Menu

Mode Gelap
Operator Bus Listrik Terbanyak di Indonesia, DAMRI Operasikan 316 Unit Bus Listrik untuk Layanan Transjakarta KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi PNM Tak Hanya Dampingi Usaha, Harapan Pendidikan Anak Nasabah Ikut Dijaga Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya Keselamatan Muatan Kapal Diperkuat, Kemenhub Siapkan Pelaksanaan CIC 2026 Bhayangkari dan Polwan Peduli Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

EKOBIS

Tani Merdeka Indonesia Dukung Program MBG untuk Dorong Ekonomi Petani Aceh Tengah

badge-check


 Tani Merdeka Indonesia Dukung Program MBG untuk Dorong Ekonomi Petani Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah tersebut.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Eka Saputra, mengatakan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi petani lokal. Menurut dia, kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut dapat dipasok langsung oleh kelompok tani di daerah.

“Jika dikelola dengan baik, petani lokal bisa menjadi pemasok utama beras, sayuran, telur, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya. Dengan begitu, perputaran ekonomi terjadi di Aceh Tengah, bukan keluar daerah,” kata Eka, Jumat.

Sebagai wilayah dataran tinggi Gayo yang dikenal sebagai sentra kopi dan hortikultura, Aceh Tengah dinilai memiliki kapasitas memadai untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam program MBG. DPD Tani Merdeka Indonesia mendorong keterlibatan aktif kelompok tani binaan dalam rantai pasok dan distribusi bahan pangan program tersebut.

Selain meningkatkan pendapatan petani, Eka menilai integrasi sektor pertanian lokal dengan program MBG juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru. Peluang itu terbuka mulai dari sektor produksi dan budidaya pangan, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan logistik, hingga tenaga kerja dapur penyedia makanan.

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah juga mengusulkan pembentukan koperasi tani sebagai unit usaha bersama. Koperasi ini diharapkan berfungsi sebagai agregator hasil panen petani sebelum disalurkan ke dapur MBG. Skema tersebut diyakini dapat menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin kualitas bahan pangan.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Menurut Eka, kolaborasi antara program tersebut dengan sektor pertanian lokal akan menghasilkan dampak ganda, yakni perbaikan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi desa.

“MBG bisa menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan jika dijalankan dengan prinsip kemandirian dan kolaborasi. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan petani dan masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

InJourney Group Ramaikan Garuda Indonesia Travel Fair 2026

28 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Subsidi BBM Bocor, Ekonomi Rakyat Boncos

26 Agustus 2026 - 08:34 WIB

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Trending di EKOBIS