Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

RAGAM

Depok di Persimpangan Ekologi: Tanah Terlalu Subur, Risiko Pohon Tumbang Meningkat

badge-check


 Depok di Persimpangan Ekologi: Tanah Terlalu Subur, Risiko Pohon Tumbang Meningkat Perbesar

 

Wartatrans.com DEPOK  — Kota Depok menyimpan paradoks ekologis yang jarang disadari publik. Tanahnya dikenal sangat subur dan ideal untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Namun, kondisi yang tampak sebagai anugerah ini justru menimbulkan potensi bencana baru: meningkatnya risiko pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdurahman (Abra), dalam perbincangan dengan wartatrans.com di Balai Kota Depok, Kamis (11/12/2025).

Menurut riset yang dimiliki DLHK, sekitar 60 persen wilayah Depok berada di ketinggian 110 mdpl, sehingga secara teoritis Depok tidak seharusnya mengalami banjir besar.

“Secara topografi, Depok idealnya tidak banjir. Ini yang menjadi pertanyaan, sekaligus pekerjaan rumah yang harus kami jawab,” ujar Abra.

Ia menegaskan bahwa akar persoalan banjir Depok tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi lebih pada manajemen tata ruang, kapasitas drainase, dan tekanan urbanisasi.

Abra menjelaskan, 72 persen tanah Depok merupakan tanah merah dari material tuf vulkanik, yang kaya mineral dan sangat mendukung pertumbuhan tanaman.

Namun, tanah yang subur ini membuat pepohonan tumbuh cepat, besar, dan rimbun—meningkatkan risiko tumbang saat angin kencang atau hujan ekstrem. DLHK mencatat saat ini mereka tengah memelihara 27.797 pohon di seluruh wilayah kota.

“Semakin subur tanahnya, semakin cepat pohon berkembang. Tapi bila tidak diimbangi pemangkasan, penguatan akar, dan tata ruang yang tepat, risikonya meningkat,” jelas Abra.

Karena itu, DLHK memperkuat upaya mitigasi risiko, mulai dari pendataan hingga pemeriksaan berkala, pemangkasan rutin, hingga identifikasi titik rawan.

Abra menegaskan bahwa mitigasi pohon tumbang bukan hanya soal pemangkasan pohon, tetapi juga penataan lingkungan sekitar pohon. Area yang tertutup bangunan, perubahan kontur tanah, hingga pengerasan lahan tanpa resapan dapat membuat akar kehilangan kekuatannya.

“Kami menilai pohon bukan hanya sebagai peneduh, tapi juga sebagai struktur ekologis yang harus dikelola dengan benar,” ujarnya.

Program ‘Satu Minggu Satu Tabebuya’ untuk Identitas Kota

Sementara banyak kota memilih menanam pohon buah untuk memperkuat ketahanan pangan, Depok memilih pendekatan berbeda. Abra menyebut penanaman pohon buah membutuhkan area luas dan perawatan intensif, sehingga tidak selalu cocok untuk ruang kota yang terbatas.

Karena itu, DLHK mendorong program “Satu Minggu, Satu Tabebuya”, tanaman yang dikenal memiliki mahkota indah dan dapat tumbuh di ruang sempit.

“Tabebuya mudah tumbuh, kuat, dan memiliki estetika tinggi. Kami ingin Depok bukan hanya hijau, tapi juga indah dan punya identitas visual,” kata Abra.

Paradoks tanah subur dan risiko ekologis menunjukkan bahwa Depok tidak hanya membutuhkan penghijauan, tetapi juga pengelolaan lingkungan berbasis sains.

DLHK menegaskan komitmennya untuk menjadikan Depok kota yang tidak hanya hijau, tetapi juga tangguh menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL