Menu

Mode Gelap
Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12 Jika Tarif Transjakarta Naik, Jakarta Terancam Hadapi Gelombang Kemacetan Baru Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan KAI Siapkan Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi KAJJ, KRL hingga Monas Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Usia, pada titik tertentu, tidak lagi sekadar deret angka. Ia menjelma menjadi ruang perenungan, tempat seseorang menengok ke belakang sekaligus menatap ke depan dengan hati yang lebih lapang. Di usia 62 tahun ini, rasa syukur itu hadir begitu utuh—bukan dalam kemewahan atau gemerlap perayaan, melainkan dalam kebersamaan yang hangat bersama orang-orang terkasih.

“Alhamdulillah… ya Rabb.” Kalimat sederhana itu merangkum segalanya. Sebuah doa yang lahir dari hati, ketika hidup terasa lengkap karena dikelilingi oleh cinta. Suami yang setia menemani perjalanan panjang, anak-anak yang tumbuh dengan caranya masing-masing, anak menantu yang menambah lingkar kasih, serta cucu-cucu yang menjadi sumber tawa dan harapan baru.

Kebahagiaan itu hadir apa adanya, tanpa perlu dirayakan dengan berlebihan.
Dalam pelukan keluarga, usia terasa lebih bermakna. Setiap keriput menyimpan cerita, setiap uban adalah saksi dari doa-doa yang terjawab pelan-pelan. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi kebersamaan membuat segala lelah menemukan penawarnya. Di meja makan yang sama, dalam obrolan ringan dan canda sederhana, cinta bekerja tanpa suara.

Di usia 62 tahun, hadiah terindah ternyata bukan sesuatu yang bisa dibungkus kertas kado. Ia hadir dalam bentuk kehadiran: wajah-wajah yang dicintai, tangan-tangan yang saling menggenggam, dan doa yang terus mengalir diam-diam. Kebahagiaan itu terasa utuh karena dibagi, bukan disimpan sendiri.

Maka, usia ini bukan tentang apa yang telah berlalu, melainkan tentang mensyukuri apa yang masih dan selalu ada. Sebuah anugerah tak terhingga: hidup bersama, dikelilingi kasih, dan diberi kesempatan untuk terus bersyukur.***

Duren Sawit 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Trending di RAGAM