Menu

Mode Gelap
Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

EKOBIS

SCI Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61% di Kuartal 1-2026 Buktikan Ketahanan Nasional

badge-check


 Setijadi Perbesar

Setijadi

Wartatrans.com, BANDUNG – Supply Chain Indonesia (SCI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,61% (y-on-y) menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang cukup baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,14 persen, diikuti Jasa Lainnya 9,91 persen serta Transportasi dan Pergudangan 8,04 persen. Industri Pengolahan sebagai sektor terbesar tumbuh 5,04 persen.

“Namun, kontraksi 0,77 persen secara triwulanan (q-to-q) mengindikasikan penguatan kualitas pertumbuhan diperlukan agar tidak terlalu bertumpu pada faktor musiman dan konsumsi domestik,” tutur Founder & CEO SCI Setijadi, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan transportasi dan pergudangan yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan aktivitas logistik menjadi salah satu penggerak penting ekonomi.

Namun, peningkatan aktivitas tersebut harus diikuti efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, integrasi antarmoda, dan digitalisasi rantai pasok.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan masih ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dan berkontribusi 54,36 persen terhadap PDB.

PMTB tumbuh 5,96 persen, sedangkan ekspor barang dan jasa hanya tumbuh 0,90 persen, jauh di bawah impor barang dan jasa yang tumbuh 7,18 persen.

“Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih perlu diperkuat dari sisi produktivitas industri dan daya saing ekspor,” ujarnya.

Untuknya, SCI merekomendasikan pemerintah memperkuat konektivitas logistik dari sentra produksi ke pasar dan pelabuhan, mempercepat digitalisasi layanan logistik, serta mendorong pengembangan pusat konsolidasi barang di luar Jawa.

Hal ini penting karena struktur ekonomi masih terkonsentrasi di Jawa dengan kontribusi 57,24 persen, meskipun Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi mencatat pertumbuhan tinggi masing-masing 7,93 persen dan 6,95 persen.

Perkembangan Ekspor dan Impor

Pada perdagangan internasional, BPS mencatat ekspor Januari-Maret 2026 mencapai USD66,85 miliar atau hanya naik 0,34 persen, sementara ekspor Maret 2026 turun 3,10 persen secara tahunan menjadi USD22,53 miliar.

Sebaliknya, impor Januari-Maret 2026 naik 10,05 persen menjadi USD61,30 miliar, terutama didorong impor bahan baku/penolong dan barang modal.

Neraca perdagangan masih surplus USD5,55 miliar, tetapi lebih rendah dibanding surplus Januari-Maret 2025 sebesar USD10,91 miliar.

Setijadi menilai, penurunan ekspor Maret perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi pelemahan berkepanjangan.

“Ekspor nonmigas masih ditopang industri pengolahan yang naik 3,96 persen, tetapi ekspor pertanian turun 32,18 persen dan pertambangan turun 11,17 persen,” katanya.

Di sisi lain, kenaikan impor barang modal dapat menjadi indikasi ekspansi kapasitas produksi, namun harus dikawal agar berdampak pada peningkatan produktivitas dan ekspor bernilai tambah.

SCI juga merekomendasikan pemerintah dan pelaku usaha memperkuat hilirisasi, diversifikasi pasar ekspor, konsolidasi muatan ekspor, efisiensi pelabuhan, serta layanan logistik ekspor yang lebih kompetitif.

Kenaikan impor bahan baku dan barang modal perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi nasional, memperdalam rantai pasok domestik, dan mengurangi ketergantungan impor dalam jangka menengah. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Trending di ANJUNGAN