Menu

Mode Gelap
Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

ANJUNGAN

Pelindo Catat 215 Call Kapal Pesiar di 2025, Optimistis Pertumbuhan Berlanjut Tahun 2026

badge-check


 Kapal pesiar sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto istimewa/pelindoregional2tjpriok Perbesar

Kapal pesiar sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Foto istimewa/pelindoregional2tjpriok

Wartatrans.com, JAKARTA  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan signifikan aktivitas kapal pesiar sepanjang 2025. Perseroan melayani 215 kunjungan kapal pesiar dengan total 424.507 penumpang melalui terminal penumpang yang dikelola perusahaan.

Capaian ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 149 kunjungan, meningkat menjadi 190 kunjungan pada 2024, dan kembali tumbuh pada 2025 menjadi 215 kunjungan. Pertumbuhan tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting dalam jaringan pelayaran kapal pesiar global.

Kedatangan ratusan ribu wisatawan mancanegara melalui kapal pesiar turut mendorong aktivitas pariwisata di berbagai destinasi unggulan, mulai dari Bali hingga kawasan Nusa Tenggara dan Sulawesi, sekaligus memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa tren positif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri kapal pesiar internasional terhadap kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan pelabuhan yang dikelola Perseroan.

“Pertumbuhan kunjungan kapal pesiar dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia sebagai destinasi kapal pesiar, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan dan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, operator kapal pesiar, agen wisata, serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan setiap kunjungan kapal pesiar memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan serta manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat.

Salah satu kontributor utama trafik kapal pesiar adalah Pelabuhan Benoa, yang tercatat sebagai hub utama dengan 65 kunjungan dan 146.105 penumpang sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan operator kapal pesiar internasional terhadap kapasitas dan kualitas layanan Benoa sebagai gerbang utama wisata bahari Indonesia.

Untuk memperkuat posisi tersebut, Pelindo terus mengakselerasi pengembangan pelabuhan melalui proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sandar kapal pesiar berukuran besar serta membuka peluang hadirnya lebih banyak rute pelayaran internasional ke Bali.

Sementara itu, Ketut Yasa, Direktur Pelaksana Destination Asia, menyatakan bahwa pengembangan infrastruktur yang dilakukan Pelindo, termasuk pendalaman alur dan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa serta pengoperasian Terminal Gilimas, telah memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga panjang 347 meter bersandar di Indonesia.

“Program pengembangan pelabuhan yang dilakukan Pelindo, khususnya untuk pelabuhan kapal pesiar, telah memberikan kemudahan dalam pelayanan jasa kepelabuhanan. Pendalaman alur, perpanjangan dermaga di Pelabuhan Benoa, serta pengoperasian Terminal Gilimas memungkinkan kapal pesiar berukuran besar hingga 347 meter untuk bersandar di Indonesia, sehingga dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan kapal pesiar semakin meningkat,” ujar Ketut Yasa.

Memasuki 2026, prospek industri kapal pesiar tetap menunjukkan tren positif. Hingga awal tahun, ratusan kunjungan kapal pesiar telah terjadwal dan memperoleh persetujuan untuk bersandar di pelabuhan yang dikelola Pelindo. Hal ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari pelaku industri terhadap kesiapan infrastruktur, standar layanan, dan aspek keamanan pelabuhan.

“Melalui pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor, Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan industri kapal pesiar yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” pungkas Ali.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Kemenhub Dukung Penuh Program Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

KKP Perkuat Literasi Hukum Nelayan Perbatasan untuk Cegah Penangkapan Ikan Lintas Negara

2 Juli 2026 - 10:22 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Citilink Buka 5 Rute Baru Hubungkan Kalimantan, Yogya, dan Batam

1 Juli 2026 - 14:43 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Trending di ANJUNGAN