Wartatrans.com, LHOKSEUMAWE — Pertemuan sederhana dalam suasana sarapan pagi menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan sosial antara para relawan kemanusiaan dengan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Muslim, bersama rombongannya dari PT Jamkrindo Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe–Aceh Utara, Mutia Sari, bersama sejumlah pegiat sosial dan relawan kemanusiaan.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, perbincangan berkembang pada berbagai persoalan sosial, khususnya mengenai bagaimana membangun gerakan kemanusiaan yang mandiri, menjaga kepercayaan masyarakat serta menggalang dukungan secara swadaya.
Mutia Sari mengatakan, pertemuan tersebut memberikan banyak masukan dan penguatan bagi para relawan yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat.
“Luar biasa, banyak nasihat, masukan dan penguatan yang kami dapatkan. Terutama bagaimana bersikap sebagai pegiat sosial dan bagaimana menggalang dana secara swadaya untuk masyarakat luas,” ujar Mutia.
Menurutnya, pengalaman yang dibagikan Muslim menjadi bekal penting bagi para relawan. Gerakan sosial, kata dia, tidak hanya membutuhkan kepedulian, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, jaringan, kepercayaan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Mutia juga menyampaikan terima kasih kepada Muslim yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama para relawan.
“Terima kasih Pak Muslim sudah mau berbagi ilmu sosial dan pengalaman tentang bagaimana menjadi pegiat sosial serta penggalang dana swadaya untuk masyarakat luas,” katanya.
Bagi para relawan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian. Sebab, kerja-kerja kemanusiaan tidak selalu bertumpu pada bantuan pemerintah atau lembaga besar, tetapi juga dapat tumbuh dari kekuatan masyarakat, kepedulian individu dan jejaring gotong royong.
Dari sebuah pertemuan sederhana sambil sarapan, para relawan mendapatkan pesan penting: kerja kemanusiaan membutuhkan ketulusan, kepercayaan dan kemampuan membangun jejaring agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.*** (Jasa)






















