Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Madiun Operasikan Motis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 29 Maret IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group   Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim Qariah Tunanetra Kalbar Raih Juara Nasional PTQ RRI Serunya Sidang Terbuka PBA SMA MBS Zam-Zam

EKOBIS

Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi

badge-check


 Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan jalur khusus angkutan tambang sepanjang 12 kilometer, dari Kecamatan Cigudeg hingga Rumpin. Jalur ini disiapkan untuk memisahkan aktivitas angkutan tambang dari jalan umum yang selama ini digunakan warga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada pembebasan lahan, penyiapan trase, serta kegiatan land clearing. Pembangunan fisik jalan khusus tambang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

“Anggaran sekitar Rp100 miliar itu termasuk untuk land clearing, karya bakti bersama TNI, serta pembangunan jembatan sementara di beberapa titik,” kata Rudy saat memimpin rapat pembahasan pembangunan jalan penunjang tambang di Pendopo Bupati Bogor, Selasa, 13 Januari 2026.

Rapat tersebut dihadiri 28 pimpinan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Bogor Barat. Sebanyak 22 perusahaan berasal dari Kecamatan Cigudeg, lima dari Kecamatan Rumpin, dan satu dari Kecamatan Parung Panjang.

Rudy menyatakan pembangunan jalan khusus angkutan tambang merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas kendaraan berat.

“Jalan angkutan tambang tidak boleh lagi bersinggungan dengan aktivitas warga,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Rudy mengajak para pengusaha tambang berkolaborasi dan bergotong royong mendukung program strategis daerah. Ia menilai keterlibatan pelaku usaha penting sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga keberlangsungan ekonomi dan sosial di wilayah Bogor Barat.

Menurut Rudy, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pembangunan jalur khusus tambang dapat segera terealisasi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.*** (Moel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis

4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Raker 2026: Langkah Strategis PT Terminal Teluk Lamong Dorong Kolaborasi dan Inovasi

3 Maret 2026 - 22:46 WIB

Upaya Pencegahan Narkotika, Citilink dan BNN Perkuat Sinergi

3 Maret 2026 - 09:47 WIB

Rakor Lintas Sektor, Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan Angkutan Lebaran

2 Maret 2026 - 22:05 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Peduli Anak Yatim di Momen Ramadhan

2 Maret 2026 - 20:32 WIB

Kunjungi Terminal Teluk Lamong, Wali Kota Surabaya Pererat Kolaborasi Pengembangan Layanan Logistik

2 Maret 2026 - 16:55 WIB

Konsisten Taat Pajak, SPJM Kembali dapat Apresiasi dari DJP Sulselbartra

2 Maret 2026 - 10:28 WIB

Tani Merdeka Indonesia Dukung Program MBG untuk Dorong Ekonomi Petani Aceh Tengah

1 Maret 2026 - 10:27 WIB

Konflik Timur Tengah Berpotensi Tingkatkan Biaya Distribusi Logistik dengan Truk

1 Maret 2026 - 09:46 WIB

KAI Logistik Tingkatkan Kapasitas Bisnis di Tahun 2026, Bidik Rp 2,47 Triliun Pendapatan

28 Februari 2026 - 05:43 WIB

Trending di EKOBIS