Menu

Mode Gelap
Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Konektivitas Anambas, KMP Bahtera Nusantara 01 Resmi Layari Letung–Sedanau

badge-check


 Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub) Perbesar

Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub)

BT, ANAMBAS – Laut biru Anambas menjadi saksi langkah baru pemerintah dalam membuka keterisolasian antarpulau di Kepulauan Riau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Letung dan Pelabuhan Penyeberangan Sedanau, Rabu (5/11/2025).

Ini menjadi sebuah momentum penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat pesisir.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut hadir sebagai bagian dari misi besar memperkuat konektivitas dan memastikan layanan transportasi yang andal melalui pengoperasian kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 yang akan melayani kedua pelabuhan tersebut.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini amat bergantung pada transportasi laut.

“Kami berupaya menyediakan mobilitas yang adil bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga di daerah terpencil yang membutuhkan pembukaan akses untuk berkembang,” tutur Heru.

Menhub menjelaskan dampak nyata dari hadirnya Pelabuhan Penyeberangan Letung. Sebelum pelabuhan ini beroperasi, masyarakat harus singgah terlebih dahulu di Matak menggunakan kapal tradisional, sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan waktu lebih lama dan kondisi yang tidak selalu aman.

“Kini, waktu tempuh semakin singkat dan masyarakat dapat bepergian dengan lebih nyaman. Rute Tanjung Uban–Letung sejauh 283 km dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak yang berjarak 85 km dapat ditempuh sekitar lima jam. Terpenting, keselamatan masyarakat lebih terjamin berkat penggunaan kapal yang lebih modern,” ujar Menhub.

Kawasan daerah sekitar Pelabuhan Letung ini juga memiliki ragam kekayaan, mulai dari hasil laut ikan yang menyegarkan, hingga panorama wisata yang memanjakan mata seperti Air Terjun Neraja dan pantai Kusik, menunjukan besarnya potensi daerah ini dalam menunjang perekonomian lokal dan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KMP Bahtera Nusantara 01 — kapal berkapasitas 1.500 GT — dirancang untuk menjangkau lintasan panjang Tanjung Uban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete.

Kapal ini mampu mengangkut hingga 296 penumpang dan 26 unit kendaraan, menjadikannya tulang punggung mobilitas baru yang diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin menambahkan, kapal tersebut telah mulai beroperasi sejak Senin (2/11) dari Tanjung Uban menuju Pelabuhan Letung.

“Kami optimistis kehadiran KMP Bahtera Nusantara 01 akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi masyarakat Letung dan sekitarnya. Dengan akses yang lebih baik, peluang ekonomi dan pariwisata daerah pun akan semakin terbuka,” ujar Shelvy.

Selama ini, ASDP menjadi penghubung vital di wilayah Kepulauan Riau melalui sejumlah lintasan seperti Telaga Punggur–Tanjung Uban, Mengkapan, Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun, Dumai–Rupat, hingga Dabo–Kuala Tungkal.

Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terlihat jelas pada rute Telaga Punggur–Tanjung Uban yang telah melayani 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan sepanjang Januari–September 2025.

“Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan penyeberangan. Karena itu, peresmian Pelabuhan Letung dan Sedanau adalah jawaban atas harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” ucap Shelvy.

Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga timur Nusantara — menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali

2 April 2026 - 19:25 WIB

Gempa Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali

2 April 2026 - 18:41 WIB

KSOP Muara Angke Catat Keberhasilan Angkutan Laut Lebaran 2026, Lebih dari 27 Ribu Penumpang Terlayani

2 April 2026 - 17:12 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Siaga Libur Paskah, Layanan ASDP Rute Hunimua–Waipirit  Beroperasi 24 Jam

2 April 2026 - 15:45 WIB

Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

2 April 2026 - 09:10 WIB

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

1 April 2026 - 14:51 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 dan Halal Bihalal

1 April 2026 - 10:03 WIB

KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU Bidang Kepelabuhanan

31 Maret 2026 - 19:11 WIB

Trending di ANJUNGAN