Menu

Mode Gelap
Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin Jakarta Butuh Hub Logistik Dirjen Perhubungan Udara Tinjau Bandara Terdampak Gempa NTT Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan Sempat Memanas Gegara Lagu, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Syukur di Usia 62 Tahun Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Usia, pada titik tertentu, tidak lagi sekadar deret angka. Ia menjelma menjadi ruang perenungan, tempat seseorang menengok ke belakang sekaligus menatap ke depan dengan hati yang lebih lapang. Di usia 62 tahun ini, rasa syukur itu hadir begitu utuh—bukan dalam kemewahan atau gemerlap perayaan, melainkan dalam kebersamaan yang hangat bersama orang-orang terkasih.

“Alhamdulillah… ya Rabb.” Kalimat sederhana itu merangkum segalanya. Sebuah doa yang lahir dari hati, ketika hidup terasa lengkap karena dikelilingi oleh cinta. Suami yang setia menemani perjalanan panjang, anak-anak yang tumbuh dengan caranya masing-masing, anak menantu yang menambah lingkar kasih, serta cucu-cucu yang menjadi sumber tawa dan harapan baru.

Kebahagiaan itu hadir apa adanya, tanpa perlu dirayakan dengan berlebihan.
Dalam pelukan keluarga, usia terasa lebih bermakna. Setiap keriput menyimpan cerita, setiap uban adalah saksi dari doa-doa yang terjawab pelan-pelan. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi kebersamaan membuat segala lelah menemukan penawarnya. Di meja makan yang sama, dalam obrolan ringan dan canda sederhana, cinta bekerja tanpa suara.

Di usia 62 tahun, hadiah terindah ternyata bukan sesuatu yang bisa dibungkus kertas kado. Ia hadir dalam bentuk kehadiran: wajah-wajah yang dicintai, tangan-tangan yang saling menggenggam, dan doa yang terus mengalir diam-diam. Kebahagiaan itu terasa utuh karena dibagi, bukan disimpan sendiri.

Maka, usia ini bukan tentang apa yang telah berlalu, melainkan tentang mensyukuri apa yang masih dan selalu ada. Sebuah anugerah tak terhingga: hidup bersama, dikelilingi kasih, dan diberi kesempatan untuk terus bersyukur.***

Duren Sawit 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dikpol di Bojonggede, Haji Fikri Kenalkan PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

30 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar: Bangun Kepedulian dan Kebersamaan Warga Dengan Semangat Kemerdekaan

30 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Pedang, Amanah, dan Marwah Linge

30 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Trending di ANJUNGAN