Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

Pelindo Catat 215 Call Kapal Pesiar di 2025, Optimistis Pertumbuhan Berlanjut Tahun 2026

badge-check


 Kapal pesiar sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto istimewa/pelindoregional2tjpriok Perbesar

Kapal pesiar sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto istimewa/pelindoregional2tjpriok

Wartatrans.com, JAKARTA  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan aktivitas kapal pesiar sepanjang 2025. Perseroan melayani 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang melalui terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, meningkat menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025 menjadi 215 kunjungan. Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar global.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar turut mendorong aktivitas pariwisata di berbagai destinasi unggulan, mulai dari Bali hingga kawasan Nusa Tenggara dan Sulawesi, sekaligus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa tren positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan pelabuhan yang dikelola Perseroan.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, yang tercatat sebagai hub utama dengan 65 kunjungan dan 146.105 penumpang sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Pelindo terus mengakselerasi pengembangan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional ke Bali.

Sementara itu, Ketut Yasa, Direktur Pelaksana Destination Asia, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo, termasuk pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa serta pengoperasian Terminal Gilimas, telah memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia.

“Program pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo, khususnya untuk pelabuhan kapal pesiar, telah memberikan kemudahan dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Pendalaman alur, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga 347 meter untuk bersandar di Indonesia, sehingga dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan kapal pesiar semakin meningkat,” ujar Ketut Yasa.

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah terjadwal dan memperoleh persetujuan untuk bersandar di pelabuhan yang dikelola Pelindo. Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pelaku industri terhadap kesiapan infrastruktur, standar layanan, dan aspek keamanan pelabuhan.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkas Ali.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani

16 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Trending di ANJUNGAN