Menu

Mode Gelap
DAMRI Raih TOP CSR Awards 2026, Penguatan TJSL Dinilai Selaras dengan Transformasi Transportasi Berkelanjutan FIFGROUP Hadirkan FIFestival Street Food 2026 untuk Dorong UMKM Binaan The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Operasi Terintegrasi Sumatera–Jawa–Bali demi Kelancaran Penyeberangan Libur Nataru

badge-check


 Dirop ASDP dan Dirjen Hubdat di Banyuwangi Perbesar

Dirop ASDP dan Dirjen Hubdat di Banyuwangi

Wartatrans.com, KETAPANG – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh menghadapi masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui penguatan koordinasi dan layanan pada tiga lintasan utama yang menghubungkan Sumatera–Jawa–Bali: Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, serta jalur pendukung yang menopang konektivitas logistik dan mobilitas nasional.

Fokus utama ASDP adalah menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat pada salah satu puncak mobilitas terbesar setiap tahun ini.

Direktur Operasi & Transformasi ASDP Rio Lasse mengungkapkan, tantangan operasional tahun ini semakin kompleks karena pola pergerakan masyarakat terus meningkat dan dinamis.

Untuk itu, seluruh pengelolaan operasional harus responsif dan berbasis data, sehingga keputusan di lapangan berjalan cepat dan terhubung.

“Digitalisasi tiket melalui Ferizy memungkinkan manajemen arus sejak keberangkatan dari rumah, bukan saat kendaraan tiba di pelabuhan. Ini kunci untuk menjaga kelancaran dan keselamatan,” tuturnya, Selasa (25/11/2025).

ASDP memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait pembatasan area pembelian tiket agar kendaraan tidak berhenti dan menyebabkan antrean liar di sekitar pelabuhan.

Selain itu, delaying system diperkuat melalui penyanggahan kendaraan di rest area dan ruas arteri sebelum memasuki Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Pada lintasan Merak–Bakauheni, ASDP berkoordinasi dengan KSOP yang berwenang dalam pengoperasian jadwal kapal, dengan mengoperasikan hingga 47 unit kapal ferry pada masa puncak, yang secara harian mampu menampung hingga sekitar 25.000 kendaraan pada tujuh dermaga.

Dermaga-dermaga utama di lintasan ini juga telah diperkuat, termasuk pelabuhan tambahan seperti BBJ Bojonegara dan Ciwandan yang disiagakan sebagai pelengkap selain Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, guna memperlancar distribusi arus kendaraan dan logistik.

Sementara itu, di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP bersama regulator menyiapkan antara 28 hingga 33 kapal sesuai kebutuhan lapangan dalam menghadapi lonjakan Nataru.

“Kapal-kapal ini melayani penyeberangan aktif antara Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali, dan ditunjang dengan peningkatan fasilitas dermaga: misalnya penambahan satu dermaga LCM (Landing Craft Mechanized) di Gilimanuk yang menambah kapasitas hingga sekitar 2.000 kendaraan kecil,” bebernya.

Pada jalur strategis Ketapang–Gilimanuk, ASDP turut mendukung strategi pemerintah dalam membatasi pergerakan kendaraan barang sumbu tiga ke atas pada 19 Desember 2025–4 Januari 2026.

Pengalihan Arus

Pengaturan prioritas diberikan kepada sepeda motor, kendaraan kecil, dan bus yang memiliki sensitivitas perjalanan lebih tinggi.

Sejumlah buffer zone di Banyuwangi seperti Terminal Sri Tanjung dan Grand Watu Dodol, serta area penyangga di Gilimanuk seperti Terminal Kargo, UPPKB Cekik, Rambut Siwi dan Pengeragoan disiagakan untuk mengendalikan volume kendaraan.

Rio menambahkan, sebagian arus logistik akan dialihkan menuju Lombok melalui Pelabuhan Jangkar dan Lembar guna mengurangi tekanan arus darat di Bali, yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan terbesar saat Nataru.

Di sisi lain, SOP keselamatan diperketat menyikapi prediksi cuaca ekstrem oleh BMKG, khususnya potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di wilayah Selat Bali pada akhir tahun.

Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno mengapresiasi langkah ASDP dan pemerintah dalam memperkuat delaying system karena terbukti efektif mengendalikan kepadatan, baik di akses menuju Bakauheni maupun yang akan diperkuat di jalur menuju Merak dan Ketapang–Gilimanuk.

“Saya berharap pola yang sama diperkuat di jalur tol Jakarta menuju Merak, khususnya pada rest area yang menjadi titik kritis kendaraan roda empat dan angkutan logistik,” ucapnya.

Dia juga menekankan agar pengaturan arus logistik dilakukan lebih dinamis ketika pelabuhan pendukung dioperasikan, sehingga distribusi barang dan pergerakan penumpang dapat tetap berjalan seimbang.

Naik 4 Persen

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa operasi Nataru harus dikelola secara luar biasa, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Pemerintah telah memastikan strategi pelayanan terdistribusi melalui tiga pelabuhan di Merak dan tiga pelabuhan di Bakauheni, diperkuat pengawasan keselamatan dan rekayasa lalu lintas untuk mengelola peningkatan pergerakan masyarakat yang diproyeksi mencapai lebih dari 4 % dibanding tahun sebelumnya.

Menghadapi tantangan cuaca, lonjakan perjalanan, dan kebutuhan rantai pasok yang tetap harus berjalan, ASDP memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia: kesiapan armada, manajemen SDM, sistem digital Ferizy, serta monitoring real-time di setiap simpul pergerakan.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan di lapangan untuk memastikan respons cepat saat terjadi dinamika operasional.

Dengan kesiapan menyeluruh tersebut, ASDP optimistis bahwa layanan penyeberangan selama Nataru 2026 akan berlangsung aman, lancar, dan terkendali di seluruh lintasan kunci Sumatera–Jawa–Bali.

“ASDP berdiri di garis terdepan untuk menghadirkan perjalanan yang selamat dan nyaman bagi masyarakat. Kami terus memperkuat koordinasi dan pelayanan agar mobilitas publik dan distribusi logistik berjalan tanpa hambatan,” pungkas Rio. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda

2 Juni 2026 - 21:15 WIB

ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila

2 Juni 2026 - 19:39 WIB

Hari Lahir Pancasila, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Nilai Kebangsaan

2 Juni 2026 - 17:06 WIB

Program Vokasi Juru Las Antar PT Pelindo Solusi Maritim Raih Penghargaan Top CSR 2026

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dirut Pelindo: Nilai Pancasila Menjadi Fondasi Pelayanan dan Konektivitas Nasional

2 Juni 2026 - 16:56 WIB

IPCM Resmi Bergabung dalam Indeks IDX MES BUMN 17, Bukti Komitmen pada Prinsip Syariah

2 Juni 2026 - 16:51 WIB

Mulai Besok, ASDP Uji Coba Sterilisasi Pelabuhan Strategis Nasional Merak dan Bakauheni

31 Mei 2026 - 19:53 WIB

PTP Nonpetikemas Perkuat Terminalisasi, Bidik Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

31 Mei 2026 - 18:33 WIB

Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders

29 Mei 2026 - 20:38 WIB

Penuhi Kebutuhan Pelaut, PELNI Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

29 Mei 2026 - 18:14 WIB

Trending di ANJUNGAN