Paripurna dari Kemenkes

1 Januari 2026 - 17:51 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Jaga Stabilitas Arus Kapal dan Barang Sepanjang 2025 di Tengah Tantangan Logistik

1 Januari 2026 - 17:47 WIB

Trending di ANJUNGAN