Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

RAGAM

Depok di Persimpangan Ekologi: Tanah Terlalu Subur, Risiko Pohon Tumbang Meningkat

badge-check


 Depok di Persimpangan Ekologi: Tanah Terlalu Subur, Risiko Pohon Tumbang Meningkat Perbesar

 

Wartatrans.com DEPOK  — Kota Depok menyimpan paradoks ekologis yang jarang disadari publik. Tanahnya dikenal sangat subur dan ideal untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Namun, kondisi yang tampak sebagai anugerah ini justru menimbulkan potensi bencana baru: meningkatnya risiko pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdurahman (Abra), dalam perbincangan dengan wartatrans.com di Balai Kota Depok, Kamis (11/12/2025).

Menurut riset yang dimiliki DLHK, sekitar 60 persen wilayah Depok berada di ketinggian 110 mdpl, sehingga secara teoritis Depok tidak seharusnya mengalami banjir besar.

“Secara topografi, Depok idealnya tidak banjir. Ini yang menjadi pertanyaan, sekaligus pekerjaan rumah yang harus kami jawab,” ujar Abra.

Ia menegaskan bahwa akar persoalan banjir Depok tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi lebih pada manajemen tata ruang, kapasitas drainase, dan tekanan urbanisasi.

Abra menjelaskan, 72 persen tanah Depok merupakan tanah merah dari material tuf vulkanik, yang kaya mineral dan sangat mendukung pertumbuhan tanaman.

Namun, tanah yang subur ini membuat pepohonan tumbuh cepat, besar, dan rimbun—meningkatkan risiko tumbang saat angin kencang atau hujan ekstrem. DLHK mencatat saat ini mereka tengah memelihara 27.797 pohon di seluruh wilayah kota.

“Semakin subur tanahnya, semakin cepat pohon berkembang. Tapi bila tidak diimbangi pemangkasan, penguatan akar, dan tata ruang yang tepat, risikonya meningkat,” jelas Abra.

Karena itu, DLHK memperkuat upaya mitigasi risiko, mulai dari pendataan hingga pemeriksaan berkala, pemangkasan rutin, hingga identifikasi titik rawan.

Abra menegaskan bahwa mitigasi pohon tumbang bukan hanya soal pemangkasan pohon, tetapi juga penataan lingkungan sekitar pohon. Area yang tertutup bangunan, perubahan kontur tanah, hingga pengerasan lahan tanpa resapan dapat membuat akar kehilangan kekuatannya.

“Kami menilai pohon bukan hanya sebagai peneduh, tapi juga sebagai struktur ekologis yang harus dikelola dengan benar,” ujarnya.

Program ‘Satu Minggu Satu Tabebuya’ untuk Identitas Kota

Sementara banyak kota memilih menanam pohon buah untuk memperkuat ketahanan pangan, Depok memilih pendekatan berbeda. Abra menyebut penanaman pohon buah membutuhkan area luas dan perawatan intensif, sehingga tidak selalu cocok untuk ruang kota yang terbatas.

Karena itu, DLHK mendorong program “Satu Minggu, Satu Tabebuya”, tanaman yang dikenal memiliki mahkota indah dan dapat tumbuh di ruang sempit.

“Tabebuya mudah tumbuh, kuat, dan memiliki estetika tinggi. Kami ingin Depok bukan hanya hijau, tapi juga indah dan punya identitas visual,” kata Abra.

Paradoks tanah subur dan risiko ekologis menunjukkan bahwa Depok tidak hanya membutuhkan penghijauan, tetapi juga pengelolaan lingkungan berbasis sains.

DLHK menegaskan komitmennya untuk menjadikan Depok kota yang tidak hanya hijau, tetapi juga tangguh menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA