Menu

Mode Gelap
Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2 Pasar Mobil 2026 Melonjak 15,9%: Toyota Bertahan, BYD Tekuk Honda TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

PERISTIWA

Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor

badge-check


 Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Desa Bah, Kecamatan Ketol, hingga saat ini masih menghadapi kondisi darurat pascabencana longsor dan banjir bandang. Warga belum mendapatkan penerangan sarana lampu serta mengalami kesulitan akses air bersih sejak kejadian bencana tersebut.

Berdasarkan data di lapangan, Desa Bah dihuni oleh 210 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk mencapai 805 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 500 jiwa perempuan dan 300 jiwa laki-laki.

Kelompok anak-anak dan remaja menjadi salah satu yang paling terdampak. Terdapat 110 anak usia Sekolah Dasar (SD), 68 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, tercatat sebanyak 120 remaja perempuan dan 80 remaja laki-laki.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Kondisi kelompok rentan juga menjadi perhatian serius. Saat ini terdapat 12 perempuan hamil dan 18 perempuan menyusui yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Sementara itu, jumlah lansia di Desa Bah mencapai 20 jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dengan dua orang di antaranya mengalami sakit dan membutuhkan perawatan.

Dari aspek kesehatan mental, tercatat satu warga dengan gangguan kesehatan jiwa bernama Iswandi (35 tahun), yang mengalami stres berat sejak sebelum dan sesudah bencana banjir bandang. Selain itu, sekitar 10 warga lanjut usia dilaporkan mengalami gangguan penglihatan (rabun mata), baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Hingga kini, masyarakat Desa Bah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, khususnya dalam pemulihan sarana penerangan, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi kelompok rentan pascabencana.
Masyarakat juga membutuhkan jaringan Starlink dan BBM solar, dan Mesin Generator Ginset untuk penerangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Trending di ANJUNGAN