Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Konektivitas Anambas, KMP Bahtera Nusantara 01 Resmi Layari Letung–Sedanau

badge-check


 Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub) Perbesar

Kapal ASDP di Anambas (ist/BKIP Kemenhub)

BT, ANAMBAS – Laut biru Anambas menjadi saksi langkah baru pemerintah dalam membuka keterisolasian antarpulau di Kepulauan Riau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Letung dan Pelabuhan Penyeberangan Sedanau, Rabu (5/11/2025).

Ini menjadi sebuah momentum penting bagi peningkatan mobilitas masyarakat pesisir.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut hadir sebagai bagian dari misi besar memperkuat konektivitas dan memastikan layanan transportasi yang andal melalui pengoperasian kapal perintis KMP Bahtera Nusantara 01 yang akan melayani kedua pelabuhan tersebut.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini amat bergantung pada transportasi laut.

“Kami berupaya menyediakan mobilitas yang adil bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga di daerah terpencil yang membutuhkan pembukaan akses untuk berkembang,” tutur Heru.

Menhub menjelaskan dampak nyata dari hadirnya Pelabuhan Penyeberangan Letung. Sebelum pelabuhan ini beroperasi, masyarakat harus singgah terlebih dahulu di Matak menggunakan kapal tradisional, sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan waktu lebih lama dan kondisi yang tidak selalu aman.

“Kini, waktu tempuh semakin singkat dan masyarakat dapat bepergian dengan lebih nyaman. Rute Tanjung Uban–Letung sejauh 283 km dapat ditempuh sekitar 15 jam, sementara Letung–Matak yang berjarak 85 km dapat ditempuh sekitar lima jam. Terpenting, keselamatan masyarakat lebih terjamin berkat penggunaan kapal yang lebih modern,” ujar Menhub.

Kawasan daerah sekitar Pelabuhan Letung ini juga memiliki ragam kekayaan, mulai dari hasil laut ikan yang menyegarkan, hingga panorama wisata yang memanjakan mata seperti Air Terjun Neraja dan pantai Kusik, menunjukan besarnya potensi daerah ini dalam menunjang perekonomian lokal dan pariwisata berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KMP Bahtera Nusantara 01 — kapal berkapasitas 1.500 GT — dirancang untuk menjangkau lintasan panjang Tanjung Uban–Letung–Matak–Midai–Sedanau–Penagi–Subi–Serasan–Sintete.

Kapal ini mampu mengangkut hingga 296 penumpang dan 26 unit kendaraan, menjadikannya tulang punggung mobilitas baru yang diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin menambahkan, kapal tersebut telah mulai beroperasi sejak Senin (2/11) dari Tanjung Uban menuju Pelabuhan Letung.

“Kami optimistis kehadiran KMP Bahtera Nusantara 01 akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, aman, dan nyaman bagi masyarakat Letung dan sekitarnya. Dengan akses yang lebih baik, peluang ekonomi dan pariwisata daerah pun akan semakin terbuka,” ujar Shelvy.

Selama ini, ASDP menjadi penghubung vital di wilayah Kepulauan Riau melalui sejumlah lintasan seperti Telaga Punggur–Tanjung Uban, Mengkapan, Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun, Dumai–Rupat, hingga Dabo–Kuala Tungkal.

Tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terlihat jelas pada rute Telaga Punggur–Tanjung Uban yang telah melayani 217.257 penumpang dan 274.998 kendaraan sepanjang Januari–September 2025.

“Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap layanan penyeberangan. Karena itu, peresmian Pelabuhan Letung dan Sedanau adalah jawaban atas harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik,” ucap Shelvy.

Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas dari ujung barat hingga timur Nusantara — menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Ferry jadi Moda Pilihan Utama Masyarakat, Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai

17 Mei 2026 - 18:20 WIB

PT Pelindo Jasa Maritim Perkuat Kompetensi SDM melalui Endorsement Pandu Batch 1

16 Mei 2026 - 16:57 WIB

IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat dengan QCC Post Panamax

16 Mei 2026 - 16:55 WIB

ASDP Raih Penghargaan Top CSR 2026 Berkat Program Mudik Ramah Anak

14 Mei 2026 - 21:14 WIB

BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan

14 Mei 2026 - 12:06 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

PT Pelindo Solusi Maritim Modernisasi Crane Pelabuhan dengan Pembaruan Sistem Komputerisasi

13 Mei 2026 - 18:30 WIB

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

Trending di ANJUNGAN