Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat 150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini 11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum? Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

PERISTIWA

Bencana Hidrometeorologi Melanda Aceh Tengah, Seluruh Wilayah Terendam dan Akses Terputus

badge-check


 Bencana Hidrometeorologi Melanda Aceh Tengah, Seluruh Wilayah Terendam dan Akses Terputus Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Hujan yang tak henti mengguyur dalam sepekan terakhir memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tengah. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, menyatakan bahwa kondisi saat ini telah ditetapkan sebagai darurat bencana hidrometeorologi.

“Semua wilayah di Aceh Tengah kini tergenang air. Banyak longsor yang menutup badan jalan dan banjir bandang,” ujar Andalika, Rabu (26/11/2025).

Menurutnya, sejumlah jalan utama di berbagai kecamatan mengalami kerusakan parah. Banyak akses vital terputus akibat material longsor yang menimbun badan jalan. Selain itu, sejumlah rumah warga juga terdampak banjir dan longsor.

“Hampir seluruh wilayah, akses utama tertimbun longsor. Begitu juga dengan rumah warga yang terdampak bencana,” jelasnya.

Meski kerusakan cukup masif, BPBD Aceh Tengah hingga kini belum menerima laporan adanya korban jiwa. “Kita berdoa agar tidak ada korban. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga,” kata Andalika.

Pemkab Aceh Tengah melalui BPBD akan memprioritaskan pembukaan akses vital yang tertutup longsor, termasuk jalur distribusi logistik. “Akses ini sangat penting. Itu yang kita dahulukan. Jika ada korban, BPBD juga akan langsung menangani,” tegasnya.

BPBD bersama instansi terkait kini terus melakukan pemantauan dan penanganan cepat di lapangan untuk meminimalisir dampak bencana yang masih berpotensi berlanjut akibat curah hujan tinggi.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Trending di RAGAM