Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sinergi dengan Pemkot Jakarta Utara melalui Kunjungan Kerja KAI Tutup 316 Perlintasan Rawan Sepanjang 2025, Perkuat Edukasi Keselamatan Publik Ditjen Hubla Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009 KMMI Dibentuk, Pelaku Usaha Sepakat Kawal Program Presiden Percepat Penempatan PMI Terampil Persekutuan Oikumene Pelindo Group Area Makassar Rayakan Natal 2025  KAI Daop 7 Madiun Lakukan 115 Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sepanjang 2025

ANJUNGAN

Cuaca Ekstrem masih Berlanjut, ASDP Perketat Keselamatan Penyeberangan

badge-check


					Cuaca ekstrem tantangan pelayaran Perbesar

Cuaca ekstrem tantangan pelayaran

Wartatrans.com, BAU-BAU – Cuaca ekstrem masih berlanjut melanda perairan Sulawesi dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini menjadi latar pelayaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Nuku yang melayani lintasan Kendari–Konawe Kepulauan pada Ahad (11/1/2026).

Di tengah hujan lebat disertai angin kencang, kapal feri tersebut tetap berhasil tiba dengan selamat di Pelabuhan Langara, Pulau Wawoni, sekitar pukul 22.00 Wita, dengan seluruh penumpang dalam kondisi aman.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Capt. Raman memastikan situasi pelayaran tetap terkendali.

Menurutnya, kesiapan teknis kapal dan fungsi mesin yang normal menjadi faktor utama keselamatan.

“Penumpang seluruh ya selamat. Rasa kaget pasti ada, namun kapal tetap stabil dan prosedur keselamatan dijalankan,” tuturnya, Senin (12/1/2026).

Sebelumnya, beredar rekaman video yang memperlihatkan kepanikan penumpang saat KMP Nuku menghadapi hujan deras, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Dalam rekaman tersebut, penumpang tampak mengenakan jaket pelampung berwarna oranye. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata risiko pelayaran di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Selain KMP Nuku, dampak cuaca buruk juga dialami KM Kendhaga Nusantara 4, kapal kargo yang dioperasikan ASDP, yang saat kejadian berada dalam kondisi anchor atau tidak beroperasi.

Kapal tersebut dilaporkan larat (hanyut) dampak angin kencang dan ombak tinggi pada Senin (12/1) sekitar pukul 05.30 Wita di Makassar Anchorage Area.

Berdasarkan berita acara internal, kondisi cuaca saat kejadian ditandai hujan deras dengan kecepatan angin barat mencapai 47 knot, yang mengakibatkan kapal mengalami kandas.

ASDP segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur. Proses penarikan KM Kendhaga Nusantara 4 yang
melayani rute kargo Makassar–Ereke–Raha–Sikeli–Makassar telah selesai dan berjalan dengan baik.

Kapal berhasil lepas dari kondisi kandas dan saat ini telah berlabuh dengan aman di area rede Anchorage.

Seluruh tahapan penanganan berlangsung sesuai rencana tanpa kendala lanjutan.

Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, menurut Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, pihaknya menegaskan komitmen memperketat aspek keselamatan dalam setiap operasional penyeberangan, baik angkutan penumpang maupun logistik.

“Manajemen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut di tengah kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Imbauan ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut hingga pertengahan Januari 2026.

Sejak pekan lalu, BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan akibat dinamika atmosfer, antara lain La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, serta perambatan gelombang ekuator, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Prakiraan BMKG menjadi dasar utama manajemen dalam mengambil kebijakan operasional penyeberangan,” kata Heru.

Berdasarkan forecast BMKG, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi masih berpotensi berlanjut. Karena itu, ASDP menegaskan komitmen untuk mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Kami mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan sebaik-baiknya, mempersiapkan perjalanan secara optimal, serta tidak memaksakan diri untuk menyeberang apabila kondisi cuaca tidak aman. Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa harus menjadi perhatian bersama,” imbuh dia.

ASDP secara konsisten melakukan pemantauan cuaca, pengecekan kesiapan kapal, serta koordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, dan unsur TNI/POLRI sebelum setiap keberangkatan.

Penyesuaian jadwal hingga penundaan operasional akan dilakukan apabila kondisi dinilai berisiko, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mengutamakan keselamatan penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa.

Dengan cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengajak masyarakat menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan utama dalam merencanakan perjalanan.

Untuk memeroleh informasi terkini mengenai jadwal kapal dan kondisi operasional pelabuhan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center ASDP di 021-191, mengakses www.ferizy.com, mengikuti akun Instagram @asdp191, atau menghubungi layanan pelanggan melalui WhatsApp 0811-1021-191. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditjen Hubla Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009

15 Januari 2026 - 10:32 WIB

PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs

14 Januari 2026 - 21:05 WIB

IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025

14 Januari 2026 - 20:34 WIB

Mantap, Program Stimulus ASDP di Libur Nataru Terserap 96,17 Persen

14 Januari 2026 - 16:24 WIB

Pelindo Hadir di Tengah Banjir Tanjung Priok, Ringankan Beban Warga Lewat Bantuan Pangan

13 Januari 2026 - 16:47 WIB

Trending di ANJUNGAN