Menu

Mode Gelap
KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

EKOBIS

Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi

badge-check


 Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan jalur khusus angkutan tambang sepanjang 12 kilometer, dari Kecamatan Cigudeg hingga Rumpin. Jalur ini disiapkan untuk memisahkan aktivitas angkutan tambang dari jalan umum yang selama ini digunakan warga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada pembebasan lahan, penyiapan trase, serta kegiatan land clearing. Pembangunan fisik jalan khusus tambang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

“Anggaran sekitar Rp100 miliar itu termasuk untuk land clearing, karya bakti bersama TNI, serta pembangunan jembatan sementara di beberapa titik,” kata Rudy saat memimpin rapat pembahasan pembangunan jalan penunjang tambang di Pendopo Bupati Bogor, Selasa, 13 Januari 2026.

Rapat tersebut dihadiri 28 pimpinan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Bogor Barat. Sebanyak 22 perusahaan berasal dari Kecamatan Cigudeg, lima dari Kecamatan Rumpin, dan satu dari Kecamatan Parung Panjang.

Rudy menyatakan pembangunan jalan khusus angkutan tambang merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas kendaraan berat.

“Jalan angkutan tambang tidak boleh lagi bersinggungan dengan aktivitas warga,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Rudy mengajak para pengusaha tambang berkolaborasi dan bergotong royong mendukung program strategis daerah. Ia menilai keterlibatan pelaku usaha penting sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga keberlangsungan ekonomi dan sosial di wilayah Bogor Barat.

Menurut Rudy, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pembangunan jalur khusus tambang dapat segera terealisasi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.*** (Moel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo

6 Mei 2026 - 20:46 WIB

Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran

6 Mei 2026 - 16:42 WIB

ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

6 Mei 2026 - 16:27 WIB

Ribuan Kontainer Kosong Masuk IPC TPK Panjang, Topang Pergerakan Ekspor Sumatera

6 Mei 2026 - 14:12 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

5 Mei 2026 - 22:39 WIB

SCI Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61% di Kuartal 1-2026 Buktikan Ketahanan Nasional

5 Mei 2026 - 20:00 WIB

KAI Logistik Raih Penghargaan Indonesia Human Capital Awards 2026

5 Mei 2026 - 18:32 WIB

Pelita Air Hadirkan Produk UMKM di Atas Pesawat

5 Mei 2026 - 18:08 WIB

DAMRI Hadirkan Layanan Angkutan Pemadu Moda di Nabire, Permudah Akses Masyarakat ke Bandar Udara Douw Aturure

5 Mei 2026 - 17:10 WIB

Gapasdap: Biaya Operasional Makin Berat, Harap Tarif Penyeberangan Disesuaikan

5 Mei 2026 - 08:51 WIB

Trending di ANJUNGAN