Menu ✖

Mode Gelap
Festival Sastra Jakarta 2026, Perkuat Komunitas dan Regenerasi Sastrawan Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Percakapan dan Persahabatan yang Menjembatani Bangsa

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Percakapan dan Persahabatan yang Menjembatani Bangsa Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Tetkadang persahabatan lahir bukan dari forum resmi atau agenda diplomatik yang kaku, melainkan dari peristiwa sederhana: sarapan pagi. Di ruang yang sama, dengan secangkir minuman hangat dan senyum yang saling menyapa, percakapan kecil tumbuh menjadi jalinan persahabatan lintas bangsa.
Begitulah yang terjadi di Cairo. Sapaan ringan—tentang asal-usul, tujuan perjalanan, dan aktivitas masing-masing—perlahan membuka dialog yang hangat. Dari percakapan itu, terungkap bahwa teman baru tersebut berasal dari India. Devi, seorang dokter kulit, hadir bersama suaminya yang berprofesi sebagai dokter anak. Percakapan mengalir alami, melampaui sekat profesi dan kebangsaan.

Ketika kami menyebut diri sebagai penulis yang tengah mendapat kesempatan berjumpa dan berdialog dengan para mahasiswa Indonesia yang aktif di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia–Cairo, suasana kian akrab. Ada ketertarikan, ada rasa ingin tahu, dan ada penghargaan terhadap dunia literasi yang menjadi jembatan pertemuan berbagai latar belakang. Permintaan untuk berfoto pun hadir bukan sekadar sebagai dokumentasi, melainkan sebagai penanda perjumpaan yang bermakna.

Peristiwa kecil ini mengingatkan bahwa diplomasi budaya sering kali berlangsung secara sunyi, tanpa panggung besar. Ia hadir dalam percakapan sederhana, dalam saling dengar dan saling hormat. Di kota yang sarat sejarah seperti Cairo, perjumpaan lintas bangsa semacam ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya sendiri.

Semoga jalinan-jalinan kecil seperti ini terus tumbuh, memperkuat harmoni antarbangsa, dan menjadi bagian dari mozaik hubungan yang lebih luas—khususnya dalam merawat dan mempererat hubungan Indonesia dan Mesir, yang telah lama terikat oleh sejarah, pendidikan, dan kebudayaan.***

Kairo – 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Trending di ANJUNGAN