Wartatrans.com, JAKARTA — Bayt Al-Qur’an di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali menjadi ruang edukasi keislaman bagi masyarakat. Di tempat yang menyimpan berbagai jejak perkembangan Al-Qur’an dan sejarah Islam di Indonesia itu, masyarakat diajak memahami Islam tidak semata sebagai ajaran, tetapi juga sebagai perjalanan sejarah dan peradaban, Sabtu (19/09/26)
Di hadapan masyarakat umum, Dr. Ali An Sun Geun, MA, memberikan penjelasan mengenai dakwah Islam. Penyampaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai Islam sekaligus membuka pemahaman masyarakat terhadap perkembangan kajian Al-Qur’an dan sejarah Islam di Indonesia.
“Bayt Al-Qur’an sendiri memiliki posisi penting sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan Al-Qur’an dengan sejarah, budaya dan perkembangan kehidupan umat Islam di Indonesia,” ungkap Dr. Ali An Sun Geun, yang juga salah satu pengurus Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI)
Bagi Dr. Ali An Sun Geun, dakwah tidak hanya berbicara tentang penyampaian pesan keagamaan. Dakwah juga dapat dilakukan melalui pendidikan, pengetahuan dan pengenalan sejarah, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan Islam.
Pertemuan dengan masyarakat umum di Bayt Al-Qur’an tersebut menjadi momentum untuk terus membuka ruang dialog dan pembelajaran keislaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Dari Al-Qur’an, sejarah dibaca. Dari sejarah, peradaban dipahami. Dan dari pemahaman itulah dakwah menemukan ruangnya di tengah masyarakat,” ungkapnya mengakhiri.*** (PG)






















