Wartatrans.com, SOLO — Upaya menciptakan guru yang mampu menjadi pemecah masalah dan penggerak perubahan terus dilakukan melalui Pelatihan Guru Gaharu yang diselenggarakan Ashoka Indonesia untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Aston Hotel Solo pada Jumat-Ahad (8-10 Mei 2026) itu diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan guru changemaker, yakni pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi mengajar, tetapi juga kemampuan memecahkan persoalan, berempati, serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam membangun suasana belajar yang bermakna.

Direktur Ashoka Regional Asia Tenggara, Nani Zulminami menjelaskan, dunia pendidikan saat ini membutuhkan sosok guru yang mampu menjawab tantangan zaman dengan pendekatan kreatif dan humanis.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar di kelas yang tidak hanya seru, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi perkembangan karakter siswa,” ujar Nani.
Menurutnya, selain mendapatkan materi berbobot, pelatihan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antarpendidik dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran.
Salah satu peserta dari SMP MBS Zam-Zam Banyumas, Ika Nurhayati mengatakan, dalam pelatihan peserta diperkenalkan dengan konsep 5R dan penyusunan peta jalan (road map) Sekolah Gaharu sebagai bagian dari penguatan karakter sekolah.
“Peserta juga diajak melakukan kolaborasi dan berbagi praktik baik antarpendidik. Banyak pengalaman dan metode pembelajaran inovatif yang dibagikan selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam pelatihan dilakukan melalui metode gamifikasi atau pembelajaran berbasis permainan. Metode ini dinilai efektif untuk memperkuat interaksi sekaligus keterampilan sosial siswa dalam proses belajar.
Dari Banyumas sendiri terdapat empat guru yang mengikuti pelatihan tersebut, masing-masing dua guru dari SMP MBS Zam-Zam Cilongok dan dua guru dari SMP Ma’arif Pekuncen.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semakin banyak guru berjiwa changemaker yang mampu menghadirkan pendidikan lebih relevan, menyenangkan, dan membentuk karakter generasi masa depan.*** (Hamidun/Ika)



























