Menu

Mode Gelap
Halimah Munawir Raih Penghargaan Kategori Inovator pada HUT PT Majmu Musti Sundaya Volkswagen ID. Buzz di Indonesia: SmartDeck Jadi Senjata Baru, Penjualan EV Mulai Tancap Gas Catatan Halimah Munawir: Rasa, Kata, dan Karya. Ketika Podcast Menemukan Hatinya Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026 Asrul Assani Resmi Dilantik Menjadi Sekda Definitif Pemko Subulussalam Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Mampu Dorong Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

PERON

KAI Angkut 1,37 Juta Ton Peti Kemas pada Triwulan I 2026, Naik 14,57 Persen

badge-check


 KAI Angkut 1,37 Juta Ton Peti Kemas pada Triwulan I 2026, Naik 14,57 Persen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan peti kemas pada awal 2026. Sepanjang Triwulan I 2026, volume angkutan peti kemas mencapai 1.371.036 ton atau naik 14,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.196.600 ton.

KAI menilai pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan distribusi barang nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 281 juta jiwa pada 2025. Dengan skala tersebut, kebutuhan logistik dinilai memerlukan moda transportasi yang mampu mengangkut barang dalam volume besar, terjadwal, dan efisien.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kebutuhan logistik menunjukkan pentingnya penguatan sistem distribusi berbasis rel sebagai bagian dari solusi nasional.

“Dengan volume logistik yang terus meningkat, dibutuhkan moda transportasi yang mampu mengangkut dalam skala besar secara konsisten. Kereta api menjadi salah satu opsi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung distribusi nasional yang lebih efisien dan terstruktur,” ujar Anne, Rabu (22/4/2026).

Selain volume angkutan, KAI juga mencatat peningkatan ketepatan waktu operasional. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang tercatat 95,97 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 91,77 persen.

Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 95,89 persen untuk keberangkatan dan 87,04 persen untuk kedatangan.

Untuk meningkatkan kapasitas angkut, KAI saat ini mengoperasikan gerbong dengan kapasitas rata-rata 50 ton per gerbong dan secara bertahap ditingkatkan menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian hingga 60 gerbong, kapasitas angkut disebut dapat mencapai 4.200 ton dalam satu perjalanan.

KAI menilai kapasitas tersebut dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang dalam jumlah besar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan untuk distribusi jarak jauh.

Berdasarkan kajian National Logistics Ecosystem (NLE) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2024, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini menunjukkan perlunya diversifikasi moda transportasi guna meningkatkan efisiensi distribusi.

Sementara itu, dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030 Kementerian Perhubungan, pangsa angkutan barang berbasis kereta api ditargetkan mencapai 15 persen pada 2030, dari posisi saat ini yang masih di bawah 5 persen.

KAI menilai penguatan angkutan berbasis rel juga dapat membantu menjaga infrastruktur jalan melalui pengurangan beban kendaraan berat di jalan raya.

Menurut perusahaan, potensi pengembangan terbesar berada di Pulau Jawa sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional. Integrasi kawasan industri, pelabuhan, dan jaringan rel dinilai menjadi faktor penting untuk mendorong peningkatan volume angkutan peti kemas.

Anne menambahkan pengembangan logistik berbasis rel membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar berjalan optimal.

“Ke depan, pengembangan logistik berbasis rel perlu didukung oleh integrasi jaringan, peningkatan kapasitas, serta sinergi dengan berbagai pihak. Dengan langkah tersebut, distribusi barang dapat berjalan lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi yang terus berkembang,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KA Dharmawangsa Layani 180 Ribu Penumpang hingga Mei 2026, Mobilitas Warga Subang Meningkat Lewat Stasiun Pegaden Baru

14 Juni 2026 - 21:22 WIB

KKP Sinergi dengan DANA Cegah Sampah Bocor ke Laut

14 Juni 2026 - 21:08 WIB

KAI Operasikan KA Pandalungan 2 Jakarta-Jember Mulai 18 Juni, Tiket Diskon 30 Persen

14 Juni 2026 - 20:32 WIB

Transisi Energi Kereta Api Gunakan Biodies B50, KAI Pastikan Keandalan Tetap Terjaga

14 Juni 2026 - 10:00 WIB

Masuki Tahun Baru Islam dan Libur Sekolah, Whoosh Terapkan Skema Tarif Dinamis Mulai Rp250 Ribu dan Diskon Rombongan hingga 20%

14 Juni 2026 - 09:47 WIB

Pilihan Kereta Jakarta–Bandung Makin Beragam, KAI Layani 44,05 Juta Pelanggan dalam Lima Bulan

14 Juni 2026 - 06:24 WIB

KAI Group Layani 166,15 Juta Pelanggan Urban Berbasis Listrik, Kurangi Emisi hingga 15.350 Ton CO₂e

14 Juni 2026 - 05:16 WIB

Pelanggan Stasiun Cibadak Naik 6,46 Persen, Jadi Akses Favorit Menuju Wisata Sukabumi

14 Juni 2026 - 01:12 WIB

Bahas Peluang Kemitraan UMKM, KAI Services Hadir di Talkshow Program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda di IPB

13 Juni 2026 - 13:30 WIB

Pelanggan KA Lokal Jawa Barat Tumbuh 67,95 Persen dalam Tiga Tahun

13 Juni 2026 - 11:28 WIB

Trending di PERON