Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Halal Bihalal Bersama Potensi Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

PERISTIWA

Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor

badge-check


 Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Desa Bah, Kecamatan Ketol, hingga saat ini masih menghadapi kondisi darurat pascabencana longsor dan banjir bandang. Warga belum mendapatkan penerangan sarana lampu serta mengalami kesulitan akses air bersih sejak kejadian bencana tersebut.

Berdasarkan data di lapangan, Desa Bah dihuni oleh 210 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk mencapai 805 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 500 jiwa perempuan dan 300 jiwa laki-laki.

Kelompok anak-anak dan remaja menjadi salah satu yang paling terdampak. Terdapat 110 anak usia Sekolah Dasar (SD), 68 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, tercatat sebanyak 120 remaja perempuan dan 80 remaja laki-laki.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Kondisi kelompok rentan juga menjadi perhatian serius. Saat ini terdapat 12 perempuan hamil dan 18 perempuan menyusui yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Sementara itu, jumlah lansia di Desa Bah mencapai 20 jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dengan dua orang di antaranya mengalami sakit dan membutuhkan perawatan.

Dari aspek kesehatan mental, tercatat satu warga dengan gangguan kesehatan jiwa bernama Iswandi (35 tahun), yang mengalami stres berat sejak sebelum dan sesudah bencana banjir bandang. Selain itu, sekitar 10 warga lanjut usia dilaporkan mengalami gangguan penglihatan (rabun mata), baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Hingga kini, masyarakat Desa Bah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, khususnya dalam pemulihan sarana penerangan, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi kelompok rentan pascabencana.
Masyarakat juga membutuhkan jaringan Starlink dan BBM solar, dan Mesin Generator Ginset untuk penerangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Trending di RAGAM