Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar

PERISTIWA

Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor

badge-check


 Desa Bah, Kecamatan Ketol Masih Krisis Penerangan dan Air Bersih Pascabencana Longsor Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Desa Bah, Kecamatan Ketol, hingga saat ini masih menghadapi kondisi darurat pascabencana longsor dan banjir bandang. Warga belum mendapatkan penerangan sarana lampu serta mengalami kesulitan akses air bersih sejak kejadian bencana tersebut.

Berdasarkan data di lapangan, Desa Bah dihuni oleh 210 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk mencapai 805 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 500 jiwa perempuan dan 300 jiwa laki-laki.

Kelompok anak-anak dan remaja menjadi salah satu yang paling terdampak. Terdapat 110 anak usia Sekolah Dasar (SD), 68 anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 27 anak Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, tercatat sebanyak 120 remaja perempuan dan 80 remaja laki-laki.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Jembatan akses menuju Desa Bah terputus, masyarakat menggunakan sling untuk melintas.

Kondisi kelompok rentan juga menjadi perhatian serius. Saat ini terdapat 12 perempuan hamil dan 18 perempuan menyusui yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Sementara itu, jumlah lansia di Desa Bah mencapai 20 jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dengan dua orang di antaranya mengalami sakit dan membutuhkan perawatan.

Dari aspek kesehatan mental, tercatat satu warga dengan gangguan kesehatan jiwa bernama Iswandi (35 tahun), yang mengalami stres berat sejak sebelum dan sesudah bencana banjir bandang. Selain itu, sekitar 10 warga lanjut usia dilaporkan mengalami gangguan penglihatan (rabun mata), baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak.

Hingga kini, masyarakat Desa Bah berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait, khususnya dalam pemulihan sarana penerangan, penyediaan air bersih, serta layanan kesehatan bagi kelompok rentan pascabencana.
Masyarakat juga membutuhkan jaringan Starlink dan BBM solar, dan Mesin Generator Ginset untuk penerangan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Trending di EKOBIS