Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

Uncategorized

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

badge-check


 Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE KAYA — Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pidie Jaya sejak Kamis malam, 9 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga kini, kondisi di lapangan dilaporkan belum sepenuhnya pulih, dengan genangan air masih terlihat di beberapa titik dan aktivitas masyarakat terganggu.

Pantauan di kawasan depan MIN 1 Biti Jaya, sekitar Masjid Agung Tungkop, menunjukkan air masih menggenangi area tersebut. Sejumlah fasilitas sosial, termasuk Panti Asuhan Darul Eitam, kembali terdampak setelah sebelumnya sempat dibersihkan dari sisa banjir.

Warga setempat mengaku kelelahan menghadapi banjir yang terus berulang setiap kali hujan turun. Banyak rumah belum sepenuhnya pulih dari banjir sebelumnya, namun kembali terendam air.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan bahwa kondisi ini terjadi akibat belum optimalnya penanganan infrastruktur sungai, termasuk belum dinormalisasinya aliran sungai serta ketiadaan tanggul yang memadai di sepanjang Sungai Krueng Meureudu.

Menurutnya, solusi jangka panjang yang dibutuhkan meliputi pengerukan sungai, normalisasi aliran air, serta pembangunan tanggul dari hulu hingga hilir guna mencegah banjir berulang.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya pun meminta perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk segera melakukan penanganan permanen.

“Jika tidak segera ditangani, banjir dipastikan akan terus berulang dan berdampak luas bagi masyarakat,” tegas Hasan Basri.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Marcell Darwin Ungkap Adegan Paling Menguras Emosi di Film Dalam Sujudku

12 April 2026 - 10:56 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR