Menu

Mode Gelap
Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12 Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

RAGAM

Banjir Bandang Terparah Landa Toweren, Dekan FTUI Ajak Warga Bangkit Bersama

badge-check


 Banjir Bandang Terparah Landa Toweren, Dekan FTUI Ajak Warga Bangkit Bersama Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi wilayah terdampak banjir bandang terparah di kecamatan tersebut. Bencana itu menyapu sebagian permukiman warga serta area persawahan milik masyarakat.

Kawasan Toweren terdiri atas empat desa, yakni Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, dan Toweren Uwaq. Banjir bandang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan mengganggu aktivitas ekonomi warga setempat.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc., Ph.D., yang hadir di Toweren menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam proses pemulihan.

“Mesin dan alat yang disalurkan diharapkan bisa dimanfaatkan bersama oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Kemas dalam pertemuan bersama warga dan Ketua Posko Toweren.

Diskusi berlangsung di teras meunasah Kampung Toweren. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FTUI, warga, dan pengelola posko saling bertukar pikiran mengenai kebutuhan pemulihan pascabanjir serta pemanfaatan alat bantuan untuk kepentingan bersama.

Usai pertemuan, Kemas juga menyempatkan diri meninjau rumah adat di Desa Toweren yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Bangunan tersebut turut menjadi perhatian karena memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.

Masyarakat berharap Kampung Toweren dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas secara normal pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM