Menu

Mode Gelap
Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan Sempat Memanas Gegara Lagu, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai Pedang, Amanah, dan Marwah Linge Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur  Manusia Di Antara Dua Setan 

RAGAM

“Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar

badge-check


 “Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Forum Diskusi Bincang Siapa Aku mengawali perjalanannya di tahun 2026 melalui pertemuan perdana yang digelar pada Jumat malam lalu – (23/01/2026) di Ruang Darmin Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Acara berlangsung dalam suasana santai dan setara, forum ini menjadi ruang berbagi perjalanan hidup sekaligus proses mengenal diri bagi para peserta yang hadir.

Alih-alih diskusi tematik atau debat gagasan, Bincang Siapa Aku menempatkan kejujuran personal sebagai pusat pertemuan. Setiap orang dipersilakan berbicara apa adanya—tanpa tuntutan kesimpulan, tanpa keharusan sepakat.

Ridho, salah satu penggagas menilai forum ini sebagai ruang langka.

“Tidak banyak tempat yang benar-benar memberi kita kesempatan bicara tanpa harus terlihat pintar atau kuat. Di sini, kita merasa cukup menjadi diri sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dino Musica. Menurutnya, kekuatan forum ini justru terletak pada praktik mendengarkan. “Kita terbiasa ingin didengar, tapi jarang belajar mendengar. Di forum ini, mendengar orang lain justru membuka pintu untuk memahami diri sendiri,” kata Dino.

Saifuddin melihat Bincang Siapa Aku sebagai proses kolektif yang tetap bersifat personal. “Tidak ada jawaban bersama. Setiap orang pulang membawa maknanya sendiri. Itu yang membuat pertemuan ini terasa jujur,” ujarnya.

Sementara itu, Elias menekankan pentingnya keberlanjutan forum. Ia berharap pertemuan rutin setiap Jumat malam dapat menjadi ruang aman yang konsisten. “Mengenal diri bukan proses sekali datang. Ia butuh waktu, keberanian, dan ruang yang tidak menghakimi,” kata Elias.

Fais menambahkan, forum ini tidak dimaksudkan sebagai terapi atau kelas pengembangan diri. “Ini lebih seperti perjalanan bersama. Kita berbagi cerita, lalu masing-masing bertanggung jawab atas proses mengenal dirinya sendiri,” ujarnya.

Dengan format sederhana dan suasana nonformal, Bincang Siapa Aku diproyeksikan menjadi ruang refleksi berkelanjutan—tempat orang-orang belajar bicara jujur, mendengar dengan utuh, dan pelan-pelan memahami siapa dirinya.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Trending di RAGAM