Menu ✖

Mode Gelap
Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini Kemenhub Pastikan Fuel Surcharge Penerbangan Domestik November 2026 Tetap 40% Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Usia, pada titik tertentu, tidak lagi sekadar deret angka. Ia menjelma menjadi ruang perenungan, tempat seseorang menengok ke belakang sekaligus menatap ke depan dengan hati yang lebih lapang. Di usia 62 tahun ini, rasa syukur itu hadir begitu utuh—bukan dalam kemewahan atau gemerlap perayaan, melainkan dalam kebersamaan yang hangat bersama orang-orang terkasih.

“Alhamdulillah… ya Rabb.” Kalimat sederhana itu merangkum segalanya. Sebuah doa yang lahir dari hati, ketika hidup terasa lengkap karena dikelilingi oleh cinta. Suami yang setia menemani perjalanan panjang, anak-anak yang tumbuh dengan caranya masing-masing, anak menantu yang menambah lingkar kasih, serta cucu-cucu yang menjadi sumber tawa dan harapan baru.

Kebahagiaan itu hadir apa adanya, tanpa perlu dirayakan dengan berlebihan.
Dalam pelukan keluarga, usia terasa lebih bermakna. Setiap keriput menyimpan cerita, setiap uban adalah saksi dari doa-doa yang terjawab pelan-pelan. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi kebersamaan membuat segala lelah menemukan penawarnya. Di meja makan yang sama, dalam obrolan ringan dan canda sederhana, cinta bekerja tanpa suara.

Di usia 62 tahun, hadiah terindah ternyata bukan sesuatu yang bisa dibungkus kertas kado. Ia hadir dalam bentuk kehadiran: wajah-wajah yang dicintai, tangan-tangan yang saling menggenggam, dan doa yang terus mengalir diam-diam. Kebahagiaan itu terasa utuh karena dibagi, bukan disimpan sendiri.

Maka, usia ini bukan tentang apa yang telah berlalu, melainkan tentang mensyukuri apa yang masih dan selalu ada. Sebuah anugerah tak terhingga: hidup bersama, dikelilingi kasih, dan diberi kesempatan untuk terus bersyukur.***

Duren Sawit 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Trending di RAGAM