Menu

Mode Gelap
Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia! AHY Inginkan Pimpinan Demokrat Yang Efektif Dan Berdampak Nyata Bagi Masyarakat  Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Ingin Merdeka di Tanah Sendiri dengan Menolak Tambang Perusak Alam KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Jakarta Butuh Hub Logistik

EKOBIS

Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi

badge-check


 Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan jalur khusus angkutan tambang sepanjang 12 kilometer, dari Kecamatan Cigudeg hingga Rumpin. Jalur ini disiapkan untuk memisahkan aktivitas angkutan tambang dari jalan umum yang selama ini digunakan warga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada pembebasan lahan, penyiapan trase, serta kegiatan land clearing. Pembangunan fisik jalan khusus tambang direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

“Anggaran sekitar Rp100 miliar itu termasuk untuk land clearing, karya bakti bersama TNI, serta pembangunan jembatan sementara di beberapa titik,” kata Rudy saat memimpin rapat pembahasan pembangunan jalan penunjang tambang di Pendopo Bupati Bogor, Selasa, 13 Januari 2026.

Rapat tersebut dihadiri 28 pimpinan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Bogor Barat. Sebanyak 22 perusahaan berasal dari Kecamatan Cigudeg, lima dari Kecamatan Rumpin, dan satu dari Kecamatan Parung Panjang.

Rudy menyatakan pembangunan jalan khusus angkutan tambang merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas kendaraan berat.

“Jalan angkutan tambang tidak boleh lagi bersinggungan dengan aktivitas warga,” ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Rudy mengajak para pengusaha tambang berkolaborasi dan bergotong royong mendukung program strategis daerah. Ia menilai keterlibatan pelaku usaha penting sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga keberlangsungan ekonomi dan sosial di wilayah Bogor Barat.

Menurut Rudy, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pembangunan jalur khusus tambang dapat segera terealisasi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.*** (Moel)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

29 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun

29 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

InJourney Group Ramaikan Garuda Indonesia Travel Fair 2026

28 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Trending di EKOBIS