Menu ✖

Mode Gelap
Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan Syahrial Abadi, penggerak perjuangan Jalan dan Jembatan Tajuk Enang-Enang, berpulang Ditjen Hubdat Temukan Pelanggaran Bus AntarKota Didominasi Penyimpangan Trayek Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

RAGAM

“Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar

badge-check


 “Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Forum Diskusi Bincang Siapa Aku mengawali perjalanannya di tahun 2026 melalui pertemuan perdana yang digelar pada Jumat malam lalu – (23/01/2026) di Ruang Darmin Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Acara berlangsung dalam suasana santai dan setara, forum ini menjadi ruang berbagi perjalanan hidup sekaligus proses mengenal diri bagi para peserta yang hadir.

Alih-alih diskusi tematik atau debat gagasan, Bincang Siapa Aku menempatkan kejujuran personal sebagai pusat pertemuan. Setiap orang dipersilakan berbicara apa adanya—tanpa tuntutan kesimpulan, tanpa keharusan sepakat.

Ridho, salah satu penggagas menilai forum ini sebagai ruang langka.

“Tidak banyak tempat yang benar-benar memberi kita kesempatan bicara tanpa harus terlihat pintar atau kuat. Di sini, kita merasa cukup menjadi diri sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dino Musica. Menurutnya, kekuatan forum ini justru terletak pada praktik mendengarkan. “Kita terbiasa ingin didengar, tapi jarang belajar mendengar. Di forum ini, mendengar orang lain justru membuka pintu untuk memahami diri sendiri,” kata Dino.

Saifuddin melihat Bincang Siapa Aku sebagai proses kolektif yang tetap bersifat personal. “Tidak ada jawaban bersama. Setiap orang pulang membawa maknanya sendiri. Itu yang membuat pertemuan ini terasa jujur,” ujarnya.

Sementara itu, Elias menekankan pentingnya keberlanjutan forum. Ia berharap pertemuan rutin setiap Jumat malam dapat menjadi ruang aman yang konsisten. “Mengenal diri bukan proses sekali datang. Ia butuh waktu, keberanian, dan ruang yang tidak menghakimi,” kata Elias.

Fais menambahkan, forum ini tidak dimaksudkan sebagai terapi atau kelas pengembangan diri. “Ini lebih seperti perjalanan bersama. Kita berbagi cerita, lalu masing-masing bertanggung jawab atas proses mengenal dirinya sendiri,” ujarnya.

Dengan format sederhana dan suasana nonformal, Bincang Siapa Aku diproyeksikan menjadi ruang refleksi berkelanjutan—tempat orang-orang belajar bicara jujur, mendengar dengan utuh, dan pelan-pelan memahami siapa dirinya.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Trending di RAGAM