Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor

badge-check


 Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Desa Bah, Kecamatan Ketol, hingga saat ini masih menghadapi kondisi darurat pascabencana longsor dan banjir bandang. Warga belum mendapatkan penerangan sarana lampu serta mengalami kesulitan akses air bersih sejak kejadian bencana tersebut.

Berdasarkan data di lapangan, Desa Bah dihuni oleh 210 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk mencapai 805 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 500 jiwa perempuan dan 300 jiwa laki-laki.

Kelompok anak-anak dan remaja menjadi salah satu yang paling terdampak. Terdapat 110 anak usia Sekolah Dasar (SD), 68 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, tercatat sebanyak 120 remaja perempuan dan 80 remaja laki-laki.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Kondisi kelompok rentan juga menjadi perhatian serius. Saat ini terdapat 12 perempuan hamil dan 18 perempuan menyusui yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Sementara itu, jumlah lansia di Desa Bah mencapai 20 jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dengan dua orang di antaranya mengalami sakit dan membutuhkan perawatan.

Dari aspek kesehatan mental, tercatat satu warga dengan gangguan kesehatan jiwa bernama Iswandi (35 tahun), yang mengalami stres berat sejak sebelum dan sesudah bencana banjir bandang. Selain itu, sekitar 10 warga lanjut usia dilaporkan mengalami gangguan penglihatan (rabun mata), baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Hingga kini, masyarakat Desa Bah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, khususnya dalam pemulihan sarana penerangan, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi kelompok rentan pascabencana.
Masyarakat juga membutuhkan jaringan Starlink dan BBM solar, dan Mesin Generator Ginset untuk penerangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA